Loading

Brankas di Rumah Dinas Sinder Hutan Bagian Daerah Hutan Paliyan

Status : Benda Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Brankas di Rumah Dinas Sinder Hutan BDH Paliyan merupakan brankas untuk menyimpan benda berharga (uang) hasil pendapatan dari BDH Paliyan. Brankas tersebut secara teknis digunakan oleh sinder hutan BDH Paliyan. Lokasi brankas berada di ruang kerja sinder yang terletak di sebelah selatan ruang tamu. Brankas ditanam dengan semen cor di sudut timur ruangan. Ukuran Brankas : Panjang x lebar x tinggi (luar) = 37 cm x 28 cm x 15 cm. Sebagian brankas berada dalam posisi tertanam di cor-coran. Tinggi brankas yang terlihat dari luar adalah 15 cm. Dimensi tembok untuk menanam brankas berukuran : Panjang x lebar x tinggi = 78 cm x 46 cm x 54 cm.  

Brankas memiliki ciri ciri sebagai berikut : 
- Berbentuk balok persegi, 
- Permukaan tanpa cat, 
- Permukaan berkarat, 
- Tutup berada di sisi atas, 
- Pada bagian tutup terdapat satu lubang kunci yang tertutup kenop putar dan dua buah kombinasi putar.  
- Kombinasi Putar terdapat tulisan ABCD dan EFGH 
- Kenop putar penutup pintu terdapat ornamen bunga 
- Pada sisi depan terdapat dua grendel dengan gembok terkunci, 
- Kunci hilang, 
- Pada sisi bawah terdapat dua buah baut.

Status : Benda Cagar Budaya
Periodesasi : Pasca Kemerdekaan
Tahun : 1952
Alamat : Tahunan, RT 01 / RW 04, Karangduwet, Paliyan, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
8.001389° S, 110.511389° E

