Loading

Deskripsi Singkat

Kondisi eksisting Masjid Trayu secara keseluruhan terbagi menjadi dua bagian, yaitu, serambi masjid dan ruang utama. Serambi masjid terletak di bagian timur, sedangkan ruang utama terletak di bagian barat masjid. Pada sebelah barat masjid terdapat makam keluarga Paku Alam. Berikut deskripsi Masjid Trayu: 

1) Bagian Depan masjid

Pada bagian depan Masjid Trayu terdapat dua  anak tangga menuju halaman serambi. Masing-masing anak tangga tersebut berukuran panjang 850 cm dan 780 cm. Tinggi serambi dari permukaan halaman 500 cm. Pintu masuk menuju serambi berjumlah 3 yang terbentuk dari 4 pilar yang ujung atasnya menyatu membentuk setengah lingkaran. Tinggi pilar 174 cm, panjang 37 cm, dan lebar 26 cm. Masing-masing pilar berjarak 230 cm. Tinggi unjung lengkungan pintu masuk hingga permukaan serambi 250 cm. Samping kanan dan kiri bagian muka masjid terdapat loster yang pada bagian atasnya membentuk lengkungan. Lebar loster 125 cm dan tinggi dari titik lengkung tertinggi 200 cm.  

2) Serambi Masjid

Serambi masjid berlantai ubin abu-abu, dengan ukuran ubin 20 x 20 cm. Atap serambi ditutup dengan eternit. Pada bagian barat serambi terdapat 5 pintu menuju ruang utama. Tiga pintu di tengah terletak lebih menjorok ke barat. Bagian yang menjorok tersebut disangga oleh 2  pilar. Pintu paling tengah menuju ruang utama berukuran 214 x 148 cm. Pintu tengah memiliki 2  daun pintu, sementara pintu lainnya memiliki 1 daun pintu. Keempat pintu di samping pintu paling tengah berukuran 214 x 103 cm.  

Sisi sebelah selatan serambi masjid terdapat satu daun pintu dan satu jendela. Pintu terlelak pada sisi timur dengan ukuran 212 x 118 cm. Jendela berukuran 170 x 128 cm. Pada jendela tersebut terdapat jeruji kayu yang terbuat dari kayu.  Bagian sisi sebelah utara serambi simetris dengan bagian sisi selatannya. Di sisi tersebut terdapat satu  pintu dan satu  jendela dengan dua daun pintu. Bentuk dan ukurannya sama dengan bagian sisi sebelah selatan serambi.

3) Ruang Utama Masjid

Ruang utama Masjid Trayu berukuran 1.200 x 800 cm dengan lantai lebih tinggi 30 cm dari serambi. Pada ruang utama terdapat mihrab dengan ukuran 150 x 180 m. 

Di dalam ruang utama tersebut terdapat 20 pilar penyangga atap ,yaitu: 

a) soko guru berjumlah empat dengan diameter 25 cm, terdiri dari beton setinggi 180 cm (baru) dan selebihnya berbahan kayu 

b) soko ruwa berjumlah 16 berbentuk bulat dengan diameter 18 cm, terdiri dari bahan beton setinggi 180 cm (baru), selebihnya berbahan kayu. 

c) Pada sisi utara dan selatan juga terdapat pilar yang masing-masing berjumlah 2 pilar, kesemuanya terbuat dari beton yang merupakan pilar baru.  Total pilar penyangga di dalam ruang utama berjumlah 24 pilar. 

Bagian sisi selatan ruang utama terdapat satu  pintu terletak pada sisi paling timur dan dua  jendela di samping baratnya. Pintu berukuran 212 x 118 cm. Dua jendela berukuran masing-masing 170 x 128 cm. Masing jendela terdapat jeruji kayu seperti jendela pada serambi. Bagian sisi utara ruang utama bemiliki bentuk simetris dengan sisi selatannya. Pada sisi tersebut terdapat satu  pintu dan dua  jendela. Ukurang masing-masing pintu dan jendela sama dengan ukuran pintu dan jendela pada sisi selatan ruang utama.  

