Loading

Bangunan Eks Gardu Listrik Jl. Faridan M Noto

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Bangunan Eks Gardu Listrik tipe distribusi (penyalur tegangan listrik dari gardu induk) terletak di persimpangan Jl. Faridan M. Noto-Jl. Ngadikan-Jl. Serma Taruna M. Ramli berupa bangunan kecil berdenah segi empat, berukuran 3,80 m x 3,26 m. Bangunan gardu distribusi listrik tersebut mempunyai bentuk atap tajuk, antara puncak atap dengan atap di bawahnya terdapat ventilasi untuk menyalurkan kabel listrik ke luar. Memiliki dua buah rooster dan pintu bentuk panil kayu kombinasi krepyak menghadap timur laut dengan bovenlicht panil kaca di atas kusen pintu. Pada dinding sisi tenggara dan selatan terdapat jendela krepyak kayu.

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Kawasan : Kawasan Cagar Budaya Kota Baru
Alamat : Jalan Faridan M Noto , Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.786856° S, 110.372171° E

SK Gubernur : SK Gubernur DIY No. 195/KEP/2019


Lokasi Bangunan Eks Gardu Listrik Jl. Faridan M Noto di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Bangunan ini memiliki identitas gardu listrik “No. 20” yang merupakan identitas gardu yang terdapat pada peta persebaran jaringan listrik di Kota Yogyakarta  masa Hindia Belanda. Menurut dokumen Verslag ANIEM 1918 bangunan gardu ini didirikan pada tahun 1918 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di permukiman Kota Baru.Instalasi jaringan listrik ini dibangun setelah pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916 memberikan ijin kepada perusahaan ANIEM (Algemeene Nederlandsch-Indische Electriciteit Maatschappij) untuk membangun berbagai sarana dan prasarana kebutuhan listrik di kota Yogyakarta. Kapasitas listrik  yang dimiliki ANIEM pada awal abad ke-20 masih terbatas sehingga pembangunan prasarana dan pengaliran listrik diprioritaskan untuk tempat-tempat tertentu (kawasan keraton, stasiun kereta api, tempat industri, dan permukiman penduduk orang Belanda/Eropa).
Nilai Sejarah : Merupakan salah satu bukti pembangunan kelengkapan fasilitas pada perkembangan permukiman khusus bagi orang Belanda di kawasan Kota Baru. Wilayah yang  penting dan menjadi salah satu wilayah prioritas untuk memperoleh sarana-prasarana pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Yogyakarta.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Lokasi peristiwa bersejarah yaitu peristiwa perebutan senjata pada tahun 1945 antara pejuang Indonesia dengan tentara Jepang di gedung Asrama Kompi Kotabaru.
Nilai Budaya : Bangunan Eks Gardu Listrik  Jl. Faridan M. Noto, merupakan salah satu bagian kelengkapan fasilitas dari permukiman dengan konsep Garden City dan merupakan salah satu bukti awal penerapan teknologi kelistrikan di kota Yogyakarta sekaligus menjadi salah satu penanda perkembangan sosial dan ekonomi di wilayah Yogyakarta. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Pengelolaan
Nama Pengelola : PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Catatan Khusus : -