Loading

Deskripsi Singkat

Rumah ini dibangun pads tahun 1 930 oleh Van der Vin. Pads waktu ibukota Rl pindah ke Yogyakarta, rumah tersebut menjadi rumah dinas Dr. Prawoto Mangkusasmita, salah satu anggota DRP dari Partai Masyumi. Setelah ibukota Rl pindah kembali ke Jakarta, rumah tersebut berada di bawah Jawatan Perumahan Yogyakarta. Pada tahun 1 960 dibeli oleh Moerdiyono Danoesastro, dan mulai tahun 1 970 dipergunakan sebagai homestay. 

Bangunan ini menghadap ke arah selatan, mempunyai arsitektur yang sangat unik berupa bangunan tinggi dengan atap yang sangat curam. Bangunan terdiri dari dua lantai, pads sisi selatan terdapat teras berbentuk segi delapan yang saat ini telah diubah rnenjadi ruangan tertutup. Pads awalnya atap terbuat dari sirap, namun sekitar tahun 2005 diganti dengan genteng untuk mempennudah perawatan.

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Tahun : 1930
Nama Lainnya : Rumah Indis Jalan Cik Di Tiro Nomor 18
Alamat : Jalan Cik Di Tiro No. 18 , Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.77958° S, 110.37581° E

SK Menteri : PM.89/PW.007/MKP/2011
SK Gubernur : KepGub DIY Nomor 210/KEP/2010
SK Walikota/Bupati : SK Walikota No. 798/KEP/2009


Lokasi Indraloka Homestay di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Jenis Struktur : Kolonial
Dimensi Struktur
Jenis Bangunan : Kolonial
Fungsi Bangunan : Penginapan
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tata Letak Dalam Ruang Kawasan : masih satu kawasan dengan bangunan rumah indis di wilayah Terban dan Kotabaru.
Deskripsi Fasad : Fasad bangunan sisi barat telah mengalami penambahan berupa struktur dinding dengan jendal dan pintu. Pada sisi selatan terdapat penambahan berupa bangunan café
Deskripsi Konsol : Konsol bangunan yang asli dapat terlihat pada bagian ruang resepsionis. Konsol terbuat dari beton dan dicat berwarna putih.
Deskripsi Jendela : Terdapat beberapa macam jendela di Indraloka Homestay. Pertama adalah jendela tambahan berbahan kaca dengan lis kayu di ruang resepsionis. Kedua jendela dengan tralis besi di bagian selatan bangunan, tepatnya di ruangan berbentuk segi delapan. Ketiga adalah jendela yang menempel di dinding perbatasan antara ruang tamu dan ruang tunggu. Jendela ketiga ini berbahan kaca dengan lis kayu yang membagi kaca menjadi delapan bagian. Keempat adalah jendela tiga lapis di bagian kamar sisi utara. Jendela ini pada lapisan terluar menggunakan krepyak. Kemudian pada lapisan kedua menggunakan trails besi dan ketiga menggunakan kaca dengan lis kayu.Pada kondisi eksisting pintu dapat dibagi kedalam beberapa jenis. Pertama pintu kupu tarung sebagai akses masuk dari luar menuju ruang resepsionis. Pintu ini memiliki bahan dominan kaca berbentuk persegi panjang. Kedua adalah pintu yang menjadi akses dari ruang resepsionis ke ruang tamu. Pintu kedua ini merupakan pintu kupu tarung dengan bahan kaca yang dibagi oleh lis kayu menjadi 12 bagian. Ketiga pintu kamar dengan daun pintu tunggal dan berbahan dominan kayu. Pada bagian atas daun pintu terdapat kaca berbentuk persegi panjang. Keempat adalah pintu koboi yang berada di Lorong.
Deskripsi Pintu : Pada kondisi eksisting pintu dapat dibagi kedalam beberapa jenis. Pertama pintu kupu tarung sebagai akses masuk dari luar menuju ruang resepsionis. Pintu ini memiliki bahan dominan kaca berbentuk persegi panjang. Kedua adalah pintu yang menjadi akses dari ruang resepsionis ke ruang tamu. Pintu kedua ini merupakan pintu kupu tarung dengan bahan kaca yang dibagi oleh lis kayu menjadi 12 bagian. Ketiga pintu kamar dengan daun pintu tunggal dan berbahan dominan kayu. Pada bagian atas daun pintu terdapat kaca berbentuk persegi panjang. Keempat adalah pintu koboi yang berada di Lorong.
Deskripsi Atap : Atap bangunan berbentuk segitiga dan curam. Penutup atap dari yang awalnya sirap kemudian diganti genteng pada tahun 2005 karena alas an perawatan material sirap cukup sulit.
Deskripsi Lantai : Lantai bangunan terdiri dari beberapa jenis penutup. Pertama adalah tegel warna yang terdapat di bagian kamar, Lorong, resepsionis dan ruang tamu. Kemudian tegel abu-abu ukuran 20x20 di bagian kamar. Ketiga adalah penutup kayu di lantai dua dan kamar
Deskripsi Kolom/Tiang : Kolom bangunan keseluruhan terbuat dari bahan beton.
Deskripsi Ventilasi : Ventilasi pada bangunan dapat dilihat dari penggunaan tebengan/bouven pada bagian atas pintu.
Deskripsi Plafon : Pada bagian plafond sejak awalnya menggunakan eternit putih.
Fungsi Situs : Penginapan
Fungsi : Penginapan
Tokoh : Van der Vin (1930) dan Dr. Prawoto Mangkusasmita (1946)
Peristiwa Sejarah : Perluasan pemukiman oleh Belanda di tahun 1930 dan perpindahan ibukota Indonesia ke Yogyakarta pada tahun 1946 akibat Jakarta dikuasai oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration)
Konteks : Berhubungan dengan semakin banyaknya warga Kolonial yang ada di Yogyakarta.
Nilai Sejarah : Sebagai tempat tinggal orang Belanda masa Hindia Belanda, satu kawasan dengan pemukiman Belanda di wilayah Terban. Dibangun pada tahun 1930. Sedangkan untuk penginapan sendiri (homestay pada tahun1976)
Nilai Ilmu Pengetahuan : -
Nilai Agama : -
Nilai Pendidikan : -
Nilai Budaya : -
Nilai Ekonomi : Dijadikan sebagai homestay sejak tahun 1976
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Hak milik Kel. Moerdiyono Danoesastro
Riwayat Kepemilikan : -
Pengelolaan
Nama Pengelola : Kel. Moerdiyono Danoesastro
Persepsi Masyarakat : -
Catatan Khusus : Koordinat pada SK: 49 X: 0431 1 39 y: 9140024