Deskripsi Fasad |
: |
Fasad bangunan joglo sudah mengalami
beberapa perubahan selaras dengan
pergantian kepemilikan. Pada awal
dibangun fasad depan bagian lantai
bangunan empernya berada pada posisi
yang lebih rendah dan sejajar dengan
tanah. Kemudian oleh Bapak Surowiharjo
bagian emper ditinggikan. Pada masa
Bapak Sudadiman bangunan joglo sempat
dicat ulang dengan warna yang berbeda
kuning-krem dan hijau. Oleh Bapak Fajar
Krismasto ketika mendapat dana bantuan
untuk merehabilitasi bangunan akhirnya
dikembalikan ke warna kayu aslinya.
Rumah joglo Bapak Fajar Krismasto
dibangun menghadap arah selatan. Pada
bagian depannya terdapat ruang emper
yang ditopang oleh 6 saka emper. Pada
masing masing saka emper terdapat
konsol berupa bahu danyang yang
digunakan untuk menahan cukit. Di
bagian atas bahu danyang terdapat saluran
talang air yang dibuat dengan bahan
logam.
Pada bagian pendopo bagian depannya
berupa dinding kayu (gebyok) berwarna
coklat. Gebyok tersebut memiliki satu
pintu utama pada bagian tengah dengan
model lipat-geser yang terdiri atas 3 papan
lipat pintu sisi barat dan 3 papan lipat
pintu sisi timur; pada bagian kiri dan
kanan dari pintu utama merupakan papan
papan kayu yang disusun berjejer hingga
memenuhi dan menutup celah antara tiang kolom yang digunakan untuk memasang
gebyok. Papan papan kayu ini dapat
dilepas pasang apabila hendak membuka
dinding gebyok pendopo (gambar 2) |
Deskripsi Konsol |
: |
Konsol bangunan joglo berupa bahu
danyang yang dibuat dengan bahan kayu
dan dipasang bertumpu pada saka emper.
Total terdapat 6 buah bahu danyang pada
bangunan joglo (gambar 3) |
Deskripsi Jendela |
: |
Jendela pada bangunan joglo Bapak Fajar
Krismasto hanya terdapat satu jenis saja
yaitu model awning yang dibuat berbahan
kusen kayu dengan isian panil kaca.
Jendela ditempatkan pada dinding sisi
timur dan barat pendopo, masing masing
dinding terdapat 10 jendela. Ukuran dari
seluruh jendela pun seragam yaitu 49 cm x
139 cm (gambar 4) |
Deskripsi Pintu |
: |
Terdapat 3 jenis pintu pada bangunan
pendopo, yaitu:Pintu pada bagian gebyok memiliki
model geser lipat dan terbagi
menjadi dua bagian. Tiap bagian
terdiri atas tiga buah papan kayu.
Masing masing papan kayu
memiliki ukuran 50 cm x 222 cm
(gambar 5).Pintu pada bagian tembok sisi
barat dan timur, memiliki model
kupu tarung dengan isian panil
tengah berupa kaca memiliki
ukuran daun pintu masing
masing 50 cm x 188 cm (gambar
6).Pintu dalem terdiri atas tiga pasang
dengan model kupu tarung dengan
ragam krepyak, berbahan kayu.
Pintu bagian tengah memiliki
ukuran daun pintu 72 cm x 205
cm, sedangkan pintu sisi kanan
dan kirinya masing masing
memiliki ukuran daun pintu
sebesar 63,5 cm x 205 cm (gambar
7).Pintu bagian pringgitan berada di
sisi barat dan timur, memiliki
model kupu tarung, masing
masing daun pintu memiliki
ukuran 55,5 cm x 184 cm (gambar
8). |
Deskripsi Atap |
: |
Atap untuk bagian pendopo menggunakan
konstruksi joglo dengan variasi lawakan.
