Loading

Rumah Tinggal Jalan Bintaran Wetan No. 5

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Bangunan Rumah di Jalan Bintaran Wetan no. 5 merupakan rumah tinggal berarsitektur indis. Bangunan rumah tinggal ini memiliki tiga massa bangunan yaitu massa A, massa B, dan massa C.

1. Massa A
Massa A berupa bangunan yang memanjang dari barat ke timur. Ciri khas bangunan indis yang menonjol pada bangunan ini yaitu ketinggian bangunan yang sangat tinggi, serta lubang penghawaan yang jumlahnya banyak. Bangunan utama memiliki 8 ruang dan teras pada bagian depan. Bangunan sisi timur terdiri dari 5 ruang yang semuanya difungsikan sebagai kamar mandi. Sedangkan di sebelah kamar mandi terdapat satu ruang yang menyerupai garasi atau gudang.

Bentuk atap bangunan ini adalah atap pelana. Penutup atap yang digunakan menggunakan genteng kripik. Di bagian depan terdapat tutup keong dengan bahan kayu.

Bagian depan rumah ini terdapat teras dengan ukuran 6.56 x 3.75 m. Pada bagian barat terdapat dinding roster dan jalan masuk berada di sisi selatan teras. Langit-langit pada teras menggunakan eternit. Terdapat dua pintu masuk menuju ruang utama di sebelah timur teras. Pintu berbahan kayu dan berbentuk kupu tarung. Pada bagian sisi luar, pintu terdiri dari panel kayu berornamen krepyak di sisi atas dan panel kayu pada sisi bawah. Sedangkan pada sisi dalam, pintu menggunakan panel kaca di bagian atas dan panel kayu di bagian bawah. Pada bagian atas pintu terdapat tebeng dengan ornamen panahan. Penutup lantai yang digunakan pada teras berupa tegel motif berukuran 30 x 30 cm.

Dari ruang utama (Ruang No 1) ini terdapat dua pintu menuju sisi timurnya. Satu pintu menghubungkan ke dalam ruangan (2), satu pintu menuju selasar. Ruang no 2 dan ruang 3 terhubung dengan sebuah pintu. Sedangkan ruang 4 terhubung dengan ruang 5. Langit-langit yang digunakan pada ruang 1, 2, 3, 4 dan 5 menggunakan papan kayu. Sedangkan pada ruang 6 menggunakan eternit warna putih.

Ada 2 model pintu yang digunakan pada bangunan utama ini. Model pintu pertama yang digunakan sama seperti pintu bagian depan berupa pintu kupu tarung 2 sisi, sedangkan model kedua berupa kupu tarung dengan panel kayu sederhana. Pintu model pertama digunakan pada ruangan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Sedangkan pintu model kedua digunakan pada ruangan 7 dan 8.

Sedangkan bentuk jendela yang digunakan pada bangunan ini terdapat 4 model berbeda. Model pertama yang banyak digunakan adalah jendela dengan bentuk kupu tarung. Pada sisi luar berupa krepyak, sedangkan pada sisi dalam berupa panel kaca. Model kedua adalah jendela berbentuk kupu tarung satu sisi berbahan panel kayu. Model ketiga adalah jendela terbuka tanpa daun dan hanya menggunakan kawat saja. Model keempat hampir sama dengan model pertama, hanya ukurannya sedikit lebih kecil dari jendela model pertama.

Penutup lantai pada bangunan ini menggunakan 3 model yang berbeda. Model pertama adalah tegel motif flora dengan ukuran 30x30 cm. model tegel ini adalah yang paling banyak digunakan pada bangunan ini. Ruangan yang menggunakan tegel ini diantaranya adalah teras depan, ruang 1, 2, 3, 4, dan 5 serta selasar di depannya. Sedangkan model kedua adalah tegel berukuran 30x30 cm dengan motif kotak-kotak kecil. Model ini terdapat di ruangan No 7 dan 8. Model ketiga adalah tegel semen warna abu-abu berukuran 20x20 cm. Tegel model ini terdapat pada selasar di depan ruangan no 7 dan 8.

2. Massa B
Massa B merupakan bangunan paling timur yang terdiri dari 5 ruangan. Semua ruangan tersebut digunakan sebagai kamar mandi. Dua kamar mandi menghadap ke barat, dan tiga lainnya menghadap ke utara.

3. Massa C
Massa C merupakan bangunan yang berada di sisi barat kamar mandi Massa bangunan ini berbentuk persegi Panjang dengan ukuran 5.7x3.7 m. Bangunan ini menghadap ke barat dan terdapat sebuah pintu besar dari kayu di sisi depan. Tepat di bawah gebel terdapat ornamen persegi menonjol yang tersusun mengikuti kemiringan gebel. Tepat di atas pintu terdapat lubang angin. Di atas lubang angin tersebut terdapat tiga buah roster beton.

