Bagian ujung Khatvanga berwujud Bhairava dengan nomor Inventasi BG. 49 merupakan koleksi Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY.Temuan tersebut berasal dari Padukuhan Pencar, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten. Sleman, DIY. Temuan tersebut kemungkinan merupakan bagian dari ujung khatvanga. Khatvangga merupakan alat upacara berupa tongkat berbahan tulang atau kayu dengan ujungnya berbentuk tengkorak. Bagian ujung Khatvanga berbentuk Bhairava ini hanya ditemukan sebatas bagian perut ke atas dengan bagian bawah yang meruncing. Pada bagian yang meruncing terdapat pahatan tulisan aksara Jawa Kuno berbunyi Hum yang disebut sebagai bijamantra. Adanya bijamantra menunjukan bahwa Bhairava tersebut berfungsi sebagai Yantra.
Khatvanga berwujud Bhairava dari Sindumartani, Ngemplak, Sleman digambarkan dengan sikap tangan Harinamudra yaitu sikap tangan dengan membentuk sebuah cincin dengan menggabungkan ibu jari, jari tengah dan jari manis. Telunjuk dan jari kecil lainnya tetap lurus. Bhairava menggunakan penutup kepala berupa jatamakuta.
Dalam mitologinya Bhairava adalah salah satu aspek demonis dewa Siva yang baru terlahir dari darah Siva. Bhairava biasa dipuja oleh aliran Tantrayana. Bhairava ini merupakan bagian tangkai dari sebuah alat untuk upacara. Alat upacara seperti yang digunakan di Nepal oleh agama Budha dengan aliran Vajrayana.