Atap jenis ini terdiri dari dua bagian yaitu
brunjung yang ditopang oleh struktur saka
guru, dan penanggap yang ditopang oleh
struktur saka rawa. Penutup atap pendopo
adalah genteng bermerk branch, dan
merupakan hasil penggantian. Terdapat
pula komponen wuwung yang terbuat dari
bahan seng. Pada bagian ini juga terdapat
hiasan berupa bongkak (gambar 9).
Sementara itu untuk bagian pringgitan dan
dalem digunakan atap berjenis limasan. |
Deskripsi Lantai |
: |
Lantai pada bangunan pendopo sempat
mengalami beberapa kali perubahan
semenjak dibangun hingga sekarang. Pada
awalnya bangunan pendopo hanya
beralaskan lantai tanah, kemudian diubah
menjadi berplester semen, dan diubah
kembali menjadi tegel hingga saat ini.
Tegel yang digunakan pada bangunan
pendopo ialah tegel polos berwarna abu
abu dan juga tegel bermotif. Masing
masing tegel memiliki ukuran 20 cm x 20
cm (gambar 10). |
Deskripsi Kolom/Tiang |
: |
Tiang pada bangunan pendopo rumah
Joglo milik Bapak Fajar Krismasto terdiri
atas beberapa jenis, yaitu:Saka guru berjumlah 4 buah,
berbahan kayu dengan ukuran
16,5 cm x 16,5 cm, ditempatkan
pada umpak batu model padma
dengan ukuran 42 cm x 42,5 cm x
35 cm (gambar 11).Saka rawa berjumlah 12 buah,
berbahan kayu dengan ukuran 14
cm x 14 cm, dipasangkan pada
umpak batu dengan ukuran 28 cm
x 31 cm x 33 cm (gambar 12).Saka emper berjumlah 6 buah,
berbahan kayu dengan ukuran 11
cm x 11 cm, dipasangkan pada
umpak batu dengan ukuran 22 cm
x 22 cm x 29 cm (gambar 13). |
Deskripsi Ventilasi |
: |
Ventilasi pada bangunan pendopo terbagi
menjadi dua jenis yaitu: Ventilasi yang dibuat dengan
memberikan celah pada dinding
bangunan sisi timur barat
pendopo (gambar 14).Ventilasi pada atas pintu (tebeng)
bagian dinding utara (pintu dalem)
berjumlah 3 buah (gambar 22).Ventilasi berupa loster yang
dipasang di dinding pendopo sisi
barat dan timur (gambar 15).
|
Deskripsi Plafon |
: |
Plafon berupa anyaman bambu (kepang)
(gambar 16). |
Jenis Ragam Hias |
: |
Bangunan pendopo memiliki ragam hias
yaitu: Penggunaan tegel yang memiliki
motif bunga, dan lengkung sulur
(gambar 10)Menggunakan umpak model
padma (gambar 11)Mengecat bagian pyan dengan
lukisan lingkaran yang terdapat
bunga ditengahnya, di bagian luar
lingkaran tersebut terdapat sulur
daun yang mengelilinginya, di
bagian bingkai pyan dilukis
dengan gambaran seperti patran.
Lukisan ini memiliki warna
dominan biru dengan stiliran
merah, emas, hijau (gambar 17).Mengecat bagian emprit gantil
dengan warna emas, merah, biru,
dan hijau (gambar 18).Sesanten yang diberi cat warna
biru, kuning emas, hijau, dan
merah (gambar 19).Bagian dada paesi yang memiliki
motif lung lungan (gambar 20).Papan bergambar dengan ragam
hias tumbuhan yang dipasangkan
pada bagian sunduk pamanjang
sisi utara (gambar 21).Konsol yang berupa bahu danyang
(gambar 3)Tralis besi dengan ragam hias
panahan pada bagian
tebeng/bouven pintu pendopo
sebelah utara (pintu dalem)
(gambar 22).Kaca berwarna merah dan putih
dengan tekstur yang diletakkan di
bagian tebeng gebyok (gambar 23) |
Arsitek |
: |
Bapak Surodimejo |
Desain |
: |
Bangunan didesain dengan arsitektur tradisional jawa yaitu joglo desain arsitektur tradisional jawa. |