Loading

Deskripsi Singkat

Bangunan Cagar Budaya Candi Kimpulan terletak di dalam area Kampus Terpadu UII Yogyakarta Jl. Kaliurang Km 14,5. Penemuan candi ini terjadi secara tidak sengaja pada tanggal 11 Desember 2009 saat penggalian lubang fondasi dalam pengerjaan Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan. Struktur candi ditemukan di kedalaman 270 cm dari permukaan tanah (endapan vulkanis). Selanjutnya dilakukan kegiatan survei kemudian ekskavasi (penggalian) selama Desember 2009 sampai dengan Januari 2010. 

Candi Kimpulan merupakan suatu bangunan peribadatan yang terbuka, karena tidak ditemukan elemen dinding dan atap bangunan. Konstruksi atap menggunakan tiang kayu berdasarkan keberadaan batu umpak di lantai bangunan. Dari temuan arca serta batu lingga dan yoni diketahui bangunan peribadatan bercorak Hindu. Berdasarkan penelusuran literatur dari abad ke-19, candi ini belum pernah terdokumentasi sebelumnya. Bentuk keseluruhan candi ini berupa dua struktur batur terbuat dari batu andesit yang meninggi di atas permukaan tanah, saling berhadapan dan berbeda ukuran yang masing-masing memiliki pagar rendah serta dikelilingi dinding rendah berupa susunan batu kali. Meskipun tidak berwujud bangunan candi pada umumnya, namun penamaan struktur ini tetap menggunakan predikat “candi” sebagaimana untuk penyebutan tinggalan arkeologis bangunan keagamaan Hindu/Buddha dari abad VIII–XV M (periode historiografi masa klasik) yang terdapat di Indonesia. 

Candi Kimpulan berada di lereng selatan Gunung Merapi pada elevasi 320 mdpl serta terletak sekitar 50 di sebelah barat Sungai Kladuan. Di sekitar candi Kimpulan setidaknya dalam radius 5 km terdapat tinggalan arkeologis berupa batu sisa komponen candi, yoni, dan bangunan Candi Palgading. 

Bangunan Cagar Budaya Candi Kimpulan terdiri atas bangunan candi induk dan bangunan candi perwara yang saling berhadapan berjarak 3,02 m serta struktur pagar halaman. 

1. Candi Induk 

Bentuk batur berpagar memiliki denah persegi berukuran 6,21 m x 6,21 m, tinggi 213 cm di atas permukaan tanah, tidak terdapat tangga, pada bagian tepi terdapat pagar langkan tebal 40 cm dan tinggi 85 cm dari permukaan lantai. Bangunan menghadap timur dengan lebar pintu 60 cm yang terdapat di sisi timur pagar langkan pada bagian tengah. Memiliki ornamen berupa:  
a) kala berpola antefiks di tengah dinding langkan utara dan selatan. 
b) antefiks di tengah dinding barat. 
c) antefiks di sudut pintu dan pagar langkan. 
d) relief figur manusia duduk memegang tangkai teratai di pipi pintu. 
e) roset (teratai dan mutiara) di bawah batu padma pagar. 

Dibandingkan dengan ukuran bangunan candi pada umumnya, Candi Kimpulan diperkirakan sebagai bangunan sarana peribadatan untuk komunitas desa (bukan sarana kerajaan). 

Struktur candi berbahan batu andesit yang disusun dengan teknik kait melalui takikan. Pada permukaan lantai terdapat 24 umpak batu terdiri atas dua jenis yaitu 12 umpak permukaan datar diameter 20 cm dan 12 umpak batu bulat diameter 20 cm--24 cm.  

Di bagian dalam candi terdapat: 
a) lingga (diameter bulat 16 cm dan tinggi 22 cm). 
b) yoni (65 cm x 65 cm x 60 cm). 
c) arca ganesha menghadap barat (tinggi 50 cm, lebar 36 cm, dan tebal 36 cm). 

