Loading

Brankas C (Tropical.) di Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul

Status : Benda Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Kata Brankas berasal dari Bahasa Belanda yaitu branden dan kast, yang artinya almari tahan kebakaran. Sedangkan brankas dalam bahasa Indonesia disebut sebagai lemari besi, yaitu lemari yang terbuat dari besi. Dalam bahasa Inggris, brankas biasa disebut sebagai safes. Di Ruang sebelah utara Kantor Subbag Perencanaan dan Keuangan, Sekretariat Daerah Gunungkidul terdapat sebuah brankas yang masih digunakan hingga saat ini. Brankas tersebut berada di sebuah sub ruangan, berukuran panjang lebar dan tinggi : 2 m x 1 m x 2 m. Sub ruangan tersebut ditutup dengan sebuah pintu besi tetapi tidak memiliki ventilasi. Brankas tersebut saat ini masih digunakan untuk menyimpan uang dan dokumen berharga milik Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Brankas tersebut disebut sebagai Brankas C, karena untuk saat ini di Kabupaten Gunungkidul ditemukan dua brankas yang lain yang disebut sebagai Brankas A dan B.

Brankas C memiliki memiliki sebuah tulisan “Tropical.” pada bagian cunduk. Cunduk yaitu hiasan yang berada di bagian tengah-atas-depan dari sebuah brankas. Hiasan tersebut hanya terdapat pada brankas tipe tertentu, yang bentuknya menyerupai mahkota. Cunduk diambil dari istilah untuk menyebutkan ornamen almari kayu tradisional. Saat ini, istilah cunduk lazim digunakan untuk menyebut ornamen sebuah brankas. Dengan demikian, brankas yang ditemukan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul disebut sebagai Brankas C (Tropical.). Berdasarkan pengamatan terhadap bentuk Brankas C (Tropical.), berhasil diidentifikasi sebagai berikut : 
- Terbuat dari besi baja dengan teknologi iron cast atau baja tuang. Brankas dibuat dengan dinding yang tebal.
- Memiliki model brankas dengan ruang bertingkat.
- Memiliki kaki brankas sejumlah empat. Kaki brankas terbuat dari bahan cor, disambung dengan model klem.
- Terdapat tulisan dengan cat warna putih pada dinding sisi kiri : VII / A2 : 1. Nomor tersebut diduga merupakan nomor inventaris yang lama.
- Brankas memiliki dua ruang dengan posisi atas dan bawah. Kedua ruang terdapat pintu yang masih bisa dibuka dan berkunci. Di ruang bagian atas terdapat satu ruang lagi yang bisa dikunci.
- Ornamen brankas berupa hiasan pada bagian cunduk, tutup kunci dan panel kombinasi. Hiasan bagian cunduk berupa floral. Cunduk dibuat dari bahan besi cor dan dipasang dengan cara di baut.
- Bagian luar brankas berwarna hitam, sementara bagian ruang dalam brankas berwarna hijau tua. 
- Pintu atas berbentuk persegi dengan ukuran tinggi 53 cm dan lebar 42 cm. Bagian dalam dari pintu atas terdapat hiasan gambar bunga yang berwarna. Hiasan bunga pada pintu atas bagian dalam dibuat dari bahan tempel.
- Pintu atas terdiri dari sebuah handle atau pegangan pintu berbentuk bulat, dua buah lubang kunci dengan posisi kiri-kanan dan dua buah panel kombinasi dengan posisi tas-bawah (lihat foto). Dua lubang kunci ditutup dengan ukiran kepala singa yang bisa di buka-tutup. Sebuah kunci di sisi kanan memiliki bentuk singgle bite atau satu bendera, sementara sebuah kunci di sisi kiri memiliki model double bite atau dua bendera. (lihat foto) Dua buah panel kombinasi kunci bagian atas dan bawah berbentuk bulat dan terdapat huruf F G H I K di sekelilingnya. Pegangan pintu, hiasan lubang pintu dan hiasan panel kombinasi terbuat dari kuningan. 
- Pada bagian pintu atas diperkuat dengan tiga buah tuas pengunci dari bahan baja yang berbentuk silinder.
- Pintu bawah berbentuk persegi dengan ukuran tinggi 54 cm dan lebar 42 cm. Bagian pintu bawah tidak terdapat ornamen. Sebuah lubang kunci di pintu bawah ditutup dengan ornamen kepala singa dari bahan kuningan.
- Pintu bawah tidak memiliki ornamen atau polos.
- Sebuah lubang kunci terdapat di sisi sebelah kiri. Lubang kunci tersebut ditutup dengan hiasan berbentuk kepala singa.
- Di kedua pintu terdapat dua buah besi silinder berukuran setinggi dua buah pintu, terletak di sisi kiri dan kanan. Silinder besi sisi kanan berfungsi sebagai engsel, sementara silinder sisi kiri hanya hiasan. 

