Loading

Gedung PT Asuransi Jiwasraya

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Gedung PT. Asuransi Jiwasraya merupakan salah satu dari beberapa bangunan di kawasan Kota Baru yang rancangan awalnya berlantai dua. Bangunan ini masih memiliki satu unit bangunan penyerta yang berada pada kavelingnya yang masih dalam kondisi asli dan terawat baik. Keunikan pada bangunan utama ini terdapat pada keberadaan dua buah lantern pada atapnya yang berfungsi sebagai ventilasi sirkulasi udara. Arsitektur bangunan memiliki karakteristik yang sama dengan bangunan Museum Sandi yaitu bentuk-bentuk jendela tanpa atap peneduh (overstek). Bentuk dan arsitektur bangunan masih menampilkan sosok arsitektur indis yang asli tanpa perubahan kecuali terdapat tambahan komponen dinding dan jendela pada bagian depan bangunan yang menutupi fasad aslinya. Kemudian terdapat penambahan baru berupa konstruksi atap disangga tiang (portico) pada pintu yang berada di dinding selatan bangunan.

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Kawasan : Kawasan Cagar Budaya Kota Baru
Alamat : Jalan Faridan Muridan Noto Nomor 9 Belum Ada, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.786666° S, 110.371909° E

SK Menteri : PM.89/PW.007/MKP/2011
SK Gubernur : SK Gubernur DIY No. 237/Kep/2017


Lokasi Gedung PT Asuransi Jiwasraya di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Deskripsi Kolom/Tiang : -
Peristiwa Sejarah : Gedung PT. Asuransi Jiwasraya merupakan tempat bersejarah pada rangkaian peristiwa Pertempuran Kota Baru. Selama masa pemerintahan pendudukan militer Jepang, bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal Pejabat tertinggi militer Jepang untuk Yogyakarta kala itu yaitu Butaico Major Otsuka. Sebelumnya bangunan ini merupakan bekas rumah tinggal pemilik Nillmij (Nederlandsch lndiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappijfperusahaan asuransi di Kota Yogyakarta pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda). Pada tanggal 6 Oktober 1945, bangunan ini menjadi tempat negosiasi antara pemimpin pejuang kemerdekaan Moh. Saleh Bardosono (sebagai ketua Umum KNI) dengan Mayor Otsuka mengenai pelucutan senjata yang dimiliki tentara Jepang. Peristiwa ini berujung bentrokan senjata antara tentara Jepang dengan pejuang kemerdekaan di area kawasan Kota Baru ini yang kemudian dikenal sebagai peristiwa Pertempuran Kota Baru tanggal 6-7 Oktober 1945.
Konteks : -
Nilai Ilmu Pengetahuan : Gaya arsitektur bangunan indis pada bangunan tersebut di atas dapat digunakan sebagai contoh untuk referensi pendidikan arsitektur  
Nilai Budaya : Mewakili karya kreatif yang khas dalam wilayah provinsi; langka jenisnya, unik rancangannya, dan sedikit jumlahnya di provinsi; sebagai bukti evolusi peradaban bangsa dan pertukaran budaya lintas wilayah kabupaten/kota, baik yang telah punah maupun yang masih hidup di masyarakat; dan/atau berasosiasi dengan tradisi yang masih berlangsung
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Keraton Yogyakarta
Pengelolaan
Nama Pengelola : PT. Asuransi Jiwasraya