Loading

Gedung Apotek Kimia Farma 21 (Eks Rathkamp Apotheek)

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Apotek Kimia Farma 21 merupakan salah satu bangunan berlanggam Indis yang ada di Kawasan Malioboro. Corak Indis terlihat pada selubung massa dan bentuk atap. Terdapat tiga masa bangunan pada lahan Apotek Kimia Farma 21. Bangunan utama berada di depan, bangunan baru belakangnya dan satu bangunan persegi di belakangnya. 

Bangunan utama terdiri dari dua lantai, memiliki bentuk atap limas dengan derajat kemiringan yang umum diterapkan pada bangunan-bangunan di daerah tropis.  Atap ini memiliki tritisan yang lebih lebar jika dibandingkan dengan bangunan kolonial yang ada di sekitarnya. Komponen atap merupakan hasil dari penggabungan dua blok limas dengan satu limas kecil yang seolah terpancung blok limas yang lebih besar, namun posisi blok limasan yang kecil berada lebih tinggi posisinya dari blok atap limasan yang lebih besar, sehingga meskipun lebih kecil volumenya namun bisa memberi kesan kuat sebagai bagian utama bangunan. Penutup atap terbuat dari atap genteng dengan hiasan kemuncak atap (nok acroterie). Ciri lain dari bangunan ini adalah pada lantai 2 terdapat empat jendela, dua di tengah berhias lengkung pada bagian atas, sementara dua jendela di samping merupakan jendela dengan penutup daun jendela jalusi.  Di atas jendela samping utara terdapat ventilasi dengan kisi-kisi besi.   

Keunikan bangunan ini adalah bidang fasad dengan pola bukaan yang tidak simetris, ini jarang ditemukan pada fasad-fasad bangunan indis lainnya, bukaan pada fasad yang tidak simetris ini terdapat pada bukaan-bukaan di lantai dua dimana bentuk jendela sisi kanan berbeda dengan bentuk jendela sisi kiri. Bidang fasad terkesan menjulang karena tidak terdapat elemen garis horizontal yang memotongnya, ini berbeda jika dibandingkan dengan beberapa bangunan indis yang lain dimana pada fasad bangunan-bangunan tersebut menerapkan elemen garis maupun ornamen yang mampu mereduksi kesan menjulang pada fasad bangunan, jika merujuk pada dokumentasi gambar bangunan awal maka terdapat elemen garis horizontal yang terdapat pada bagian dasar badan bangunan berupa garis sedada dengan finising dinding bertekstur atau warna yang lebih gelap dari bagian dinding di atasnya, ini sangat umum diterapkan pada bangunan Indis dimana bagian ini diterapkan sebagai antisipasi pengaruh percikan air hujan, perambatan air, perubahan warna dinding akibat jamur dan lumut. Terdapat tangga di bagian barat laut yang menghubungkan dengan bangunan lantai atas. 

Pada bagian lantai atas terdiri dari lima ruang utama dan dan ruang fasilitas kamar mandi. Ruangan sisi timur terdiri dari dua ruang satu ruang berukuran 5,63 cm x 8,37 cm memiliki tiga buah jendela yang langsung menghadap Jl. Malioboro, sedangkan satu ruangan lagi berukuran lebih kecil dan berada di sisi selatan berukuran 5,63 cm x 4,23 cm, dan memiliki satu jendela yang terlihat dari fasad bangunan. Di sisi barat ruangan ini terdapat satu buah lorong di tengah dan dua ruangan yang simetris di sisi utara dan selatan dengan ukuran 5,55 cm x 4,9 cm, masing-masing memiliki jendela di sisi utara dan selatan. Selanjutnya terdapat ruangan yang digunakan untuk kamar mandi disisi utara dan satu ruangan di sisi selatan, pada ruangan ini terdapat jendela besar di sisi barat namun saat ini tinggal lubangnya saja.  

