Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
Komponen Pelengkap | : |
|
Peristiwa Sejarah | : | Yayasan Kanisius adalah lembaga pendidikan tertua di Jawa. Yayasan didirikan oleh Fransiskus van Lith SJ. di Muntilan pada tahun 1918 sebagai Canisius Vereniging, yang berarti Perkumpulan Kanisius. Yayasan Kanisius merupakan Lembaga yang menyelenggarakan sekolah-sekolah mulai dari TK sampai tingkat SMA/SMK. Sekolah-sekolah Kanisius pada awalnya tersebar di wilayah Keuskupan Agung Semarang dan kebanyakan berada di daerah pedesaan. Adapun sekolah Kanisius yang berada di kota banyak terdapat di kampung-kampung tempat pemukiman rakyat biasa. Pada awal didirikan, Canisius Vereniging berada di bawah kepengurusan Serikat Yesus. Direktur Canisius Vereniging yang menjabat pada tahun 1927, yakni Rama F. Straeter SJ, memindahkan kantor administrasi yayasan dari Muntilan ke Yogyakarta. Pemindahan tersebut dilakukan untuk memudahkan pengelolaan administrasi sekolah-sekolah di bawah yayasan yang semakin banyak. Kemudian pada tanggal 31 Juli 1927 Canisius Vereninging diubah namanya menjadi Canisius Stichting. Perubahan tersebut disahkan dengan Akte Notaris Dirk Johan Foquin de Grave tertanggal 5 Agustus 1929 no. 2 di Yogyakarta. Pada tahun 1940 Serikat Yesus menyerahkan kepemilikan yayasan kepada Vikariat Apostolik Semarang yang baru saja dibentuk. Vikariat Apostolik merupakan bentuk otoritas dalam Gereja Katolik Roma yang dibentuk dalam wilayah misi yang belum memiliki keuskupan. Vikariat Apostolik dipimpin oleh vikaris apostolik yang menjadi wakil (vicar) dari Paus. Vikariat Apostolik Semarang dipimpin oleh vikaris apostolik Mgr. Albertus Soegijapranata SJ. Adapun wilayah misi Vikariat Apostolik Semarang mencakup Karesidenan Semarang, Karesidenan Surakarta, Karesidenan Kedu (kecuali Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Kebumen, Karesidenan Pati (kecuali Karesidenan Rembang dan Kabupaten Blora), serta Provinsi Yogyakarta. Di bawah kepengurusan vikariat, Yayasan Kanisius berkembang bersamaan dengan perkembangan gereja-gereja di bawah Keuskupan AgungSemarang. Joseph dan Julius Schmutzer bersaudara merupakan dua orang Belanda beragama Roma Katolik yang tinggal di Ganjuran, Bantul. Mereka merupakan pendiri dan pemilik Pabrik Gula Gondanglipuro di Ganjuran, Bantul yang mulai beroperasi pada tahun 1912. Selain mendirikan pabrik gula, Schmutzer bersaudara juga mendirikan gereja, rumah sakit, dan sekolah-sekolah. SMP Kanisius Bambanglipura merupakan salah satu dari sekolah yang dibangun oleh Schmutzer bersaudara. SMP Kanisius Bambanglipura didirikan pada tahun 1919 di atas tanah yang termasuk dalam bagian Pabrik Gondanglipuro. SMP Kanisius Bambanglipura beroperasi di bawah kepengurusan Schmutzer bersaudara hingga tahun 1934. Hal ini karena Julius Schmutzer jatuh sakit sehingga harus dirawat di Belanda. Kepengurusan Pabrik Gondanglipuro kemudian diserahkan kepada administratur yang ditunjuk oleh Schmutzer. Sedangkan SMP Kanisius Bambanglipura diserahkan kepada Yayasan Kanisius. Foto lama bangunan depan SMP Kanisius Bambanglipura menunjukkan bahwa terdapat pintu yang terbuat dari kayu berdaun dua pada dinding selatan dan dinding barat bangunan kelas. Pintu-pintu tersebut menunjukkan karakteristik yang sama dengan pintu berdaun dua yang dipasang pada dinding selatan bangunan. Saat ini pintu pada dinding selatan dan barat telah diganti dengan pasangan bata setengah batu yang dilapisi plesteran semen. Belum dapat diketahui kapan tepatnya penggantian tersebut dilakukan. Ketika terjadi Gempa Yogyakarta tahun 2006, bangunan depan SMP Kanisius Bambanglipura tidak mengalami banyak kerusakan, akan tetapi bangunan baru yang terletak di sebelah selatan bangunan SMP Kanisius roboh. Pada tahun 2007 di depan lorong ditambahkan kuncungan. |
Nilai Sejarah | : | Memiliki nilai sejarah yang tinggi karena berhubungan dengan sejarah pendidikan di daerah Bantul pada masa kolonial yang masih difungsikan hingga sekarang |
Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Memberikan informasi tentang model arsitektur Indis yang berkembang pada awal abad ke-20 serta memberikan informasi tentang perkembangan pendidikan di Bantul. Selain itu bangunan SMP Kanisius Bambanglipura mempunyai potensi untuk diteliti bidang ilmu arkeologi, sejarah, arsitektur, dan teknik bangunan |
Nilai Pendidikan | : | Sebagai pembelajaran masyarakat umum dan peserta didik tentang bangunan yang masih terkait dengan aktifitas pendidikan pada masa lampau. |
Nilai Budaya | : | Sebagai bangunan yang mencerminkan jati diri suatu bangsa, kedaerahan atau komunitas tertentu. |
Nama Pemilik Terakhir | : | Yayasan Kanisius |
Nama Pengelola | : | Yayasan Kanisius |