Temuan arkeologis hasil penggalian di bawah permukaan lantai: 
a) wadah gerabah (di bawah cerat yoni),  
b) wadah perunggu, dan  
c) dua kotak batu pripih: (1) pripih berukuran 17 cm x 17 cm x 5,5 cm ditemukan di dalam yoni. (2) pripih berukuran 22 cm x 22 cm x 19 cm ditemukan pada kedalaman 20 cm di bawah yoni.  

2. Candi Perwara 

Bangunan candi perwara Bentuk batur berpagar memiliki denah persegi panjang berukuran 4,11 m x 6,36 m, tinggi 164 cm di atas permukaan tanah, tidak terdapat tangga, pada bagian tepi terdapat pagar langkan tebal 40 cm dan tinggi 85 cm dari permukaan lantai. Bangunan menghadap barat dengan lebar pintu 52 cm yang terdapat di sisi barat pagar langkan pada bagian tengah. 

Di bagian dalam candi terdapat (urutan posisi keletakkan dari utara ke selatan): 
a) Lingga-yoni 
Yoni menghadap utara berukuran 56 cm x 56 cm x 47 cm. Ukuran lingga pada bagian bulat: tinggi 15 cm, diameter 16 cm dan bagian segi empat panjang 17 x 17 cm. 
b) Lapik berornamen padma, berukuran 38 cm x 38 cm x 35 cm. 
c) Arca Nandi 
Arah hadap barat berukuran 63 cm x 27 cm x 32 cm. 
d) Lapik berornamen padma, berukuran36 cm x 36 cm x tinggi 33 cm 
e) Struktur batu menyerupai bak penampung air 
Berdenah bujur sangkar, ukuran struktur: 80 cm x 80 cm x 12 cm, bagian tengah struktur berupa lantai dengan kedalaman 54 cm. 

Lantai candi perwara tersusun dari rangkaian blok­blok batu andesit. Lantai candi mempunyai 8 umpak datar dengan rata-rata berukuran 20 cm. Di candi perwara ini ditemukan pripih yang berada di dalam yoni di bawah lingga pada kedalaman 15 cm dari bibir yoni. Ukuran pripih 15,5 x 15,5 x 5,3 cm. Isi dari pripih tersebut berupa manik-manik, fragmen perunggu dan, serpihan emas.  

3. Struktur Pagar Halaman 

Selain candi induk dan perwara juga ditemukan pagar keliling yang mengelilingi struktur candi dengan ukuran 22,40 m X 22,40 m dan tinggi sekitar 0,5 m. Pagar tersebut terbuat dari bolder batu andesit yang disusun sehingga membentuk pagar keliling. Fungsi dari pagar tersebut diperikan sebagai pembatas halaman candi. Batas halaman I berupa batu andesit gundul yang ditata membentuk struktur yang dikuatkan dengan temuan lingga patok di sisi barat dan selatan yang berjarak 0,5 m dari struktur bangunan dalam dengan lebar rata-rata 1,20 m. 

Fondasi bangunan berupa pemadatan pasir dan batu andesit berbentuk bulat tanpa diolah ukuran diameter rata-rata 15 cm. 

Kompleks Candi Kimpulan memiliki gaya arsitektur langgam Jawa Tengah (klasik tua) hal ini terlihat dari gaya arca yang naturalis serta kepala Kala yang ditemukan tidak memiliki rahang bawah yang merupakan ciri khas seni pada klasik tua. Selain itu juga dari segi kajian paleografis tulisan dan gaya Bahasa yang terdapat pada pripih yang ditemukan di Candi Kimpulan berasal dari sekitar abad 9 Masehi. 

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Klasik
Alamat : Dusun Kimpulan, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.688353° S, 110.415359° E

SK Gubernur : SK GUB DIY 64/KEP/2024
SK Walikota/Bupati : Keputusan Bupati Sleman


