| Peristiwa Sejarah |
: |
Sejarah Brankas Iron Cast di duniaBrankas saat ini merupakan lemari besi dari bahan baja yang digunakan sebagai tempat menyimpan berbagai macam benda berharga. Sejak pertama kali diperkenalkan kembali pada awal abad ke- 19, lemari besi mengalami perkembangan yang sangat cepat hingga tahun 1850. Sebelumnya, lemari penyimpanan barang berharga diketahui berukuran besar, terbuat dari bahan kayu, dan diikat dengan besi. Jenis pertama lemari penyimpanan benda berharga yang ditemukan di Inggris berupa kotak kayu yang diikat dengan lingkaran besi. Sebuah peninggalan kotak kayu yang diperkirakan berusia 1.000 tahun masih tersimpan di Kathedral Chicester Inggris. Kotak kayu tersebut berukuran panjang 5,49 m, lebar 1,22 m, tinggi 1,22 m dengan ketebalan kayu 10 cm. Penemuan besi baja tuang atau iron cast dan penemuan kunci gembok berkualitas tinggi oleh Chubb bersaudara, menjadi faktor utama lahirnya brankas di dunia. Sebelum diperkenalkan sebagai brankas, jenis lemari besi pertama di Inggris diperkenalkan dengan bentuk peti besi cor. Peti-peti tersebut ini dicetak dalam satu bagian, dengan ketebalan sekitar 1,25 cm, dengan pintu yang dibentuk dalam satu cetakan dengan ketebalan rata-rata yang sama. Salah satu tokoh Revolusi Industri Inggris yang memiliki andil dalam penemuan metode cor besi dan baja adalah John Wilkinson (1728 –1808). John Wilkinson kemudian mematenkan metode tersebut, dan beliau dikenal sebagai Bapak Cast Iron Dunia. Sementara itu di Amerika Serikat, lemari besi yang pertama kali diperkenalkan dalam bentuk lembaran besi yang diisi dengan kayu yang telah dijenuhkan dengan air asin. Bentuk lemari besi berupa peti besi yang seluruh permukaannya diliputi oleh kenop-kenop atau kepala besi tuang yang menonjol. Lemari besi tersebut masih dibuat hingga awal abad ke-19. Sampai dengan tahun 1820, peti besi model seperti ini dibuat hanya untuk mencegah benda berharga terlindung dari pencuri, tetapi tidak bisa diselamatkan terhadap bahaya kebakaran.Pada masa selanjutnya, bentuk lemari besi berkembang dengan sangat pesat. Berbagai penemuan baru baik di Eropa dan Amerika Serikat telah menciptakan lemari besi model baru yang tahan pencuri, sekaligus tahan api. Perbaikan tersebut diantaranya :- Jesse Delano (New York). Pada tahun 1827 Jesse Delano mematenkan produk brankas pertamanya di Amerika Serikat. Model brankas tahan api buatan Delano, membuat lemari besi biasa mulai ditinggalkan.- Thomas Milner (Liverpool). Pada tahun 1830 Thomas Milner memperkenalkan brankas dengan lapisan ruang ganda. Brankas buatan Milner terkenal sebagai brankas yang kuat dan tahan api yang pertama.- CJ Gayler (New York). Pada tahun 1933 CJ Gayler menciptakan brankas besi ruang ganda dengan nama Salamander, yang teruji tahan api.- Edward Tann and Sons (London). Pada tahun 1843 Edward Tann mematenkan brankas dengan dua tuas kunci pelindung dan alat anti tekan. Model kunci untuk brankas buatan Tann, digunakan oleh hampir semua brankas yang diciptakan pada masa berikutnya.- John E. Wilder (Boston). Pada tahun 1850 John Wilder memamerkan kembali brankas Salamander ciptaannya setelah memenangkan gugatan di pengadilan melawan CJ Gayler.- Silas C. Herring (New York). Pada tahun 1951, Herring yang mendapatkan lisensi penjualan brankas ciptaan Wilder, memamerkan brankas Salamander di Crystal Pallace London. Pada tahun 1867 Herring mengaku bahwa sejak tahun 1841 ia telah memproduksi 30.000 brankas. Pada tahun 1970 Herring juga mengembangkan brankas anti ledakan yang menggunakan perpaduan teknologi iron cast dalam berbagai komposisi.Pada periode selanjutnya adalah perkembangan dan produksi brankas di seluruh Eropa hingga akhirnya tersebar di seluruh dunia. Perkembangan tersebut didukung oleh penguasaan teknologi iron cast ciptaan John Wilkinson yang dibawa dari negara Inggris ke Perancis, kemudian berkembang pesat hingga ke seluruh Eropa dan Amerika. Pada periode masa akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, negara produksi brankas dunia selain Inggris dan Amerika adalah : Perancis, Jerman, Austria, dan Belanda. Brankas menjadi salah satu benda paling penting yang mengisi kantor-kantor di seluruh dunia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.Brankas yang terbuat dari bahan iron cast di Indonesia, sejauh ini merupakan benda-benda peninggalan kolonial Belanda. Pemerintah Belanda pada masa penjajahan, membawa brankas-brankas tersebut dan menempatkannya di sejumlah tempat penting seperti: kantor keuangan