Rumah tinggal milik Bapak Budi Santoso (depan) dalam naskah ini disebut dengan Rumah Tinggal Budi Santoso 1. Lantai rumah semula berupa floor (plester) yang dipola segi empat dengan ukuran 20 x 20 cm, tapi sekarang sudah ditutup dengan keramik dengan ukuran 30 x 30 cm. Proses pengeramikan dilakukan sekitar bulan April 2018. Dinding rumah awalnya berwujud gebyog, tapi saat ini sudah diganti dengan tembok. Atap rumah berbentuk limasan dengan dua wuwungan. Bahan penutup atap berupa genteng flaam. Di bagian tepi bawah genteng terdapat lisplang kayu yang dicat warna biru. Rumah tersebut menghadap ke arah utara dengan ukuran lebar 876 cm dan panjang 923 cm. Rumah ini terdiri dari beberapa bagian. Deskripsi masing-masing bagian sebagai berikut:
1) Teras
Teras berdenah segi empat dengan batas berupa hek atau pagar rendah berbahan kayu. Hek berada di kanan dan kiri teras. Hek dicat warna hijau dengan list warna biru. Hek berukuran masing-masing panjang 288 cm, tebal 2 cm, tinggi 90 cm. Untuk masuk ke teras melalui dua buah trap yang ada di utaranya, berukuran lebar 16 cm dan panjang 300 cm. Tiang penyangga atap berada di atas umpak yang terbuat dari batu. Masing-masing tiang berukuran 13 x 13 cm, dengan tinggi 325 cm. Jarak antar tiang 274 cm. Di antara tiang bagian atas (di bawah blandar) terdapat ornamen srawing. Ornamen srawing ini berbahan kayu yang dicat warna hijau. Plafon teras sekarang berupa eternit dengan ukuran 100 x 100 cm, bagian tersebut awalnya menggunakan anyaman bambu.
2) Ruang Tamu
Ruang tamu berada di selatan teras, berdenah persegi panjang dengan ukuran 576 x 312 cm. Penyekat antara teras dan ruang tamu berupa tiga buah dinding gebyog. Dinding gebyog berbahan kayu dan dicat warna hijau. Pada dinding tengah terdapat pintu kupu tarung dengan dua pasang daun pintu. Daun pintu luar berukuran 108 x 210 cm berupa panil kayu yang dicat warna hijau dengan lis warna biru dan kuning. Daun pintu dalam berukuran 115 x 109 cm bagian bawah berbahan kayu yang dicat warna kuning gading dengan lis warna biru dan hijau. Pada bagian atasnya terdapat empat buah panil kaca dengan lis warna biru. Bagian atas pintu terdapat ventilasi berteralis dengan ornamen sulur berbahan besi, berwarna hijau, dan berukuran 54 x 123 cm
Bagian gebyog kiri dan kanan memiliki model dan ukuran yang sama. Masing-masing berbahan kayu dengan cat warna hijau dan terdapat jendela kupu tarung. Jendela mempunyai daun jendela ganda. Bagian luar menggunakan panil kayu berukuran 100 x 120 cm yang dicat warna hijau dengan lis biru dan kuning. Daun jendela bagian dalam menggunakan panil kaca dengan rangka kayu yang dicat warna kuning gading dengan lis warna biru. Bagian atas jendela terdapat lubang angin dengan panil kayu yang dicat warna hijau. Bagian dalam ruang tamu terdapat dua buah tiang kayu berukuran 15 x 15 cm. Tiang kayu tersebut berdiri di atas umpak baru yang berbahan beton. Pada sebelah selatan ruang tamu terdapat pintu dengan model kupu tarung berbahn kayu yang dicat warna biru dengan lis warna kuning dan hijau, dan berukuran 121 x 120 cm. Tepat di selatan pintu tersebut terdapat anak tangga.
