Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
Jenis Struktur | : | Tradisional |
Jenis Bangunan | : | Tradisional |
Fungsi Bangunan | : | Religi/Keagamaan |
Komponen Pelengkap | : |
|
Tata Letak Dalam Ruang Kawasan | : | Bangunan Candi Gebang menghadap ke arah timur. |
Deskripsi Atap | : | Pada bagian puncak atap candi terdapat lingga yang ditempatkan di atas bantalan seroja. Bagian atas lingga tersebut berbentuk silinder. Pada puncak atap bagian dalam terdapat ruangan kecil berbentuk rongga. Pada atap bagian luar terdapat relief berbentuk kepala manusia seperti berada di sebuah jendala. |
Desain | : | Candi Gebang berdenah bujur sangkar dengan ukuran 5,25 x 5,25 m dan tinggi 7,75 m. |
Interior | : | Di dalam bangunan candi terdapat Yoni, di kanan-kiri pintu masuk terdapat relung dengan arca Nandiswara,sedangkan relung yang berisi Mahakala arcanya |
Fungsi Situs | : | Religi/Keagamaan |
Fungsi | : | Religi/Keagamaan |
Tokoh | : | Prof DR Ir. V.R van Romondt |
Konteks | : | Candi Gebang ditemukan pada bulan Nopember 1936 oleh penduduk setempat, pada awalnya yang ditemukan arca Ganesha. Dari hasil penggalian menemukan reruntuhan bangunan yang terdiri dari atap candi, sebagian kecil tubuh, dan sebagian kaki yang masih utuh. Selanjutnya dari temuan yang ada dilakukan penyusunan percobaan, meskipun bagian tubuh banguan banyak digunakan batu pengganti. Pemugaran candi Gebang dilaksanakan pada tahun 1937 sampai dengan tahun 1939, yang dipimpin oleh Prof DR Ir. V.R van Romondt. Sejarah berdirinya candi Gebang belum diketahui secara pasti. Hal tersebut disebabkan adanya keterbatasan validitas data-datanya, akan tetapi dapat dipastikan bahwa Candi Gebang bersifat Hindu. Hal ini dapat diketahui dengan adanya arca Ganesha. Disamping itu, berdasarkan atas bentuk kaki candi yang mempunyai proporsi tinggi menunjukkan bahwa Candi Gebang berasal dari periode yang tua ( 730 – 800 M) |
Riwayat Penemuan | : | Candi Gebang ditemukan pada bulan Nopember 1936 oleh penduduk setempat, pada awalnya yang ditemukan arca Ganesha. Dari hasil penggalian menemukan reruntuhan bangunan yang terdiri dari atap candi, sebagian kecil tubuh, dan sebagian kaki yang masih utuh. |
Nilai Budaya | : | Candi Gebang dapat dijadikan bahan untuk membentuk wujud kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia melalui bangunan dan situs cagar budaya. Candi Gebang merupakan karya adiluhung yang mencerminkan kekhasan kebudayaan bangsa Indonesia. Candi Gebang merupakan Bangunan dan Situs Cagar Budaya yang sangat langka jenisnya, unik rancangannya, dan sedikit jumlahnya di Indonesia, ditandai adanya arca Ganesa yang duduk di atas Yoni |
Nama Pemilik Terakhir | : | Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (sekarang Ba |
Nama Pengelola | : | Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (sekarang Ba |
Catatan Khusus | : | Koordinat pada SK Bupati Sleman: UTM 49 X: 435617 Y: 9143140 |