pemerintah, pabrik, bank, hotel, keraton kerajaan, museum, pegadaian, dan gereja. Brankas bisa ditemukan di berbagai bangunan buatan Belanda di seluruh Indonesia. Brankas A di Bangsal Sewokoprojo memiliki arti penting dari sisi ekonomi, mengingat pada masa sebelum kemerdekaan, Kabupaten Gunungkidul menjadi bagian dari wilayah Vorstenlanden yaitu Kasultanan Yogyakarta. Sejak tahun 1831, Kasultanan Yogyakarta memiliki dua wilayah negaramanca yaitu Kulonprogo dan Gunungkidul. Berdasarkan tulisan sejarah yang dirangkum dalam buku Putra Widya, di daerah Kulonprogo dan Gunungkidul terdapat tanah pemajekan. Daerah pemajekan Kulonprogo berada di Pengasih di bawah Bupati Wedana Distrik Pemajekan Dalem, sedangkan di Sentolo dan Gunungkidul pejabatnya bergelar Riya. Walaupun bukan merupakan daerah otonom, kemungkinan mulai tahun 1831, Gunungkidul menjadi daerah wilayah (yang bersifat administratif) di bawah Kasultanan Yogyakarta, sebagai kabupaten yang berada di luar wilayah perkotaan.Sejarah rehabilitasi Brankas A di Bangsal SewokoprojoBangunan yang terdapat di Bangsal Sewokoprojo merupakan bangunan rumah kabupaten lama yang digunakan sebagai tempat bupati bekerja atau berdinas menjalankan kegiatan pemerintahan di Gunungkidul. Bangunan yang berada di Padukuhan Purbosari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari ini merupakan bangunan kabupaten lama, yang paling tidak pernah dibangun kembali pada tahun 1908. Disebut sebagai bangunan kabupaten yang lama karena pada tahun 1976 didirikan bangunan kabupaten yang baru. Bangunan kabupaten lama saat ini akrab disebut sebagai Bangsal Sewokoprojo. Bangunan pokok dari Bangsal Sewokoprojo terdiri dari kuncungan, pendopo, pringgitan, ndalem, gadri, dan gandok.Brankas A Bangsal Sewokoprojo saat ini berada di sebuah ruang tamu, di sebelah timur ruang ndalem. Brankas tersebut berasal dari bangunan sayap timur Bangsal Sewokoprojo yang pada masa lalu menjadi rumah kabupaten lama. Sesuai dengan fungsinya sebagai rumah kabupaten, bangunan yang berada di Bangsal Sewokoprojo merupakan bangunan yang digunakan oleh bupati bekerja atau berdinas menjalankan pemerintahan. Bangunan sayap barat, tempat ditemukannya Brankas A, semula merupakan bagian dari bangunan perkantoran Pemerintahan Gunungkidul sebelum dipindah ke tempat yang baru pada tahun 2002. Menurut S. Ilmi Albidaliyah, bangunan sayap barat pada tahun 2001 (dari selatan ke utara) digunakan untuk Kantor Mawil Hansip 1004, Kantor Dinas Pendapatan Daerah dan Kantor BP7.Keterangan yang dihimpun dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyebutkan bahwa pada tahun 2000 terjadi perpindahan kantor-kantor Dinas ke Gedung Terpadu Pemerintah Daerah Gunungkidul, di sebelah Alun-Alun Utara Wonosari. Salah satu diantaranya adalah Kantor Dinas Pendapatan Daerah. Menurut penjelasan Wartana (45 tahun), staf rumah tangga Bangsal Sewokoprojo, bangunan bekas Kantor Dinas Pendapatan Daerah pernah mengalami kekosongan selama tahun 2000 – 2007. Berdasarkan kesaksian Wartana, dua buah brankas milik Kantor Dinas Pendapatan Daerah tetap ditinggal dan mangkrak. Pada tahun 2007, Pemerintah Daerah Gunungkidul mengadakan kegiatan pembangunan pasca bencana gempa bumi di Yogya. Tepat pada tanggal 24 Agustus 2007, bangunan sayap barat Bangsal Sewokoprojo direhabilitasi menjadi bangunan perkantoran baru. Pada waktu kegiatan pembangunan berlangsung, dua buah brankas hanya dipindah ke sebuah lorong, dan dibiarkan begitu saja. Suharto–Bupati Gunungkidul masa itu, yang melihat kedua brankas tersebut, memerintahkan Wartana, untuk mengecat kedua brankas dan memasukkannya ke ruang tamu Bangsal Sewokoprojo. Semula brankas berada dalam keadaan berkarat dengan warna cokelat kusam.Berdasarkan penjelasan Wartana, karena berat Brankas A yang hampir mencapai 4 kwintal, dibutuhkan 10 orang untuk memindahkannya.Sebelum dipindahkan ke ruang tamu Bangsal Sewokoprojo, kedua brankas dibersihkan dengan cara di ampelas pada permukaannya, kemudian di cat dengan cara disemprot. Tukang cat yang melakukan pengecatan ulang Brankas A pada waktu itu bernama Kasdi. Wartana menambahkan bahwa semula kunci Brankas A dan B masih ada ketika di pindah ke tempat yang baru, namun kunci tersebut hilang pada saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bangsal Sewokoprojo. Menurut Wartana, ketika itu sejumlah petugas keamanan yang melakukan pengamanan Bangsal, meminjam semua kunci yang ada namun tidak dikembalikan. Sejak tahun 2007, Brankas A digunakan sebagai hiasan ruang tamu Bangsal Sewokoprojo hingga sekarang ini. |