Lokasi Candi Kimpulan di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Jenis Struktur : Tradisional
Dimensi Struktur
Jenis Bangunan : Tradisional
Fungsi Bangunan : Religi/Keagamaan
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tata Letak Dalam Ruang Kawasan : Candi Kimpulan berada di lereng selatan Gunung Merapi pada elevasi 320 mdpl serta terletak sekitar 50 di sebelah barat Sungai Kladuan. Di sekitar candi Kimpulan setidaknya dalam radius 5 km terdapat tinggalan arkeologis berupa batu sisa komponen candi, yoni, dan bangunan Candi Palgading.
Deskripsi Lantai : Lantai candi perwara tersusun dari rangkaian blok­blok batu andesit. Lantai candi mempunyai 8 umpak datar dengan rata-rata berukuran 20 cm.
Fungsi Situs : Religi/Keagamaan
Fungsi : Religi/Keagamaan
Konteks : Latar belakang bangunan adalah agama Hindu yang didasarkan pada temuan Lingga-Yoni, arca Ganesha, dan arca Nandi. Kemungkinan bangunan ini berfungsi sebagai tempat pemujaan Ganesha sebagai Vighnesvara yaitu penghilang rintangan yang didukung oleh masyarakat dengan jumlah yang relatif sedikit pada sebuah wilayah yang tidak begitu luas. Di lantai atas perwara ditemukan Lingga-Yoni, arca Nandi dan semacam sumuran diperkirakan sebagai penyederhanaan konsep trimurti di satu perwara sehingga tidak perlu membuat 3 buah candi perwara. Candi Kimpulan ditemukan pada 11 Desember 2009 di area kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta di Jalan Kaliurang km 14,5. Penemuan candi ini berawal dari penggalian permukaan tanah untuk fondasi pendirian bangunan gedung perpustakaan kampus. Bangunan candi ditemukan pada kedalaman 2,7 m dari permukaan lahan. Pembangunan gedung dihentikan, kemudian dilakukan penelitian arkeologis dilanjutkan studi kelayakan, pemugaran, dan konservasi serta pemintakatan. Rangkaian kegiatan penelitian sampai dengan konservasi tersebut selesai pada Januari 2011 serta diresmikan pada 17 Oktober 2012. Gedung perpustakaan pusat UII kemudian mengalami perubahan perancangan untuk mengadaptasi keberadaan temuan candi Kimpulan ini.  
Riwayat Penemuan : Penemuan candi ini terjadi secara tidak sengaja pada tanggal 11 Desember 2009 saat penggalian lubang fondasi dalam pengerjaan Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan.
Riwayat Pelestarian : Rangkaian kegiatan penelitian sampai dengan konservasi tersebut selesai pada Januari 2011 serta diresmikan pada 17 Oktober 2012.
Nilai Sejarah : Bangunan Cagar Budaya Candi Kimpulan menjadi salah satu sisa bukti keberadaan bangunan tempat peribadatan ritus tertentu untuk suatu komunitas setingkat desa di wilayah Yogyakarta pada sekitar abad IX M. Hal tersebut didukung dengan bangunan candi yang sederhana dan ditemukannya artefak berupa kotak batu pripih yang utuh dan lengkap, wadah gerabah, wadah perunggu dalam kondisi intact dan insitu. 
Nilai Ilmu Pengetahuan : Bangunan Cagar Budaya Candi Kimpulan sedikit dari jumlah bangunan Hinduisme yang tidak ditemukan elemen dinding dan atap bangunan. Konstruksi atap menggunakan tiang kayu berdasarkan keberadaan batu umpak di lantai bangunan serta keberadaan bekas lubang tiang di lantai.  Temuan bangunan candi dalam kondisi lengkap, baik unsur bangunan (termasuk jejak tiang kayu, kelengkapan halaman, serta kelengkapan unsur candi (arca, pripih dan isinya) merupakan kondisi temuan yang langka dijumpai di wilayah DIY. 
Nilai Budaya : Bangunan Cagar Budaya Candi Kimpulan merupakan salah satu bukti keberadaan penyebaran Hinduisme dari abad VIII–XV M di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X
Alamat Pemilik : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X
Pengelolaan
Nama Pengelola : dikelola bersama antara BPK Wilayah X dan Universitas Islam Indonesia
Catatan Khusus : Koordinat pada SK GUB DIY dan SK Bupati Sleman: UTM 49 X :  0435524,  Y :  9150111Terdapat tiga struktur terdiri dari dua struktur pondasi candi dan satu struktur pagar yang terbentuk dari boulder batu