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Kawasan : Kawasan Cagar Budaya Kraton
Alamat : Jalan Malioboro No. 123, Yogyakarta , Sosromenduran, Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.79265° S, 110.36567° E

SK Menteri : PM.25/PW.007/MKP/2007
SK Walikota/Bupati : SK WALKOT Yogyakarta 257/2024


Lokasi Gedung Apotek Kimia Farma 21 (Eks Rathkamp Apotheek) di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Jenis Struktur : Kolonial
Dimensi Struktur
Jenis Bangunan : Kolonial
Fungsi Bangunan : Medis
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Deskripsi Fasad : Fasad dengan pola bukaan yang tidak simetris, ini jarang ditemukan pada fasad-fasad bangunan indis lainnya, bukaan pada fasad yang tidak simetris ini terdapat pada bukaan-bukaan di lantai dua dimana bentuk jendela sisi kanan berbeda dengan bentuk jendela sisi kiri. Bidang fasad terkesan menjulang karena tidak terdapat elemen garis horizontal yang memotongnya, ini berbeda jika dibandingkan dengan beberapa bangunan indis yang lain dimana pada fasad bangunan-bangunan tersebut menerapkan elemen garis maupun ornamen yang mampu mereduksi kesan menjulang pada fasad bangunan, jika merujuk pada dokumentasi gambar bangunan awal maka terdapat elemen garis horizontal yang terdapat pada bagian dasar badan bangunan berupa garis sedada dengan finising dinding bertekstur atau warna yang lebih gelap dari bagian dinding di atasnya, ini sangat umum diterapkan pada bangunan Indis dimana bagian ini diterapkan sebagai antisipasi pengaruh percikan air hujan, perambatan air, perubahan warna dinding akibat jamur dan lumut.
Deskripsi Jendela : Terdapat empat jendela, dua di tengah berhias lengkung pada bagian atas, sementara dua jendela di samping merupakan jendela dengan penutup daun jendela jalusi.
Deskripsi Atap : Atap limas dengan derajat kemiringan yang umum diterapkan pada bangunan-bangunan di daerah tropis.  Atap ini memiliki tritisan yang lebih lebar jika dibandingkan dengan bangunan kolonial yang ada di sekitarnya. Komponen atap merupakan hasil dari penggabungan dua blok limas dengan satu limas kecil yang seolah terpancung blok limas yang lebih besar, namun posisi blok limasan yang kecil berada lebih tinggi posisinya dari blok atap limasan yang lebih besar, sehingga meskipun lebih kecil volumenya namun bisa memberi kesan kuat sebagai bagian utama bangunan. Penutup atap terbuat dari atap genteng dengan hiasan kemuncak atap (nok acroterie).
Deskripsi Ventilasi : Terdapat ventilasi dengan kisi-kisi besi.
Fungsi Situs : Medis
Fungsi : Medis
Konteks : Pada masa kolonial bangunan ini digunakan sebagai Rathkamp Apotheek, terlihat dari peta tahun 1925. Apotek itu merupakan bagian dari perusahaan farmasi milik oleh Belanda yang bernama N.V. Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Perusahan yang berdiri pada 1816.  Ketika pascakemerdekaan, pemerintah Republik Indonesia melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik asing. Kemudian apotik ini berubah nama menjadi Apotek Raja Farma pada masa Indonesia merdeka. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 74 tahun 1957 perusahaan-perusahaan milik Pemerintah Hindia Belanda yang bergerak dalam bidang produksi dan distribusi farmasi diambil alih oleh Pemerintah Indonesia. Pada tanggal 3 Desember 1957 perusahaan obat Kimia Farma berdiri dan mengambil alih pengelolaan bangunan ini 
Riwayat Pemugaran : Tahun 2005-2006 dilakukan penggatian lantai. 
Nilai Sejarah : Salah satu peninggalan bangunan bergaya Indis yang  menjadi bagian dari perkembangan kawasan kota dan merupakan salah satu fasilitas pelayanan obat yang memiliki arti khusus bagi sejarah perkembangan Kota Yogyakarta. 
Nilai Ilmu Pengetahuan : Bangunan pendidikan yang bergaya arsitektur Indis. Bangunan ini juga dapat menjadi objek pembelajaran ilmu teknik sipil yang terkait dengan sistem struktur fondasi, dinding, dan atap bangunan di sepanjang kawasan komersial.
Nilai Budaya : Merupakan bukti nyata hasil karya manusia, menggambarkan nilai budaya yang tinggi terkait semangat kebangsaan, kreatif, kerja keras, kerja sama, terkait dengan bangunan pendidikan di Kota Yogyakarta. Bangunan ini dapat menumbuhkan kesadaran akan kebangsaan Indonesia. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Negara Republik Indonesia
Riwayat Kepemilikan : -
Pengelolaan
Nama Pengelola : P.T. Kimia Farma Apotek
Persepsi Masyarakat : -
Catatan Khusus : Koordinat pada SK: 49 M 430083 E 9138579 N