Bangunan Rumah di Jalan Tegalgendu Nomor 7 Yogyakarta memiliki halaman seluas 1240 m2. Posisi bangunan berada pada bagian belakang lahan (sisi Barat Laut lahan). Bangunan ini mendapatkan pengaruh unsur kolonial meskipun unsur arsitektur Jawanya masih cukup dominan terutama pada tata ruang dan ornamen-ornamen pada pintu. Tata ruang rumah terdiri dari bangunan Pendapa, Pringgitan, Dalem, Senthong, Pawon dan Pekiwan. Bangunan menghadap ke selatan.
Bangunan paling depan adalah Pendapa yang terbukapada sisi depan dan sisi timur. Pandapa pringgitan dengan tegel teraso ukuran 30x30 centimeter. Bangunan Pendapa mengindikasikan sebagai fungsi penerima/ teras / ruang tamu, pada bagian depan (Selatan) terdapat tiang berbahan kayu berjajar empat, bagian tengah dua tiang berbahan kayu, tiang berfungsi sebagai penyangga struktur atap Pendapa. Tiang kayu tersebut memiliki bentuk yang khas. Bangunan ini mendapatkan pengaruh arsitektur kolonial dengan adanya konsol besi dan penggunaan material kaca. Langit-langit Pendapa dengan plafon dengan plepet kayu. Sedangkan atap bagian pringgitan berbentuk limasan dengan genteng kripik dan terdapat teritisan bertingkat di bagian depan dan sisi timur, dengan atap dari seng.
Ruang antara Pendapa dan Dalem seolah menggambarkan Pringgitan yang diatapi limasan berukuran 2,15x8,30m2 dibatasi dinding dengan tiga pintu sebagai penghubung ke ruang Dalem. Ruang Pringgitan memiliki lantai yang sama tinggi dan bahan dengan Ruang Pendapa. Daun pintu dan jendela berbahan kayu dengan tipe kupu tarung.
Bagian Dalem menggunakan lantai tegel merah ukuran 20x20 centimeter, dengan atap bertipe limasan, pada ndalem tidak dipasang langit-langit / plafon. Dinding sisi barat tidak terdapat jendela ataupun pintu, Sedangkan pembatas dengan bagian senthong merupakan dinding batu bata yang terdapat tiga pintu penghubung bertipe pintu koboy pada sisi kanan dan sisi kiri pada pintu bagian tengah tidak ada daun pintunya. Diatas pintu koboy sisi barat terdapat hiasan ukiran pahatan kayu berornamen flora (lung-lungan/suluran).
Sentong berada di belakang ndalem. Sentong merupakan ruangan memanjang. Lantai sentong dengan tegel hijau ukuran 20x20 centimeter. Diding sisi barat terdapat roster yang berfungsi sebagai penerangan dan ventilasi, dinding belakang terdapat pintu butulan. Atap sentong adalah panggang pe (atap miring tanpa ada bubungan) langit-langit sentong dengan bahan asbes tanpa plepet dengan bentuk miring mengikuti kemiringan atap.
Sedangkan bangunan bagian timur diperkirakan bangunan baru terdapat ruang-ruang antara lain ruang makan ruang tidur dan pakiwan (kamar mandi/WC) serta garasi.