| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Deskripsi Fasad | : | Bangunan bergaya indis dengan penggunaan dinding yang tinggi dan tebal. Tampak depan atap ebrbentuk sederhana yaitu atap pelana dengan ornamentasi garis geometris membentuk pola segitiga. Penggunaan jendela berukuran besar dan lebar. |
| Deskripsi Jendela | : | Jendela menggunakan dua model. Jendela rangkap, bagain luar model kupu tarung panil krepyak, bagian dalam kupu tarung panil kaca dengan penambahan teralis besi berbentuk floral Jendela panil kaca satu daun jendela dengan lis kayu berwarna putih dengan penambahan teralis besi berbentuk floral |
| Deskripsi Pintu | : | Pintu utama menggunakan model kupu tarung panil kayu bercat putihPintu ruang menggunakan model kupu tarung panil kaca dengan lis kayu bercat putih |
| Deskripsi Atap | : | Atap menggunakan kombinasi atap jenis perisai yang membujur barat timur, dan atap pelana pada bagian tengah depan |
| Deskripsi Lantai | : | Lantai menggunakan tegel kombinasi warna abu-abu dna merah dengan motif flora (bunga) |
| Deskripsi Ventilasi | : | Ventilasi dari roster berbentuk garis vertikal berjajar dan horizontal Ventilasi dari kayu bercat putih berbentuk pola persegi dan segi enam di atas ambang pintu |
| Deskripsi Plafon | : | Plafon dari beton cor berwarna putih |
| Jenis Ragam Hias | : | Ornamen dari plester berbentuk persegi panjang yang berada di struktur dinding bawah jendela |
| Desain | : | Secara arsitektural komposisi atap massa bangumam rumah asimetris, yang merupakan hasl pengembangan bentuk awal atap limasan titik/garis dengan posisi |
| Peristiwa Sejarah | : | Bangunan memiliki arti khusus bagi sejarah karena lokasi perumahan merupakan pengembangan permukiman khusus bagi orang Belanda setelah perumahan di Loji Kecil dan Bintaran sudah tidak mencukupi lagi. Lokasi tersebut juga menyimpan sejarah terjadinya peristiwa perebutan senjata antara pejuang Indonesia dengan tentara Jepang pada tahun 1945 di gedung Asrama Kompi Bantuan Kotabaru. Selain itu, bangunan ini merupakan perpaduan antara arsitektur kolonial dengan tradisional yang dapat dipakai sebagai referensi pendidikan arsitektur |
| Konteks | : | Perkembangan permukiman kolonial Kotabaru tahun 1917 |
| Nilai Sejarah | : | Merupakan perkembangan permukiman khusus bagi orang Belanda setelah perumahan di Loji Kecil dan Bintaran tidak mencukupi lagi. Lokasi bangunan merupakan lokasi peristiwa bersejarah yaitu peristiwa perebutan senjata pada tahun 1945 antara pejuang Indonesia dengan tentara Jepang di gedung Asrama Kompi Kotabaru. |
| Nilai Pendidikan | : | Bangunan ini merupakan perpaduan budaya Eropa dangan Jawa (gaya arsitektur Indis), bangunan ini dapat digunakan sebagai contoh untuk referensi pendidikan arsitektur, serta menunjukkan kemampuan adaptasi budaya. |
| Nilai Budaya | : | Bangunan Jl. Supadi No.11, merupakan salah satu bagian dari permukiman dengan konsep Garden City, yang memadukan gaya arsitektur bangunan kolonial dengan tradisional Jawa, merupakan salah satu contoh bangunan dengan gaya arsitektur Indis dengan variannya. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Yohanes Samudra |
| Alamat Pemilik | : | Ketandan Wetan GM I/547A, RT18/RW05 Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta |
| Nomer Kontak | : | 0818261888 |
| Nama Pengelola | : | MF. Jenny Setiawati Yosgiarso, S.H. |
| Alamat Pengelola | : | Wetan GM I/547A, RT18/RW05 Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta |
| Nomer Kontak | : | 0818261888 |
| Catatan Khusus | : | Koordinat UTM SK : 49M 430870.13; 9139435.76 |