SK Walikota/Bupati : SK BUP Gunungkidul 293/KPTS/2021


Lokasi Brankas di Rumah Dinas Sinder Hutan Bagian Daerah Hutan Paliyan di Peta

Tahun Perolehan : 1952
Bahan Utama : Logam
Bahan Pendamping : Besi Baja Cor (Iron Cast)
Keterawatan : /
Dimensi Benda : Panjang 37 cm
Lebar 28 cm
Tinggi 15 cm
Tebal -
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Fungsi Dulu : Digunakan sebagai tempat penyimpanan uang pemasukan BDH sebelum disetor ke Pemerintah.
Bahan Pendamping : Besi Baja Cor (Iron Cast)
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Sejarah Brankas DuniaBrankas saat ini merupakan lemari besi dari bahan baja yang digunakan sebagai tempat menyimpan berbagai macam benda berharga. Sejak diperkenalkan kembali pada awal abad ke 19, lemari besi mengalami perkembangan yang sangat cepat hingga tahun 1850. Sebelumnya, lemari penyimpanan barang berharga diketahui berukuran besar, terbuat dari bahan kayu, dan diikat dengan besi. Jenis pertama lemari penyimpanan benda berharga yang ditemukan di Inggris berupa kotak kayu yang diikat dengan lingkaran besi. Sebuah peninggalan kotak kayu yang diperkirakan berusia 1.000 tahun masih tersimpan di Kathedral Chicester Inggris. Kotak kayu tersebut berukuran panjang 5,49 m, lebar 1,22 m, tinggi 1,22 m, dengan ketebalan kayu 10 cm.  Penemuan besi baja tuang atau iron cast dan penemuan kunci gembok berkualitas tinggi oleh Chubb bersaudara, menjadi faktor utama lahirnya brankas di Dunia. Sebelum diperkenalkan sebagai brankas, jenis lemari besi pertama di Inggris diperkenalkan dengan bentuk peti besi cor. Peti-peti besi tersebut dicetak dalam satu bagian, dengan ketebalan sekitar 1,25 cm, dengan pintu yang dibentuk dalam satu cetakan dengan ketebalan rata-rata yang sama. Salah satu tokoh Revolusi Industri Inggris yang memiliki andil dalam penemuan metode cor besi dan baja adalah John Wilkinson (1728 – 1808). John Wilkinson kemudian mematenkan metode tersebut, dan beliau dikenal sebagai Bapak Cast Iron Dunia. Sementara itu di Amerika Serikat, lemari besi yang pertama kali diperkenalkan dalam bentuk lembaran besi yang diisi dengan kayu yang telah dijenuhkan dengan air asin. Bentuk lemari besi berupa peti besi yang seluruh permukaannya di liputi oleh kenop kenop atau kepala besi tuang yang menonjol. Lemari besi tersebut masih dibuat hingga awal abad ke-19.  Sampai dengan tahun 1820, peti besi model seperti ini dibuat hanya untuk mencegah benda berharga terlindung dari pencuri, tetapi tidak bisa diselamatkan terhadap bahaya kebakaran. Pada masa selanjutnya, bentuk lemari besi berkembang dengan sangat pesat. Berbagai penemuan baru baik di Eropa dan Amerika Serikat telah menciptakan lemari besi model baru yang tahan pencuri, sekaligus tahan api. Perbaikan tersebut diantaranya : - Jesse Delano (New York). Pada tahun 1827 Jesse Delano mematenkan produk Brankas pertamanya di Amerika Serikat. Model brankas tahan api buatan Delano, membuat peti besi mulai ditinggalkan. - Thomas Milner (Liverpool). Pada tahun 1830 Thomas Milner memperkenalkan brankas dengan lapisan ruang ganda. Brankas buatan Milner terkenal sebagai brankas yang kuat dan tahan api yang pertama. - CJ Gayler (New York). Pada tahun 1933 CJ Gayler menciptakan brankas besi ruang ganda dengan nama Salamander, yang teruji tahan api. - Edward Tann and Sons (London). Pada tahun 1843 Edward Tann mematenkan brankas dengan dua tuas kunci pelindung dan alat anti tekan. Model kunci untuk brankas buatan Tann, digunakan oleh hampir semua brankas yang diciptakan pada masa berikutnya. - John E. Wilder (Boston). Pada tahun 1850 John Wilder memamerkan kembali brankas Salamander ciptaannya setelah memenangkan gugatan di pengadilan melawan CJ Gayler. - Silas C. Herring (New York). Pada tahun 1951, Herring yang mendapatkan lisensi penjualan brankas ciptaan Wilder, memamerkan brankas Salamander di Crystal Pallace London. Pada tahun 1867 Herring mengaku bahwa sejak tahun 1841 ia telah memproduksi 30.000 brankas. Pada tahun 1970 Herring juga mengembangkan brankas anti ledakan yang menggunakan perpaduan teknologi iron cast dalam berbagai komposisi. Pada periode selanjutnya adalah perkembangan dan produksi brankas di seluruh eropa hingga akhirnya tersebar di seluruh dunia. Perkembangan tersebut didukung oleh penguasaan teknologi iron cast ciptaan John Wilkinson yang dibawa dari negara Inggris ke Perancis, kemudian berkembang pesat hingga ke seluruh Eropa dan Amerika. Pada periode masa akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, negara produksi brankas dunia selain Inggris dan Amerika adalah : Perancis, Jerman, Austria, dan Belanda. Brankas menjadi salah satu benda paling penting yang mengisi kantor-kantor di seluruh dunia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Brankas yang terbuat dari bahan iron cast di Indonesia, sejauh ini merupakan benda-benda peninggalan Kolonial. Pemerintah Belanda pada masa penjajahan, membawa brankas-brankas tersebut dan menempatkannya di sejumlah tempat penting seperti : kantor keuangan pemerintah, pabrik, bank, hotel, keraton kerajaan, museum,  pegadaian, dan gereja. Brankas bisa ditemukan di berbagai bangunan buatan belanda di seluruh Indonesia. Brankas-brankas yang ditemukan di kantor-kantor Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memiliki arti penting dari sisi ekonomi, mengingat pada masa sebelum kemerdekaan, Kabupaten Gunungkidul menjadi bagian dari wilayah Vorstenlanden yaitu Kasultanan Yogyakarta. Sejarah Brankas di Rumah Dinas Sinder Hutan PlayenMenurut Sunarto ( 51 tahun) – Pegawai Dinas Kehutanan KPH DIY, Bangunan Rumah Dinas Sinder Hutan Payen dibangun bersama-sama dengan bangunan BDH yang lain pada tahun 1952. Brankas besi yang terdapat di dalam rumah sinder merupakan satu paket dengan bangunanya. Menurut keterangan Sugimin (57 tahun), brankas pada masa lalu digunakan sebagai tempat penyimpanan uang pemasukan BDH sebelum disetor ke Pemerintah. BDH pada masa lalu merupakan kantor semacam UPT yang menugaskan sinder sebagai pejabat pengelola keuangan tanpa bendahara. Dengan demikian, pemegang kunci dari brankas adalah sindermasing-masing BDH.  Sugimin menambahkan bahwa penggunaan brankas hanya berlangsung hingga sekitar tahun 2000. Sejak itu, brankas di rumah sinder sudah tidak digunakan lagi sebagai tempat penyimpanan uang. 
Konteks : Menurut penjelasan Sugimin, brankas di rumah dinas sinder digunakan untuk menyimpan uang pemasukan kantor BDH Paliyan. Adapun pemasukan BDH yang dimaksud pada masa lalu adalah sejumlah komuditas hutan yang diperjualbelikan kepada masyarakat. Sebagai contoh : daun jati, daun kayu putih, arang, kayu rencek. … dst. 
Nilai Sejarah : Brankas di Rumah Dinas Sinder merupakan benda langka dan bernilai sejarah yang tinggi karena menjadi bagian dari pengelolaan hutan yang berlangsung di Gunungkidul sejak masa pasa kemerdekaan. 
Nilai Ilmu Pengetahuan : Brankas di Rumah Dinas Sinder Hutan Paliyan merupakan media penyimpanan barang berharga paling aman pada periode awal pasca kemerdekaan.  
Nilai Budaya : Brankas di Rumah Dinas Sinder Hutan Paliyan mempunyai nilai penting bagi ilmu sejarah, ilmu arkeologi, dan ilmu pengetahuan terutama ekonomi dan pengetahuan tentang penyimpanan barang berharga (cor logam), sehingga dapat digunakan sebagai materi pembelajaran bagi masyarakat Gunungkidul pada umumnya dan generasi muda pada khususnya.
Nilai Ekonomi : Karena brankas merupakan barang dengan nilai ekonomi tinggi (mahal dan mewah) maka jenisnya tidak banyak. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Milik Pemerintah – Dinas Kehutanan KPH Yogyakarta
Pengelolaan
Nama Pengelola : Milik Pemerintah – Dinas Kehutanan KPH Yogyakarta
Catatan Khusus : Kondisi saat ini: Berkarat pada seluruh permukaan, dan tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan.Koordinat pada NR: 8 °00’05 ” Selatan; 110 °30 ’41 ” Timur Ketinggian 145 meter DPA