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Alamat : Jl. Bintaran Wetan no. 5 RT 32 RW 08, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.802675° S, 110.375477° E

SK Walikota/Bupati : SK WALKOT Yogyakarta


Lokasi Rumah Tinggal Jalan Bintaran Wetan No. 5 di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Jenis Struktur : Kolonial
Dimensi Struktur
Jenis Bangunan : Kolonial
Fungsi Bangunan : Rumah/Permukiman
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Deskripsi Fasad : Bangunan utama memanjang dari barat ke timur. Bagian depan rumah ini terdapat teras dengan ukuran 6.56 x 3.75 m. pada bagian barat terdapat pagar dan jalan masuk berada di sisi selatan teras. Langit-langit pada teras menggunakan eternit. Terdapat dua pintu masuk menuju ruang utama di sebelah timur teras.
Deskripsi Jendela : 1) Model yang banyak digunakan adalah jendela dengan bentuk kupu tarung. Pada sisi luar berupa krepyak, sedangkan pada sisi dalam berupa panel kaca. 2) Model kedua adalah jendela berbentuk kupu tarung satu sisi berbahan panel kayu. 3) Model ketiga adalah jendela terbuka tanpa daun dan hanya menggunakan kawat saja. 4) Model keempat hampir sama dengan model pertama, hanya ukurannya sedikit lebih kecil dari jendela model pertama.
Deskripsi Pintu : 1) Pintu masuk: berbahan kayu dan berbentuk kupu tarung. Pada bagian sisi luar, pintu terdiri dari panel kayu berornamen krepyak di sisi atas dan panel kayu pada sisi bawah. Sedangkan pada sisi dalam, pintu menggunakan panel kaca di bagian atas dan panel kayu di bagian bawah. 2) Model pintu kupu tarung dengan panel kayu sederhana
Deskripsi Atap : Bentuk atap bangunan ini adalah atap pelana. Penutup atap yang digunakan menggunakan genteng kripik. Di bagian depan terdapat tutup keong dengan bahan kayu.
Deskripsi Lantai : 1) Model pertama adalah tegel motif flora dengan ukuran 30x30 cm. model tegel ini adalah yang paling banyak digunakan pada bangunan ini. Ruangan yang menggunakan tegel ini diantaranya adalah teras depan, ruang 1, 2, 3, 4, dan 5 serta selasar di depannya. 2) Model kedua adalah tegel berukuran 30x30 cm dengan motif kotak-kotak kecil. Model ini terdapat di ruangan No 7 dan 8. 3) Model ketiga adalah tegel abu-abu berukuran 20x20 cm. Tegel model ini terdapat pada selasar di depan ruangan no 7 dan 8. 4) Model keempat yang terletak pada teras adalah tegel motif berukuran 30 x 30 cm
Deskripsi Ventilasi : Pada bangunan di sisi selatan terdapat lubang angin di atas pintu. Di atas lubang angin terdapat tiga buah roster beton
Deskripsi Plafon : 1) Langit-langit pada teras menggunakan eternit. 2) Langit-langit yang digunakan pada ruang 1, 2, 3, 4 dan 5 menggunakan papan kayu. 3) Langit-langit pada ruang 6 menggunakan eternit warna putih.
Fungsi Situs : Rumah/Permukiman
Fungsi : Rumah/Permukiman
Peristiwa Sejarah : -
Konteks : Nama Bintara berasal dari seorang pangeran yang bernama Pangeran Bintoro. Di kawasan ini terdapat Ndalem Mandala Giri yang merupakan rumah kediaman Pangeran Haryo Bintoro. Kawasan ini berkembang menjadi area pemukiman Belanda pada tahun 1900an. Kawasan ini merupakan pengembangan dari permukian Belanda yang telah ada sebelumnya yaitu di kawasan Lodji Gede dan Lodji Kecil. Kawasan pemukiman Bintaran sebagian besar merupakan pemukiman orang-orang yang memiliki pekerjaan sebagai pengusaha Belanda.Bangunan rumah di Jalan Bintaran no 5 didirikan pada tahun 1900an oleh orang Belanda, kemudian menjadi milik Paku Alam VII dan diwariskan secara turun-temurun.
Nilai Sejarah : Rumah di Jalan Bintaran Wetan nomor 5  memiliki arti khusus bagi sejarah perkembangan arsitektur rumah hunian bangsa Eropa (kolonial) di Yogyakarta.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Rumah di Jalan Bintaran Wetan nomor 5 merupakan bangunan yang memiliki gaya arsitektur rumah kolonial memiliki arti khusus ilmu pengetahuan tang berguna bagi objek pembelajaran ilmu arsitektur dan sipil.
Nilai Pendidikan : -
Nilai Budaya : Rumah di Jalan Bintaran Wetan no. 5 adalah salah satu bangunan bergaya arsitektur indis. Arsitektur indis di bintaran adalah salah satu gaya arsitektur yang menggabungkan antara arsitektur kolonial dengan arsitektur lokal, sehingga menghasilkan satu gaya yang khas terkait teknologi dan seni rancang bangun bangunan indis serta adaptasi bangunan dengan kondisi alam tropis di Indonesia khususnya di Yogyakarta.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Pakualaman Ground (Sertifikat)
Pengelolaan
Nama Pengelola : Pakualaman Ground (Sertifikat)