| Bahan Utama | : | Batu Batu Putih |
| Keterawatan | : | Utuh dan Terawat,Tidak Utuh / |
| Dimensi Benda | : |
Panjang 34 cm (lapik) Lebar 56 cm Tinggi 69 cm Tebal 41 cm Diameter - Berat - |
| Tokoh | : | Ganesha |
| Peristiwa Sejarah | : | Sejarah asal mula Arca Ganesha dengan nomor inventaris D 86ntidak diketahui dengan pasti. Namun berdasarkan keterangan yang dihimpun dari dua orang narasumber yang bernama Suhardi dan Santosa, kedua arca merupakan penemuan kakek buyut dari orang tua mereka. Menurut penjelasan narasumber, Arca D 86n ditemukan dibawah pohon bambu secara tidak sengaja. Dan sejak pertama kali ditemukan, arca tersebut dibiarkan berada di tempat tersebut hingga sekarang. Keluarga Harjosuwarno dan pewarisnya yang memiliki lahan tersebut menganggap benda tersebut sebagai arca yang sakral dan merasa keberatan jika benda tersebut dipindah ke tempat lain.C. Sejarah Pelestarian Arca Ganesha D 86nKegiatan penyelamatan benda cagar budaya di Kapanewon Playen sudah dilaksanakan secara intensif oleh Pemerintah. Terbukti hingga saat ini terdapat lima buah laporan kegiatan yang berlangsung dari tahun 1984 hingga tahun 2007. Berdasarkan catatan yang diperoleh dari Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY (BPCB DIY), kegiatan penyelamatan benda cagar budaya sudah dilakukan sejak tahun 1984. Diawali dengan kegiatan sosialisasi kepurbakalaan di Kapanewon Playen pada tahun 1984, pada tahun berikutnya dilakukan inventarisasi berdasarkan laporan masyarakat. Hasil temuan yang terdapat di Kalurahan Logandeng merupakan penemuan yang cukup sedikit, karena hanya terdapat tiga buah temuan beda cagar budaya. Pata tahun 1988 BPCB DIY melakukan kegiatan Herinventarisasi kembali di Kapanewon Playen yang dilanjutkan dengan kegiatan pengamanan. Dalam kegiatan ini, data-data penemuan benda cagar budaya di wilayah Kapanewon Playen didata ulang, kemudian sebagian dilakukan kegiatan pengamanan benda cagar budaya ke Situs Penampungan Bleberan. Pada tahun 2007 dilakukan kembali kegiatan Herinventarisasi dan penyelamatan benda cagar budaya di Kapanewon Playen. Dalam kegiatan yang berlangsung di tahun 2007, Arca Ganesha D 86n hendak diselamatkan oleh pemerintah namun terkendala dengan keinginan pemilik lahan yang tidak mau menyerahkan benda tersebut. Akhirnya Arca Ganesha D 86n tidak jadi diselamatkan.Dalam kegiatan Herinventarisasi 2007, Arca Ganesha D 86n juga mengalami kendala registrasi. Dalam kegiatan inventarisasi 1998 Arca Ganesha D 86n disebut sebagai Fragmen Menhir yang diselamatkan di Situs Penampungan Bleberan. Namun pada Herinventarisasi tahun 2007, nomor registrasi tersebut juga muncul menjadi Arca Ganesha yang ditemukan di Kalurahan Logandeng. |
| Konteks | : | Dalam Kamus Arkeologi disebutkan bahwa Ganesha adalah Dewa ilmu pengetahuan dan penyingkir rintangan dalam Agama Hindu.Bagi para pemujanya, Ganesha merupakan dewa pemberi kesejahteraan dan kebijaksanaan. Tokoh tersebut digambarkan berbadan manusia dan kepala gajah, bertangan dua atau empat dengan laksana berupa tasbih, kapak, sangkha, dan jerat. Pada kepala terdapat ardha candrakapala dengan mata ketiga di dahinya. Upawita terdiri dari ular dan ragkaian tengkorak. Tangan depan memegang mangkuk dan patahan gading. Ke dalam mangkuk itu dimasukkan belalainya sebagai lambang bahwa ia tidak puas-puas mencari ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.Ganesha merupakan putra dari Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Ganesha merupakan tokoh dewa yang memiliki perwujudan istimewa dengan kepala gajah berbadan manusia yang berperut buncit. Dalam mitologi Agama Hindu, Ganesha merupakan Dewa yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan transedental serta menjadi penghalang marabahaya. Karena sifatnya tersebut maka Ganesha merupakan dewa yang banyak dipuja masyarakat. Dalam kebudayaan Hindu Jawa, Ganesha menjadi dewa yang banyak dipuja. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan arca Dewa Ganesha di seluruh Jawa. Dalam bangunan Candi Siwa, Ganesha biasanya menuduki posisi timur atau barat. |
| Riwayat Penemuan | : | Semenjak kakek nenek Bapak Santoso masih hidup, arca tersebut sudah ada disana dan tidak pernah berpindah-pindah. |
| Riwayat Pengelolaan | : | Awal mulanya ditemukan oleh kakek buyutnya bapak Harjo Suwarno, kemudian diwariskan ke kakeknya, kemudian ke bapaknya yang bernama Harjo Suwarno, kemudian ke Bapak Santoso. |
| Nilai Sejarah | : | Arca Ganesha D 86n di Plembon Kidul, Logandeng, Playen merupakan bukti konkrit perkembangan kebudayaan Hindu di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Arca Ganesha D 86n merupakan bukti dari sisa-sisa peninggalan Kebudayaan Hindu periode Klasik Abad IX-I Masehi. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Arca Ganesha mempunyai nilai penting bagi ilmu pengetahuan khususnya arkeologi, sejarah, dan kebudayaan, serta dapat digunakan sebagai kajian tentang rekonstruksi sejarah budaya masa klasik yang berkembang di wilayah Kabupaten Gunungkidul. |
| Nilai Agama | : | - |
| Nilai Pendidikan | : | Arca Ganesha merupakan bukti konkrit hasil budaya masa klasik yang bisa digunakan sebagai obyek pembelajaran bagi masyarakat. Eksistensi Arca Ganesha D 86n di Kapanewon Playen menunjukkan bahwa di Kabupaten Gunungkidul memiliki peninggalan dari kebudayaan masa Klasik Jawa Tengah yang berlangsung pada abad IX-X, sehingga memperkaya khasanah budayanya. |
| Nilai Budaya | : | Arca Ganesha merupakan bukti fisik atau tangible dari pengaruh Kebudayaan Hindu yang berkembang di daerah tersebut. |
| Nilai Ekonomi | : | - |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Milik negara |
| Catatan Khusus | : | Kondisi Saat Ini: Arca dalam keadaan tidak terlindungi. Kondisi batu arca rapuh dan aus.Koordinat pada SK: 7°55'55"S, 110°34'27"T |