Berdasarkan tinjauan bentuk material Brankas C yang tidak memiliki sambungan, maka bisa dipastikan bahwa brankas tersebut terbuat dari baja cor atau dalam bahasa Inggris disebut dengan iron cast. Brankas B juga ditandai dengan permukaan dinding baja tebal. Berdasarkan pengamatan terhadap bahan dan bentuk di atas, brankas tersebut termasuk salah satu brankas berjenis tahan api atau brankas model fire safe.

Status : Benda Cagar Budaya
Periodesasi : Pasca Kemerdekaan
Alamat : Jalan BrigJend. Katamso No. 1 Purbosari, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

SK Walikota/Bupati : SK BUP Gunungkidul 332 /KPTS/2020


Lokasi Penemuan : Di Ruang Subbag Perencanaan dan Keuangan, Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul
Bahan Utama : Logam
Bahan Pendamping : Besi baja cor atau iron cast
Keterawatan : Utuh dan Terawat,Utuh / Rusak Ringan,
Dimensi Benda : Panjang -
Lebar 51 cm
Tinggi 152 cm
Tebal 46 cm
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Warna : Hitam
Ragam Hias : Brankas C memiliki memiliki sebuah tulisan “Tropical.” pada bagian cunduk. Cunduk yaitu hiasan yang berada di bagian tengah-atas-depan dari sebuah brankas.
Ciri Fisik Benda
Warna : Hitam
Ragam Hias : Brankas C memiliki memiliki sebuah tulisan “Tropical.” pada bagian cunduk. Cunduk yaitu hiasan yang berada di bagian tengah-atas-depan dari sebuah brankas.
Fungsi Benda
Fungsi Dulu : Brankas di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul sudah lama digunakan sebagai brankas Sekretaris kabupaten.
Bahan Pendamping : Besi baja cor atau iron cast
Ragam Hias : Brankas C memiliki memiliki sebuah tulisan “Tropical.” pada bagian cunduk. Cunduk yaitu hiasan yang berada di bagian tengah-atas-depan dari sebuah brankas.
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Sejarah Brankas Iron Cast di duniaBrankas saat ini merupakan lemari besi dari bahan baja yang digunakan sebagai tempat menyimpan berbagai macam benda berharga. Sejak pertama kali diperkenalkan kembali pada awal abad ke- 19, lemari besi mengalami perkembangan yang sangat cepat hingga tahun 1850. Sebelumnya, lemari penyimpanan barang berharga diketahui berukuran besar, terbuat dari bahan kayu, dan diikat dengan besi. Jenis pertama lemari penyimpanan benda berharga yang ditemukan di Inggris berupa kotak kayu yang diikat dengan lingkaran besi. Sebuah peninggalan kotak kayu yang diperkirakan berusia 1.000 tahun masih tersimpan di Kathedral Chicester Inggris. Kotak kayu tersebut berukuran panjang 5,49 m, lebar 1,22 m, tinggi 1,22 m dengan ketebalan kayu 10 cm. Penemuan besi baja tuang atau iron cast dan penemuan kunci gembok berkualitas tinggi oleh Chubb bersaudara, menjadi faktor utama lahirnya brankas di dunia. Sebelum diperkenalkan sebagai brankas, jenis lemari besi pertama di Inggris diperkenalkan dengan bentuk peti besi cor. Peti-peti tersebut ini dicetak dalam satu bagian, dengan ketebalan sekitar 1,25 cm, dengan pintu yang dibentuk dalam satu cetakan dengan ketebalan rata-rata yang sama. Salah satu tokoh Revolusi Industri Inggris yang memiliki andil dalam penemuan metode cor besi dan baja adalah John Wilkinson (1728 –1808). John Wilkinson kemudian mematenkan metode tersebut, dan beliau dikenal sebagai Bapak Cast Iron Dunia. Sementara itu di Amerika Serikat, lemari besi yang pertama kali diperkenalkan dalam bentuk lembaran besi yang diisi dengan kayu yang telah dijenuhkan dengan air asin. Bentuk lemari besi berupa peti besi yang seluruh permukaannya diliputi oleh kenop-kenop atau kepala besi tuang yang menonjol. Lemari besi tersebut masih dibuat hingga awal abad ke-19. Sampai dengan tahun 1820, peti besi model seperti ini dibuat hanya untuk mencegah benda berharga terlindung dari pencuri, tetapi tidak bisa diselamatkan terhadap bahaya kebakaran.Pada masa selanjutnya, bentuk lemari besi berkembang dengan sangat pesat. Berbagai penemuan baru baik di Eropa dan Amerika Serikat telah menciptakan lemari besi model baru yang tahan pencuri, sekaligus tahan api. Perbaikan tersebut diantaranya :- Jesse Delano (New York). Pada tahun 1827 Jesse Delano mematenkan produk brankas pertamanya di Amerika Serikat. Model brankas tahan api buatan Delano, membuat lemari besi biasa mulai ditinggalkan.- Thomas Milner (Liverpool). Pada tahun 1830 Thomas Milner memperkenalkan brankas dengan lapisan ruang ganda. Brankas buatan Milner terkenal sebagai brankas yang kuat dan tahan api yang pertama.