4) Atap masjid

Terdapat dua jenis atap pada Masjid Trayu. Pada bagian serambi masjid beratap limasan, sedangkan pada ruang utama beratap sirap bertumpang tiga. Pada bagian ujung atap ruang utama terdapat hiasan mahkota. 



Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Pasca Kemerdekaan
Alamat : Trayu RT/RW 18/09, Tirtorahayu, Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.9411697818193° S, 110.20055729896° E

SK Walikota/Bupati : SK Bupati Kulon Progo 568/A/2018


Lokasi Masjid Trayu di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tokoh : Raden Suryengjurit (menantu Paku Alam 1)R.A. Resminingdyah
Peristiwa Sejarah : Masjid Trayu terletak di Kelurahan Tirtorahayu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Nama Trayu dahulunya merupakan nama kelurahan yang membentang dari Sewugalur hingga Pathuk. Setelah tahun 1990-an, Kelurahan Trayu digabung dengan Kelurahan Sungapan. Penggabungan kelurahan tersebut kemudian diberi nama dengan sebutan Kelurahan Tirtorahayu. Catatan tersebut diperoleh dari Balai Desa Tirtorahayu. Masyarakat setempat saat ini masih menggunakan nama Trayu untuk menunjuk Pedukuhan VI, Kauman, dan Pedukuhan VII. Masjid Trayu merupakan Masjid yang dibangun oleh Puro Pakualaman. Masyarakat setempat menyebutnya dengan masjid tiban, karena tahun pembangunannya yang tidak diketahui secara pasti. Masyarakat setempat meyakini bahwa Paku Alam membangun masjid di Trayu berkaitan dengan asal-usul KGPAA Paku Alam V yang merupakan putra KGPAA Paku Alam II dari Garwo Raden Ayu Resminingdyah.  Garwo Raden Ayu Resminingdyah tersebut berasal dari Trayu, Tirtarahayu, Galur.  
Konteks :
Riwayat Pemugaran : Berdasarkan catatan laporan inventarisasi BPCB DIY tahun 1990, Masjid Trayu pernah dipugar pada tahun 1985 dan 1990. Pemugaran pada tahun 1985 dilakukan pada bagian serambi dan pemugaran tahun 1990 dilakukan pada bagian ruang utama. Perubahan-perubahan dari pemugaran tersebut antara lain: 1) Atap ruang utama masjid ditinggikan dengan maksud memberi tempat pada lubang angin. 2) Akibat peninggian tersebut, tinggi pilar penyangga harus ditambah semen/beton setinggi 2 m 3) Umpak yang semula berfungsi sebagai landasan tiang ruang utama berubah menjadi landasan konstruksi atap, terletak di tiang atas. 4) Perubahan bentuk jendela. 5) Perubahan bentuk lantai menjadi tegel semen berukuran 20 x 20 cm. 6) Bentuk tiang penyangga atap serambi yang semula segi empat berubah menjadi segi delapan. 7) Atap serambi yang semula benbentu landai berubah menjadi limasan. Masjid Trayu juga mengalami pemugaran pada tahun 2015. Pemugaran pada tahun tersebut juga terjadi perubahan pada bagian masjid.
Riwayat Rehabilitasi : Tahun 1985 dan 1990, dilakukan rehabilitasi masing – masing pada bagian serambi dan ruang utama masjid.Tahun 2015 dilakukan pemugaran pada bangunan masjid secara keseluruhan.Tahun 2023 dilakukan pengecatan ulang pada dinding masjid.
Nilai Sejarah : Masjid Trayu merupakan bukti sejarah keberadaan pengaruh Puro Pakualaman di wilayah Kulon Progo. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Puro Pakualaman
Pengelolaan
Nama Pengelola : Puro Pakualaman
Catatan Khusus : Koordinat SK : UTM 411881.50E, 9122122.62N, 49M   Lat/Lang -7.9411697818193145, 110.2005572989583