Loading

Prasasti Dawangsari

Status : Benda Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Prasasti Dawangsari berbentuk empat persegi panjang berbahan batu andesit dengan tulisan menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno. Aksaranya bulat dan miring ke kanan, ukuran besarnya tidak sama, dan digolongkan dalam aksara Kawi Awal.  Prasasti ini terdiri dari 23 baris bentuk Sloka 9 bait. Setiap bait terdiri dari 4 baris dan jumlah suku kata dalam satu baris ada 8 buah, sehingga bermetrum anustubh. Secara keseluruhan aksara masih tampak jelas kecuali pada baris 16, 17, 18 dan 19 ada beberapa aksara yang tampak kabur. Prasasti ini tidak mempunyai angka tahun. Secara umum isi Prasasti Dawangsari adalah mengenai pemujaan orang-orang Sadhu kepada dewa Ganeça. Prasasti telah ditelaah oleh Rita Margaretha S dan dibaca ulang oleh Tjahjono P dan Riboet Ds.  

 
Alih aksara dari Prasasti Dawangsari: 
  1. wulatta kita s?dhu tti?hali 

  1. gu?a dosa waih wulati citta tan 

  1. wyartha ti?on sad adikarmnika //1// Hayw? 

  1. gya umudi nua? len ?uni wai? yat 

  1. chalan naya acintya buddhi nin satwa wisti 

  1. rna gaganopama //2// Nahan tinonta 

  1. salawas wu?kal kewala tekana tuwi ? 

Status : Benda Cagar Budaya
Periodesasi : Klasik
Alamat : Dawangsari, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

SK Walikota/Bupati : SK Bupati Sleman 79.8/Kep.KDH/A/2021


Keterawatan : /
Dimensi Benda : Panjang -
Lebar -
Tinggi -
Tebal -
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Prasasti Dawangsari ditemukan pada tanggal 16 November 1979 oleh bapak Wongsorejo ketika mengolah tanahnya. Prasasti tersebut diletakkan di sebelah timur Arca Ganeça yang terbuat dari batu putih (batu kapur) menghadap barat. Arca tersebut berukuran tinggi 3,40 m, lebar 3,10 m dan tebal 2,15 m. Terdapat beberapa temuan lainnya yang berdekatan dengan tempat ditemukannya Prasasti Dawangsari dan Arca Ganeça. Saat ini lokasi tersebut merupakan situs/candi Dawangsari. Prasasti Dawangsari telah ditelaah oleh Rita Margaretha S, dibaca ulang oleh Tjahjono P dan Riboet Ds, serta ditinjau ulang oleh Ariesta Sicilia.  Tidak ditemukan unsur penanggalan dalam Prasasti Dawangsari, namun demikian berdasarkan paleografisnya diperkirakan bahwa bentuk aksara pada Prasasti Dawangsari memiliki kesesuaian dengan tipe Jawa Kuno Awal yang berkembang antara tahun 750 M hingga 925 M dan sejaman dengan prasasti Wukiran (862 M), Prasasti Kŗttikavāsalińga (856 M), Prasasti Tryamvakalińga (856 M) dan Prasasti Haralińga (tidak berangka tahun). Secara umum Prasasti Dawangsari merupakan prasasti yang berisi ajaran Hindu dengan pemujaan kepada Dewa Ganeça atau nama lainnya adalah Wināyaka. Isi prasasti juga menyebutkan bahwa orang  sādhu ini juga mempunyai tugas untuk menjadi teladan bagi manusia. Prasasti Dawangsari sama sekali tidak menyebutkan nama pejabat ataupun nama raja yang memerintah pada masa itu. Pada baris ke-empat prasasti disebutkan bahwa Wināyaka menampakkan wujudnya di gunung. Kemungkinan maksud gunung di sini adalah lingkungan bukit Ratu Baka tempat ditemukannya Arca Ganeça Dawangsari dan yang dimaksud dengan perwujudan Ganeça yang juga disebutkan dalam prasasti kemungkinan besar adalah Arca Ganeça yang ditemukan berdekatan dengan Prasasti Dawangsari.  
Konteks :
Riwayat Penemuan : Prasasti Dawangsari ditemukan pada tanggal 16 November 1979 oleh bapak Wongsorejo ketika mengolah tanahnya. Prasasti tersebut diletakkan di sebelah timur Arca Ganeça yang terbuat dari batu putih (batu kapur) menghadap barat.
Riwayat Penelitian : Prasasti Dawangsari telah ditelaah oleh Rita Margaretha S, dibaca ulang oleh Tjahjono P dan Riboet Ds, serta ditinjau ulang oleh Ariesta Sicilia.
Nilai Sejarah : Prasasti Dawangsari memiliki informasi tentang adanya pemujaan terhadap Ganeça sekitar abad ke 9 M. 
Nilai Ilmu Pengetahuan : Prasasti Dawangsari terkait dengan sastra dan literasi masyarakat Jawa Kuno.  
Nilai Agama : Prasasti Dawangsari berkaitan dengan aktivitas keagamaan pada abad ke 9 M di pulau Jawa. 
Nilai Budaya : Prasasti Dawangsari sebagai bukti perkembangan kebudayaan Hindu di Indonesia. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (sekarang Ba
Pengelolaan
Nama Pengelola : Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (sekarang Ba
Catatan Khusus : Kondisi saat ini: Disimpan di Balai Pestarian Cagar Budaya DIY dengan kondisi masih cukup baik. Ada beberapa bagian yang agak rusak pada baris ke delapan di bagian kanan, aus di baris ke dua puluh tiga bagian kanan bawah. Secara keseluruhan aksara masih tampak jelas kecuali pada baris 16, 17, 18 dan 19 ada beberapa aksara yang tampak kabur karena batu sudah aus.