3) Kamar Tidur
Kamar tidur terletak di sebelah timur ruang tamu dengan ukuran 275 x 364 cm. Lantai kamar tidur berupa ubin warna abu-abu dengan ukuran 20 x 20 cm. Pintu kamar tidur berada di sisi barat dengan panil berbahan kayu yang dicat warna kuning gading dengan lis warna biru, dan berukuran 108 x 210 cm. Di atas pintu terdapat ventilasi model ornamen sulur berbahan besi yang dicat warna hijau, dan berukuran 100 x 120 cm. Pada sisi timur terdapat pintu kayu dengan model kupu tarung yang dicat warna biru dengan lis warna kuning dan hijau.
4) Mushola
Bagian selatan ruang tamu terdapat ruangan yang digunakan sebagai tempat salat. Ruang tempat salat berukuran 221 x 275 cm. Pada dinding sebelah selatan ruang salat terdapat jendela model panil kaca dengan rangka kayu yang dicat warna kuning gading dengan lis warna biru, dengan ukuran 100 x120 cm.
| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Deskripsi Fasad | : | Rumah Budi Santoso I dibangun menghadap ke arah utara dan menggunakan gaya arsitektur tradisional Jawa. Atap bangunan berbentuk limasan dengan dua wuwungan atau disebut juga dengan cere gancet. Atap bangunan menggunakan genteng berjenis flam. Pada bagian tepi bawah genteng terdapat lisplang kayu. Terdapat hek atau pagar rendah berbahan kayu. Terdapat pula tiang penyangga berbahan kayu yang berada di atas umpak batu. Adapun lantai rumah berupa keramik putih. Terdapat penambahan panil kaca pada bagian fasad rumah. Pada bagian bawah bangunan terdapat pondasi batu kali yang diperkuat dengan spesi. |
| Deskripsi Konsol | : | Tidak terdapat konsol pada Rumah Budi Santoso I. |
| Deskripsi Jendela | : | Terdapat beberapa model jendela pada Rumah Budi Santoso I. Pada sisi utara/fasad, terdapat 2 jendela kupu tarung berdaun ganda depan belakang dimana bagian luar menggunakan panil kayu yang dicat warna hijau dengan lis biru dan kuning. Daun jendela bagian dalam menggunakan panil kaca dengan rangka kayu yang dicat warna kuning gading dengan lis warna biru. Pada sisi barat dan timur, terdapat 1 jendela kombinasi antara kaca mati dan kaca nako yang diberi cat warna cokelat. Pada sisi selatan, terdapat 2 jendela model panil kaca berangka kayu yang diberi cat warna cokelat. |
| Deskripsi Pintu | : | Pada Rumah Budi Santoso I sebagian besar menggunakan pintu kupu tarung. Pada sisi utara/fasad, terdapat 1 pintu kupu tarung dengan dua pasang daun pintu. Daun pintu luar berupa panil kayu yang diberi cat warna hijau dengan lis biru. Daun pintu dalam berupa kaca panil pada bagian atas dan kayu pada bagian bawah berwarna kuning gading dengan lis hijau dan biru. Pada bagian atas pintu terdapat ventilasi tralis besi dengan ornamen sulur warna hijau. Pada bagian dalam rumah, terdapat 2 pintu kupu tarung dari kayu. Pada sisi selatan, terdapat 1 pintu kupu tarung dari kayu yang diberi cat warna biru dengan lis kuning. Pada sisi timur yang terhubung dengan kamar terdapat 1 pintu kupu tarung berdaun ganda dari kayu yang diberi cat biru. |
| Deskripsi Atap | : | Atap pada Rumah Budi Santoso I masih asli. Atap bangunan berbentuk limasan dengan dua wuwungan dan menggunakan genteng berjenis flam. |
| Deskripsi Lantai | : | Lantai pada Rumah Budi Santoso I menggunakan keramik berwarna putih berukuran 30 x 30 cm. Sebelumnya, lantai rumah ini berupa plester yang dibentuk pola segi empat dengan ukuran 20 cm x 20 cm. Adapun lantai kamar tidur menggunakan keramik berwarna abu-abu. |
