Loading

Bangunan Jalan Sabirin Nomor 23

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Bangunan asli bergaya arsitektur Indis, berusia lebih dari 50 tahun, dengan detail bangunan:  Atap berbentuk tajug kombinasi pelana dengan kemiringan atap sekitar 40 derajat, menggunakan teritisan.  Penutup atap menggunakan genting keramik, teritisan menggunakan bahan policarbonat frame kayu. Atap berbentuk tajug dengan dengan kemiringan sekitar 35–40 derajat kombinasi atap dak, dengan  penutup atap menggunakan genting keramik warna abu-abu serta tritisan menggunakan atap asbes dengan frame kayu. Lisplang bangunan menggunakan kayu, ornamen pada dinding luar berupa pelisir/lekukan penebalan plesteran dan tali air/nat. Pintu menggunakan panil kayu dan rangka kayu. Jendela menggunakan panil kaca dan rangka kayu serta panil kayu kombinasi kisi-kisi kayu horizontal. Unsur arsitektur Indis juga tampak pada keberadaan halaman depan serta samping yang ditanami bunga dan pohon buah-buahan. 

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Kawasan : Kawasan Cagar Budaya Kota Baru
Alamat : Jalan Sabirin Nomor 23 , Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.783956° S, 110.37418° E

SK Gubernur : SK Gubernur DIY No. 195/KEP/2019


Lokasi Bangunan Jalan Sabirin Nomor 23 di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Deskripsi Jendela :  Jendela menggunakan panil kaca dan rangka kayu serta panil kayu kombinasi kisi-kisi kayu horizontal.
Deskripsi Pintu : Pintu menggunakan panil kayu dan rangka kayu.
Deskripsi Atap : Atap berbentuk tajug kombinasi pelana dengan kemiringan atap sekitar 40 derajat, menggunakan teritisan.  Penutup atap menggunakan genting keramik, teritisan menggunakan bahan policarbonat frame kayu. Atap berbentuk tajug dengan dengan kemiringan sekitar 35–40 derajat kombinasi atap dak, dengan  penutup atap menggunakan genting keramik warna abu-abu serta tritisan menggunakan atap asbes dengan frame kayu.
Deskripsi Lantai : -
Peristiwa Sejarah : Bangunan ini merupakan salah satu bagian dari pengembangan permukiman Kotabaru setelah Loji Kecil dan Bintaran sudah tidak mencukupi lagi, dengan konsep garden city. Pada umumnya bangunan di sini menampilkan gaya Indis yang memadukan gaya arsitektur kolonial dengan tradisional Jawa. Paduan demikian penting bagi studi sejarah perkembangan arsitektur.
Nilai Sejarah : Merupakan perkembangan permukiman khusus bagi orang Belanda setelah perumahan di Loji Kecil dan Bintaran tidak mencukupi lagi. Lokasi bangunan merupakan lokasi peristiwa bersejarah yaitu peristiwa perebutan senjata pada tahun 1945 antara pejuang Indonesia dengan tentara Jepang di gedung Asrama Kompi Kotabaru. 
Nilai Ilmu Pengetahuan : Bangunan ini merupakan perpaduan budaya Eropa dangan Jawa (gaya arsitektur Indis), bangunan ini dapat digunakan sebagai contoh untuk referensi pendidikan arsitektur, serta menunjukkan kemampuan adaptasi budaya. 
Nilai Budaya : Bangunan Jl. Sabirin No. 23, merupakan  salah satu bagian dari permukiman dengan konsep Garden City, yang memadukan gaya arsitektur bangunan kolonial dengan tradisional Jawa, merupakan salah satu contoh bangunan dengan gaya arsitektur Indis dengan variannya. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Bapak Agus
Pengelolaan
Nama Pengelola : Bapak Agus
Catatan Khusus : Koordinat UTM SK : 49 M   430998;  9139535