Loading

Al Quran Jami' Wonodoyo

Status : Benda Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Al Quran yang terdapat di Masjid Jami’ Wonodoyo merupakan mushaf yang ditulis tangan, bukan cetakan/print/stamp yang menggunakan tinta berwarna hitam. Sampul terbuat dari kulit sapi/kerbau dengan ketebalan sekitar 4 Oz (1/16 inchi) berwarna coklat tua. Bahan pada bagian isi merupakan kertas berwarna kuning yang biasa digunakan dalam kitab kuning atau sering disebut daluwang. Total jumlah halaman pada Al Quran ini adalah 238 lembar dan memiliki 30 Juz lengkap beserta ayat dan suratnya.

Khat atau huruf yang digunakan dalam Al Quran ini tidak baku dengan bentuk mendekati huruf/khat Farsi dan pada beberapa bagian lainnya cenderung menyerupai Riq’ah. Pada bagian surah Al Ikhlas ditulis ulang atau ditebalkan dengan pena. Pemenggalan antar Juz dengan tanda ruku’. Ornamentasi atau iluminasi sederhana tanpa banyak paratext yakni berupa atau berbentuk garis atau frame.

Terdapat catatan berupa tulisan lepas (non-text quran) menggunakan pensil yang memberikan keterangan mengenai puputan (puser) menggunakan huruf Jawi (huruf arab gundhul, bahasa Jawa) dan aksara Jawa. Adapun bunyi teks tersebut adalah sebagai berikut :

Jawi;
Baris 1 : penget kalane lahiriahipun kapiya kalane hingga dinten Kemis / bra.2
Baris 2 : pahing hinh Wulan Rajab Wulan kaping telu puputipun
Baris 3 : puser hing dinten Sabtu Wage tahunipun Jimawal.
Jawa;
Baris 1 : ... pa nget kala lairipun bagus RaBaris 2 : kiya, kala ing diteng [dinten, red] Sabtu, paraga (?)
Baris 3 : puputipun puser ing diteng Salasa
Baris 4 : Paing wulan Sura tanggal ping 20 rong
Baris 5 : Puluh tahun Wawu “ ga la la la ” (1777 atau 1848 M).
Tg.1 Sura th Jawa 1777 Wawu = 27 November 1848 jatuh hari Senin Kliwon.

Status : Benda Cagar Budaya
Periodesasi : Islam
Alamat : Dusun Wanadaya, Sumbergiri, Ponjong, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.956056° S, 110.722261° E

SK Walikota/Bupati : S.K. Bupati Gunung Kidul


Lokasi Al Quran Jami' Wonodoyo di Peta

Bahan Pendamping : Sampul terbuat dari kulit sapi/kerbau
Keterawatan : Utuh dan Terawat,Utuh /
Dimensi Benda : Panjang 30 cm
Lebar 20 cm
Tinggi -
Tebal 5 cm
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Warna : Coklat tua
Ciri Fisik Benda
Warna : Coklat tua
Fungsi Benda
Bahan Pendamping : Sampul terbuat dari kulit sapi/kerbau
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Sejarah Islam di Wonodoyo :Wonodoyo merupakan perdikan yang menjadi salah satu enclave dan pusat persebaran agama Islam yang terpenting di Gunungkidul semenjak abad ke-19. Tanah perdikan Wonodoyo diberikan oleh Sultan HB kepada abdi dalem pamethakan bernama R. Muh Ichsan yang giat menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Gunungkidul antara lain Tepus, Karangmojo dan Ponjong. Selain memperoleh tanah perdikan R. Muh. Ichsan juga mendapat seorang istri triman. R. Muh. Ichsan kemudian mendirikan pondok pesantren, tempat mengaji kitab untuk para penduduk desa, yang diberi nama “ Toharotul Chulub” [ejaan asli dengan “ch” bukan ‘q’] didekat rumahnya. Pendirian pondok pesantren tersebut disambut antusias oleh warga desa disekitar Wonodoyo, jumlah santri yang belajar dipondok pun cukup banyak. Pada tahun 1824 dibangun Masjid Jami’ Wanadaya untuk menampung jumlah santri yang bertambah. Para santri tidak hanya dari desa Wonodoyo tapi juga berasal dari lain desa seperti Wirik, Sawahan, sumber, Susukan, Branjang dan sekitarnya.Pada tahun 1830 M, R.K.H Muh. Ichsan, pendiri Pondok Pesantren Toharotul Chulub yang juga Khotib dan imam Masjid Jami’ Wanadaya Ponjong, ditunjuk sebagai Naib Ponjong. Setelah Muh. Ichsan wafat, jabatan tersebut diteruskan oleh anak ulungnya yaitu KH. Muh. Ngali. Jabatan itu berlanjut pada anak cucu Muh. Ngali.
Konteks : Sejarah penciptaan dan penggunaan Al Quran ini belum diketahui. Namun dari informasi lisan yang diberikan Bapak Djazari Zaini atau Bapak Jari, Al Quran ini dahulunya digunakan untuk mengaji di Pondok Pesantren dan Masjid Wonodoyo. Ketika Bapak Jari kembali dari perantauan, Al Quran telah ada di Wonodoyo dan disimpan oleh saudaranya (rumah depan masjid).
Nilai Sejarah : Al Quran di Masjid Jami’ Wonodoyo merupakan peninggalan yang mengkonfirmasi perkembangan dan persebaran Islam di Gunungkidul. Dalam khasanah historiografi lokal, Gunungkidul diidentifikasi sebagai wilayah abangan. Laporan J.D. Wolterbeek yang mengunjungi Gunungkidul awal 1915 menyatakan bahwa “masyarakat Gunungkidul merupakan kumpulan orang ‘kafir’ dan pagan, yang menjadikan animistik sebagai agama” (Wolterbeek 1939, 310)
Nilai Agama : 1). Bahwa pada awal abad ke-20 telah muncul Wanadaya sebagai enclave penting bagi persebaran dan pusat agama Islam di Gunungkidul.2). Bahwa proses penyebaran agama Islam di Gunungkidul tidak hanya melalui ceramah (tabligh) oleh kiyai kelana melainkan juga melalui dakwah kitab
Nilai Budaya : Al Quran di Masjid Jami’ Wonodoyo mewakili tradisi penulisan kitab Al Quran khususnya di wilayah hinterland Jawa pada periode transisi abad ke-18 dan ke-19
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : R.K.H. Muh. Ichsan
Riwayat Kepemilikan : Status Wakaf keluarga R.K.H. Muh. Ichsan
Nomer Kontak : Belum Ada-
Pengelolaan
Nama Pengelola : Takmir Masjid Jami’ Wonodoyo
Catatan Khusus : Koordinat pada NR: UTM : 49M X : 0469390 Y : 9120550