| Deskripsi Kolom/Tiang | : | Terdapat tiang berbahan kayu yang berdiri di atas umpak batu pada bangunan utama dan tambahan (dapur). Ukuran tiang 13 cm x 13 cm. |
| Deskripsi Ventilasi | : | Pada Rumah Budi Santoso I terdapat ventilasi tralis dari besi dengan ornamen sulur warna hijau yang terletak di atas pintu masuk. Selain itu, terdapat ventilasi kayu yang berada di atas jendela ruang tamu dan kamar. Terdapat pula ventilasi rooster pada dinding sisi barat rumah. |
| Deskripsi Plafon | : | Plafon pada Rumah Budi Santoso I berupa eternit warna putih. |
| Jenis Ragam Hias | : | Terdapat ragam hias berbentuk sulur pada ventilasi di Rumah Budi Santoso I. Selain itu, terdapat ornamen srawing diantara tiang bagian atas. |
| Arsitek | : | Bangunan ini merupakan bangunan berarsitektur vernakular (Jawa-Limasan) yang dibangun oleh Mitrowijono, kakek dari Bapak Budi Santoso I. |
| Desain | : | Desain bangunan terlihat menarik karena menggunakan gaya tradisional Jawa yang sudah tidak banyak dijumpai di sekitar area pemukiman Jogoyudan. Proses |
| Interior | : | Secara keseluruhan pembagian ruang pada Rumah Budi Santoso I berupa teras, ruang tamu, dan kamar tidur. Adapun bagian dapur berada di sisi timur bangu |
| Tokoh | : | |
| Peristiwa Sejarah | : | Rumah tinggal Bapak Budi Santoso 1 didirikan oleh kakek dari Bapak Budi Santoso. Bapak Budi Santoso menerima rumah ini sebagai warisan dari ayahnya yang bernama S. Widyosusanto. |
| Konteks | : |
| Riwayat Rehabilitasi | : | Bangunan Rumah Budi Santoso I belum pernah dilakukan rehabilitasi secara menyeluruh. Akan tetapi, beberapa kali telah dilakukan renovasi pada bangunan rumah seperti penggantian lantai plester menjadi keramik dan penggantian gebyok menjadi dinding bata. Pemasangan plafon juga dilakukan pada Rumah Budi Santoso I. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Dapat diteliti lebih lanjut untuk menjawab permasalahan arsitektur tradisional Jawa |
| Nilai Budaya | : | Bangunan tersebut dapat mewakili jati diri (cultural identity) dari masyarakat Kulon Progo. Dari Segi etnik bangunan tersebut merupakan ciri khas dari tempat tinggal orang berada di Kulon Progo masa lalu. Dari segi estetik bangunan tersebut dibangun dengan mempertimbangkan keindahan dan keserasian dengan lingkungan di sekitarnya. Dari segi publik bangunan tersebut sangat berpotensi untuk menjadi fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum yang berkaitan dengan kebudayaan. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Budi Santoso |
| Alamat Pemilik | : | Jogoyudan, Kel. Wates, Kec. Wates, Kulon Progo |
| Nomer Kontak | : | 085799346300 |
| Nama Pengelola | : | Budi Santoso |
| Alamat Pengelola | : | Jogoyudan, Kel. Wates, Kec. Wates, Kulon Progo |
| Nomer Kontak | : | 085799346300 |
| Persepsi Masyarakat | : | |
| Catatan Khusus | : | ?Dahulu dikarenakan Rumah Budi Santoso I menggunakan gebyok maka dapat dilepas pasang yang membuat bangunan rumah ini serupa pendopo. Saat ini gebyok tersebut digunakan sebagai dinding pada bangunan tambahan yang berada di timur bangunan utama. Adapun dari segi bentuk bangunan, antara Rumah Budi Santoso I dan II tidak memiliki perbedaan yang signifikan dari segi fasad bahkan cenderung sama. |