| Keterawatan | : | / |
| Dimensi Benda | : |
Panjang - Lebar - Tinggi - Tebal - Diameter - Berat - |
| Peristiwa Sejarah | : | Prasasti Dawangsari ditemukan pada tanggal 16 November 1979 oleh bapak Wongsorejo ketika mengolah tanahnya. Prasasti tersebut diletakkan di sebelah timur Arca Ganeça yang terbuat dari batu putih (batu kapur) menghadap barat. Arca tersebut berukuran tinggi 3,40 m, lebar 3,10 m dan tebal 2,15 m. Terdapat beberapa temuan lainnya yang berdekatan dengan tempat ditemukannya Prasasti Dawangsari dan Arca Ganeça. Saat ini lokasi tersebut merupakan situs/candi Dawangsari. Prasasti Dawangsari telah ditelaah oleh Rita Margaretha S, dibaca ulang oleh Tjahjono P dan Riboet Ds, serta ditinjau ulang oleh Ariesta Sicilia. Tidak ditemukan unsur penanggalan dalam Prasasti Dawangsari, namun demikian berdasarkan paleografisnya diperkirakan bahwa bentuk aksara pada Prasasti Dawangsari memiliki kesesuaian dengan tipe Jawa Kuno Awal yang berkembang antara tahun 750 M hingga 925 M dan sejaman dengan prasasti Wukiran (862 M), Prasasti Kŗttikavāsalińga (856 M), Prasasti Tryamvakalińga (856 M) dan Prasasti Haralińga (tidak berangka tahun). Secara umum Prasasti Dawangsari merupakan prasasti yang berisi ajaran Hindu dengan pemujaan kepada Dewa Ganeça atau nama lainnya adalah Wināyaka. Isi prasasti juga menyebutkan bahwa orang sādhu ini juga mempunyai tugas untuk menjadi teladan bagi manusia. Prasasti Dawangsari sama sekali tidak menyebutkan nama pejabat ataupun nama raja yang memerintah pada masa itu. Pada baris ke-empat prasasti disebutkan bahwa Wināyaka menampakkan wujudnya di gunung. Kemungkinan maksud gunung di sini adalah lingkungan bukit Ratu Baka tempat ditemukannya Arca Ganeça Dawangsari dan yang dimaksud dengan perwujudan Ganeça yang juga disebutkan dalam prasasti kemungkinan besar adalah Arca Ganeça yang ditemukan berdekatan dengan Prasasti Dawangsari. |
| Konteks | : |
| Riwayat Penemuan | : | Prasasti Dawangsari ditemukan pada tanggal 16 November 1979 oleh bapak Wongsorejo ketika mengolah tanahnya. Prasasti tersebut diletakkan di sebelah timur Arca Ganeça yang terbuat dari batu putih (batu kapur) menghadap barat. |
| Riwayat Penelitian | : | Prasasti Dawangsari telah ditelaah oleh Rita Margaretha S, dibaca ulang oleh Tjahjono P dan Riboet Ds, serta ditinjau ulang oleh Ariesta Sicilia. |
| Nilai Sejarah | : | Prasasti Dawangsari memiliki informasi tentang adanya pemujaan terhadap Ganeça sekitar abad ke 9 M. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Prasasti Dawangsari terkait dengan sastra dan literasi masyarakat Jawa Kuno. |
| Nilai Agama | : | Prasasti Dawangsari berkaitan dengan aktivitas keagamaan pada abad ke 9 M di pulau Jawa. |
| Nilai Budaya | : | Prasasti Dawangsari sebagai bukti perkembangan kebudayaan Hindu di Indonesia. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (sekarang Ba |
| Nama Pengelola | : | Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (sekarang Ba |
| Catatan Khusus | : | Kondisi saat ini: Disimpan di Balai Pestarian Cagar Budaya DIY dengan kondisi masih cukup baik. Ada beberapa bagian yang agak rusak pada baris ke delapan di bagian kanan, aus di baris ke dua puluh tiga bagian kanan bawah. Secara keseluruhan aksara masih tampak jelas kecuali pada baris 16, 17, 18 dan 19 ada beberapa aksara yang tampak kabur karena batu sudah aus. |