Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
Jenis Struktur | : | Kolonial |
Jenis Bangunan | : | Kolonial |
Fungsi Bangunan | : | Perkantoran |
Komponen Pelengkap | : |
|
Tata Letak Dalam Ruang Kawasan | : | Bangunan Kantor Polisi Sektor Berbah menghadap ke Selatan. |
Deskripsi Jendela | : | Pada bagian luar jendela bangunan Induk dipasang cukit tritis. |
Deskripsi Pintu | : | Gawang pintu, boven dan tralis, dan gawang jendela yang ada di dalam bangunan Induk sebagian besar diberi cat warna hitam, sedangkan pada bagian daun pintu dan daun jendela diberi cat warna cokelat. Pintu di ruang depan berbentuk kupu tarung dengan gawang model gendong di bagian atas berupa panil kaca bening dan di bawahnya berupa krepyak. |
Deskripsi Atap | : | Pada bangunan Induk atapnya menggunakan tipe atap kampung. Kerangka atap menggunakanan kayu. Nok ditopang oleh jurai dan kuda- kuda. Usuk dipasang model duri ikan atau ri gereh. Genteng dipasang menumpu pada reng di atas usuk. |
Deskripsi Lantai | : | sekitar tahun 2003 dilakukan penggantian lantai dari tegel abu- abu ukuran 20 cm x 20 cm menjadi lantai keramik warna putih ukuran 30 cm x 30 cm. |
Deskripsi Kolom/Tiang | : | tiang kayu yang diberi cat warna cokelat tua. Tiang dibuat dengan model meruncing yaitu bagian bawah ukurannya lebih besar dari ukuran di bagian atasnya. Tiang ini dihiasi dengan pahatan berupa motif persegi panjang dan motif setengah lingkaran yang disusun secara vertikal. Masing- masing tiang kayu bertumpu pada duk yang berbentuk persegi. Duk yang menyangga tiang berupa susunan batu bata yang diplester di beri cat warna hitam. Batu kali gundul yang ada di duk penyangga tiang sisi depan diberi cat warna hitam dan plesteran disekitar batu diberi cat warna putih. |
Deskripsi Ventilasi | : | Pada bagian gunungan sisi Timur juga terdapat ventilasi udara berbentuk lingkaran dan juga hiasan lisplank segitiga sama seperti pada gunungan di sisi Barat. |
Deskripsi Plafon | : | Secara keseluruhan pada bangunan induk pada langit- langit ruangan ditutup plafon berupa lembaran seng baja dengan motif datar bergelombang dan diberi cat warna putih. Bangunan yang ada di sisi Timur sebagian berplafon lembaran seng baja dengan motif datar bergelombang bercat warna putih dan sebagian berplafon eternit bercat putih. Bangunan di sisi Utara bangunan induk sebagian ada yang berplafon eternit diberi cat warna putih dan ada yang tidak berplafon. |
Fungsi Situs | : | Perkantoran |
Fungsi | : | Perkantoran |
Konteks | : | Ditinjau dari sisi arkeologis Kantor Polisi Sektor Berbah, tidak terlepas dengan berdirinya Pabrik Gula Tanjungtirto pada tahun 1874 - 1922. Bangunan ini merupakan bekas bangunan tempat tinggal dari para pegawai Pabrik Gula Tanjungtirto. Secara umum dalam sebuah kompleks pabrik terdapat bangunan untuk tempat tinggal yang dibedakan antara tempat tinggal untuk golongan atas/ pemimpin pabrik (administrateur), menengah (para ahli mesin dan chemicher yaitu ahli pengolah tebu menjadi gula), dan golongan bawah/ para buruh. Bangunan tempat tinggal golongan atas – menengah ukuran lebih besar, dan untuk tempat tinggal golongan bawah ukuran lebih kecil dan sederhana bisa berupa petak/ barak. Pada awalnya, Kantor Polisi Sektor Berbah merupakan salah satu rumah dinas ziender atau Pengawas Pabrik Gula Tanjung Tirto (Suiker Fabrieek Tandjong Tirto) yang didirikan tahun 1924. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini merupakan tangsi / asrama tentara Belanda dengan Pabrik Gula Tanjung Tirto sebagai markasnya. Seiring dengan adanya Serangan Umum 1 Maret 1949, bangunan ini kosong dan tidak ada yang menempati sampai tahun 1957. Sehubungan dengan keluarnya Undang-Undang Pokok Pemerintah Daerah No: I / 1957 tentang pembentukan Daerah Swantara , maka susunan Kepolisian berubah . Kepolisian Wilayah Yogyakarta dirubah menjadi Distrik Kepolisian Yogyakarta, sedangkan Kepolisian Kecamatan diubah menjadi Sektor Kepolisian. Sejak tahun 1957 sampai sekarang bangunan ini digunakan untuk kantor Polisi Sektor Berbah. |
Nilai Sejarah | : | Merupakan saksi sejarah sebagai bangunan yang memiliki informasi tentang kehidupan masa lalu khususnya tentang sejarah pabrik gula yang dibangun Kolonial Belanda di Sleman. |
Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Kantor Polisi Sektor Berbah mempunyai potensi untuk diteliti lebih lanjut dalam rangka menjawab masalah-masalah dalam bidang keilmuan arkeologi, historis, arsitektur, dan teknik sipil. |
Nilai Budaya | : | Kantor Polisi Sektor Berbah merupakan bangunan dengan corak Indis, yaitu perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa, merupakan bentuk rumah tinggal dengan ukuran yang besar dan luas, penataan halaman dan lingkungan sekeliling dengan rapi. Bangunan dipandang sebagai pedoman tentang struktur hierarki status yang menempati sebagai Rumah Administratur Pabrik Gula Tanjungtirto. |
Nama Pemilik Terakhir | : | Kepolisian |
Nama Pengelola | : | Kepolisian |
Catatan Khusus | : | Koordinat pada SK Bupati Sleman: 49 M titik X = 0440460, Y = 9138803 |