| Deskripsi Fasad |
: |
Bangunan Kompleks Biara Suster OSF (Ordo Santo Fransiskus) dan SD Marsudirini memiliki gaya arsitektur Indish peralihan (1890-1915) dengan ciri khas denah simetri penuh, bentuk gevel-gevel pada arsitektur Belanda yang terletak ditepi sungai muncul kembali, pemakaian bahan bangunan utama yaitu bata dan kayu, pemakaian kaca (terutama pada jendela) juga masih sangat terbatas, dinding pemikul dengan gevel-gevel depan yang mencolok, serta ada kesan untuk membuat tampak kelihatan lebih romantis, dengan cara-cara membuat gevel dengan hiasan serta atap pelana.SD Marsudirini: membujur dari utara ke selatan yang terdiri dari 10 ruang di lantai bawah dan 6 ruang di lantai atas yang dihubungkan oleh dua tangga di bagian depan dan tengah bangunan. Penggunaan bahan bangunan untuk dinding menggunakan batu bata dengan plesteran. Dinding bangunan sebelah utara pada bagian bawahnya menggunakan hiasan andesit expose (rubble wall). Bangunan memiliki teras asli menggunakan bahan penutup genteng dan struktur pendukung dari kayu jati serta penyangga menggunakan pipa besi. SD Marsudirini memiliki empat gable wall pada sebelah utara, timur, selatan dan barat). Tiga gable wall utama di sebelah utara memiliki ornamen berupa pengulangan bentuk persegi empat (rectangular) dengan penataan pola mengikuti kemiringan gable wall. Pada puncak gable wall sebelah utara terdapat ornamen bentuk salib dengan variasi motif sulur terbuat dari besi tempa berukuran 600x 600 x 800 mm. Sedangkan gable wall sebelah selatan tidak memiliki ornamen. Akhiran pada keempat gable wall berbentuk diamond posisi vertikal.Bangunan Kompleks Biara Suster OSF membujur dari timur ke barat. Terdiri dari ruang tamu, ruang rekreasi, kapel, dan kamar-kamar tidur suster. Penggunaan bahan bangunan untuk dinding menggunakan batu bata dengan plesteran. Dinding bangunan sebelah utara pada bagian bawahnya menggunakan hiasan andesit expose (rubble wall). Bangunan kantor yayasan Marsudirini: Bangunan ini memiliki empat gable wall (juga dikenal dengan istilah gunungan atau gewel) pada sebelah utara, timur, selatan dan barat). Gable wall sebelah utara memiliki ornamen berundak dengan pola mengikuti kemiringan gable wall.
|
| Deskripsi Jendela |
: |
Struktur bukaan pada pintu dan jendela menggunakan pola lengkung
semi circular pada bagian belakang
bangunan dan kusen pintu atau jendela ditempatkan di dalamnya. Bahan yang
digunakan untuk kusen pintu dan jendela menggunakan kayu jati dengan penampang
berukuran 100 x 200 mm. Pintu dan jendela menggunakan model kupu tarung. |
| Deskripsi Pintu |
: |
Struktur bukaan pada pintu dan jendela menggunakan pola lengkung
semi circular pada bagian belakang
bangunan dan kusen pintu atau jendela ditempatkan di dalamnya. Bahan yang
digunakan untuk kusen pintu dan jendela menggunakan kayu jati dengan penampang
berukuran 100 x 200 mm. Pintu dan jendela menggunakan model kupu tarung. |
| Deskripsi Atap |
: |
SD Marsudirini: Bentuk atap yang digunakan adalah tipe gable dimana atap terbentuk atas dua bagian datar yang dinaikan pada pertemuan di tengahnya sehingga membentuk segitiga dan diakhiri dengan dinding yang berbentuk segitiga. Bentuk atap gable di bagian depan dirancang menyerupai salib (cruciform). Materi penutup atap yang digunakan adalah genteng.Bangunan Kompleks Biara Suster OSF: Bentuk atap yang digunakan adalah tipe gable dimana atap terbentuk atas dua bagian datar yang dinaikan pada pertemuan ditengahnya sehingga membentuk segitiga dan diakhiri dengan dinding yang berbentuk segitiga. Bentuk atap gable di bagian depan dirancang menyerupai salib (cruciform). Bangunan kantor yayasan Marsudirini: Bentuk atap yang digunakan adalah tipe gable dimana atap terbentuk atas dua bagian datar yang dinaikan pada pertemuan ditengahnya sehingga membentuk segitiga dan diakhiri dengan dinding yang berbentuk segitiga. Bentuk atap gable di bagian depan dirancang menyerupai salib (cruciform). Material penutup atap menggunakan genteng tanah liat bertipe kodok
|
| Deskripsi Lantai |
: |
Lantai bawah menggunakan tegel berwarna abu-abu dengan
ukuran 200x200 mm sedangkan lantai atas menggunakan lantai kayu. Namun pada
perkembangannya lantai bawah dan atas seluruhnya ditutup dengan pemasangan
lantai keramik ukuran 200x200 mm.
|
| Deskripsi Ventilasi |
: |
Pada bangunan SD Marsudirini tipe ventilasi yang digunakan adalah tipe jalusi/ krepyak yang terpasang pada daun jendela dan pintu.
Bangunan Kompleks Biara Suster OSF: Ventilasi yang digunakan adalah tipe jalusi/krepyak yang terpasang pada daun jendela. Bangunan kantor yayasan Marsudirini: Ventilasi yang digunakan adalah tipe jalusi/krepyak yang terpasang pada daun jendela.
|
| Deskripsi Plafon |
: |
SD Marsudirini: Langit-langit yang digunakan di lantai bawah menggunakan dua jenis langit-langit. Langit-langit pertama di bagian lantai bawah pada bangunan bertingkat (RA. 01- RF. 01) menggunakan konstruksi lantai atas sebagai langit-langit yaitu berbahan papan dan balok WF (wide flange/ baja berpenampang huruf ‘H’). Jenis kedua adalah penggunaan langit-langit pada lantai bawah bukan bangunan bertingkat (RG. 01- RF. 01) menggunakan lembaran plat baja. Bangunan Kompleks Biara Suster OSF: Bagian langit-langit ruangan menggunakan plat baja yang dihiasi motif tumpal dan bercat hijau tosca.
|
| Jenis Ragam Hias |
: |
Bangunan Kompleks Biara Suster OSF: Tiga gable wall utama di sebelah utara memiliki ornamen berupa pengulangan bentuk relung semu dengan penataan pola mengikuti kemiringan gable wall. Pada puncak gable wall sebelah utara terdapat ornamen bentuk salib dengan variasi motif sulur terbuat dari besi tempa berukuran 600x600 x 800 mm
|