| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Tokoh | : | Danurejo VII |
| Konteks | : | Keletakan gapura tidak insitu lagi. Pada awalnya gapura terletak di Ring Road Yogyakarta. Untuk penyelamatan, gapura di pindah ke Wonocatur yang letaknya 150 meter di sebelah barat dari kedudukan semula dan bergeser 28 meter ke tenggara dari posisi gapura semula . Gapura disemen dan dicat warna putih. Gapura Cendonosari saat ini berada di tanah milik Dinas PU DIY (dulu Kanwil PU Prov DIY) seluas 80 m2. Proses pemindahan gapura tersebut dilakukan oleh BPCB DIY (dulu SPSP DIY) untuk tujuan penyelamatan cagar budaya karena saat itu ada pembangunan pelebaran jalan lingkar (Ring Road) Yogyakarta. Gapuro tersebut dinamakan karena letaknya berdekatan dengan kompleks Makam Cendonosari yang merupakan makam Danurejo VII. |
| Nilai Sejarah | : | Merupakan bukti tinggalan tentang kehidupan masa lalu bahwa di Padukuhan Wonocatur, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul sudah ada gapura untuk pintu masuk ke suatu kompleks pesanggrahan yang merupakan bagian dari Kraton Yogyakarta. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Mempunyai potensi untuk diteliti dan dipelajari oleh disiplin arkeologi, sejarah, arsitektur, dan antropologi. |
| Nilai Budaya | : | Gapura merupakan tanda batas suatu tempat/pembeda area umum atau privat, dan area provan atau sakral. Umumnya penanda semacam itu sampai sekarang masih digunakan di kebudayaan Jawa. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Nama Pengelola | : | Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Catatan Khusus | : | Koordinat pada SK: 49 M X : 04305063 Y : 9137639 Elevasi: 137 Mdpl |