- CJ Gayler (New York). Pada tahun 1933 CJ Gayler menciptakan brankas besi ruang ganda dengan nama Salamander, yang teruji tahan api.- Edward Tann and Sons (London). Pada tahun 1843 Edward Tann mematenkan brankas dengan dua tuas kunci pelindung dan alat anti tekan. Model kunci untuk brankas buatan Tann, digunakan oleh hampir semua brankas yang diciptakan pada masa berikutnya.- John E. Wilder (Boston). Pada tahun 1850 John Wilder memamerkan kembali brankas Salamander ciptaannya setelah memenangkan gugatan di pengadilan melawan CJ Gayler.- Silas C. Herring (New York). Pada tahun 1951, Herring yang mendapatkan lisensi penjualan brankas ciptaan Wilder, memamerkan brankas Salamander di Crystal Pallace London. Pada tahun 1867 Herring mengaku bahwa sejak tahun 1841 ia telah memproduksi 30.000 brankas. Pada tahun 1970 Herring juga mengembangkan brankas anti ledakan yang menggunakan perpaduan teknologi iron cast dalam berbagai komposisi.Brankas yang terbuat dari bahan iron cast di Indonesia, sejauh ini merupakan benda-benda peninggalan kolonial Belanda. Pemerintah Belanda pada masa penjajahan, membawa brankas-brankas tersebut dan menempatkannya di sejumlah tempat penting seperti : kantor keuangan pemerintah, pabrik, bank, hotel, keraton kerajaan, museum, pegadaian dan gereja. Brankas bisa ditemukan di berbagai bangunan buatan Belanda di seluruh Indonesia. Brankas-brankas yang ditemukan di kantor-kantor Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memiliki arti penting dari sisi ekonomi, mengingat pada masa sebelum kemerdekaan, Kabupaten Gunungkidul menjadi bagian dari wilayah Vorstenlanden yaitu Kasultanan Yogyakarta.Sejak tahun 1831, Kasultanan Yogyakarta memiliki dua wilayah negaramanca yaitu Kulonprogo dan Gunungkidul. Berdasarkan tulisan sejarah yang dirangkum dalam buku Putra Widya, di daerah Kulonprogo dan Gunungkidul terdapat tanah pemajekan. Daerah pemajekan Kulonprogo berada di Pengasih di bawah Bupati Wedana Distrik Pemajekan Dalem, sedangkan di Sentolo dan Gunungkidul pejabatnya bergelar Riya. Walaupun bukan merupakan daerah otonom, kemungkinan mulai tahun 1831, Gunungkidul menjadi daerah wilayah (yang bersifat administratif) di bawah Kasultanan Yogyakarta, sebagai kabupaten yang berada di luar wilayah perkotaan.Sejarah Pemanfaatan Brankas C (Tropical.)Berdasarkan penjelasan Sigit Saptana, Brankas di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul sudah lama digunakan sebagai brankas Sekretaris kabupaten. Sigit Saptana saat ini merupakan pemegang kunci brankas tersebut. Berdasarkan informasi beliau, pemegang kunci tersebut secara berurutan sejak tahun 2000 adalah : Sri Suwarni, Subagyo SE., Agus Subaryanto BA., Sukamio SE., Suwanto, dan terakhir Sigit Saptana S.Sos, MM. Lebih lanjut menurut Sigit, sejarah yang berkaitan dengan brankas C (tropical.) bisa ditanyakan ke Pak Ngadi – mantan Pengurus Barang Kantor Sekretaris Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.Dst …
Nilai Sejarah : Brankas ini merupakan benda import dan menjadi bukti bahwa pada waktu itu telah terjadi hubungan perdagangan dengan luar negeri dan bisa menunjukkan adanya perkembangan sosial ekonomi.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Menunjukkan bahwa pada masa itu pemerintahan di wilayah Gunungkidul sudah menggunakan brankas yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang berharga atau arsip yang penting pemerintahan. Brankas tersebut menyimpan sejumlah hasil pengembangan teknologi modern pada abad ke-19. Melalui Brankas B, dapat dipelajari berbagai ilmu diantaranya : teknologi iron cast, ilmu kunci pengaman ciptaan Chubb & Sons, ilmu pajak, ilmu ekonomi, ilmu pemerintahan dan perdagangan.
Nilai Pendidikan : Dengan adanya brankas peninggalan kolonial yang bersejarah maka dapat memberikan wawasan generasi masa kini untuk mengenal produk brankas masa lalu yang akhirnya berkembang hingga sekarang dan lebih bervariasi dalam bentuk dan ukurannya.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Pemerintah Kabupaten Gunungkidul
Pengelolaan
Nama Pengelola : Pemerintah Kabupaten Gunungkidul
Catatan Khusus : Kondisi Saat Ini: Masih berfungsi namun kusam pada bagian permukaan cat karena karat. Pada dinding sisi kanan brankas terdapat kerusakan berupa permukaan yang mengelupas. Kerusakan tersebut diduga akibat benturan