Bangunan ini menunjukkan perpaduan gaya arsitektur lokal dengan arsitektur Belanda yang sering disebut arsitektur gaya lndis, dengan cirk:iri yang tampak pada dimensi bangunan yang kokoh dan tinggi, bagian depan diengkapi dengan kanopi. kemiringan yang tajam dilengkapi cerobong asap, kaca jendela berhiaskan vitrum dan pencahayaan, serta sirk.ulasi udara yang baik dapat dilihat dari ukuran pintu dan jendela.
| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Jenis Struktur | : | Kolonial |
| Jenis Bangunan | : | Kolonial |
| Fungsi Bangunan | : | Perkantoran |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Deskripsi Fasad | : | Bangunan Kantor Satlantas Poltabes Yogyakarta menghadap selatan. Fasad bangunan terdiri dari tangga masuk, dan dua pasang pintu masuk. |
| Deskripsi Konsol | : | - |
| Deskripsi Jendela | : | Model jendela pada bangunan ini adalah model kupu tarung dengan daun jendela krepyak berbahan kayu |
| Deskripsi Pintu | : | Model pintu pada bangunan ini ada dua model yang satu kupu tarung dengan pintu jendela krepyak berbahan kayu. dan satunya bukaan samping dengan daun pintu kayu. Diatas pintu terdapat ventilasi (roster) berjumlah 3 buah, berbahan beton dengan motif hias geometris. |
| Deskripsi Atap | : | Atap bangunan Kantor Satlantas Poltabes Yogyakarta merupakan atap limasan. Atap tersebut menggunakan genteng model paris |
| Deskripsi Lantai | : | Lantai pada bangunan Kantor Satlantas Poltabes Yogyakarta berupa keramik dengan ukuran 30 x 30 berwarna putih. |
| Deskripsi Kolom/Tiang | : | - |
| Deskripsi Ventilasi | : | Ventilasi pada bangunan Kantro Satlantas Poltabes Yogyakarta terdapat dua model yaitu roster dan jendela ventilasi dengan teralis besi. |
| Deskripsi Plafon | : | Kondisi plafon bangunan Kantor Satlantas Poltabes Yogyakarta terdapat dua model, yaitu cor (dengan motif anyaman bambu) di ruangan bawah tengah dan gibsum di ruangan atas. |
| Jenis Ragam Hias | : | - |
| Desain | : | Bangunan kantor ini memiliki ruangan bawah tanah yang dipergunakan sebagai gudang dan ruang tahanan. |
| Interior | : | Penggunakan gedeg (lembaran anyaman bambu) sebagai alas cor lantai atas yang menjadikan motif anyaman bambu pda langit-langit ruang bawah tanah. |
| Fungsi Situs | : | Perkantoran |
| Fungsi | : | Perkantoran |
| Tokoh | : | - |
| Peristiwa Sejarah | : | Gedung ini dibangun pada tahun 1919, awalnya merupakan fasilitas pendidikan yang dibangun pemerintah Belanda sebagai gedung Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), yaitu pendidikan menengah kelanjutan dari Ho/landsch lnlandsche School (HIS). Tahun 1 935 MULO menempati gedung di Kotabaru (sekarang SMP 5) dan gedung MULO digunakan untuk kantor Algemene Politie Yogyakarta. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini dipakai untuk kantor polisi Jepang (Kesatsu Sho) selama 3 tahun. Tanggal 1 Oesember 1947 hingga 6 JuU 1949 gedung ini digunakan untuk kantor Kepolisian Negara Republik Indonesia. Setelah ibukota pindah ke Jakarta, berturut-turut gedung ini digunakan sebagai Kantor Polisi Seksi I Yogyakarta, kemudian Markas Polres Yogyakarta, Markas Kepolisian Resort Kota Yogyakarta, dan sejak 31 Oktober 2000 berubah menjadi Markas Polisi Kota Besar Yogyakarta sampai sekarang. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Kepolisian Rl |
| Nama Pengelola | : | Poltabes Yogyakarta |
| Catatan Khusus | : | Koordinat pada SK: 49 X: 0429727 Y: 9137837 |