| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Peristiwa Sejarah | : | Bangunan ini memiliki identitas gardu listrik “No. 20” yang merupakan identitas gardu yang terdapat pada peta persebaran jaringan listrik di Kota Yogyakarta masa Hindia Belanda. Menurut dokumen Verslag ANIEM 1918 bangunan gardu ini didirikan pada tahun 1918 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di permukiman Kota Baru.Instalasi jaringan listrik ini dibangun setelah pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916 memberikan ijin kepada perusahaan ANIEM (Algemeene Nederlandsch-Indische Electriciteit Maatschappij) untuk membangun berbagai sarana dan prasarana kebutuhan listrik di kota Yogyakarta. Kapasitas listrik yang dimiliki ANIEM pada awal abad ke-20 masih terbatas sehingga pembangunan prasarana dan pengaliran listrik diprioritaskan untuk tempat-tempat tertentu (kawasan keraton, stasiun kereta api, tempat industri, dan permukiman penduduk orang Belanda/Eropa). |
| Nilai Sejarah | : | Merupakan salah satu bukti pembangunan kelengkapan fasilitas pada perkembangan permukiman khusus bagi orang Belanda di kawasan Kota Baru. Wilayah yang penting dan menjadi salah satu wilayah prioritas untuk memperoleh sarana-prasarana pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Yogyakarta. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Lokasi peristiwa bersejarah yaitu peristiwa perebutan senjata pada tahun 1945 antara pejuang Indonesia dengan tentara Jepang di gedung Asrama Kompi Kotabaru. |
| Nilai Budaya | : | Bangunan Eks Gardu Listrik Jl. Faridan M. Noto, merupakan salah satu bagian kelengkapan fasilitas dari permukiman dengan konsep Garden City dan merupakan salah satu bukti awal penerapan teknologi kelistrikan di kota Yogyakarta sekaligus menjadi salah satu penanda perkembangan sosial dan ekonomi di wilayah Yogyakarta. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) |
| Nama Pengelola | : | PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) |
| Catatan Khusus | : | - |