Arca dalam kondisi baik. Arca digambarkan berdiri di atas padmasana berbentuk bundar dalam sikap samabanga (berdiri tegak). Rambut arca terurai di atas bahu dengan mahkota berbentuk ja??makuta. Arca memiliki kumis, jenggot, perut buncit (tundila), dan prabha (hiasan berbentuk lingkaran di belakang kepala arca). Tangan kanan arca memegang kama??alu (kendi), sedangkan tangan kirinya memegang ak?am?l? (tasbih).
Arca memakai atribut upavita yang diletakkan di bahu kiri menyilang badan arca ke pinggang kanan, keyura (kelat bahu), ka?kana (gelang tangan dan gelang kaki), udarabandha (ikat pinggang arca laki-laki), dan kañcid?ma (hiasan pinggang) berbentuk genta kecil. Selain itu di bahu kiri arca terdapat camara (kebut lalat).
Dalam pantheon Agama Hindu, Agastya merupakan penggambaran Siwa yang mengajarkan dharma di dunia. Agastya juga dikenal sebagai maharesi dan mahaguru. Agastya ialah salah satu dari tujuh resi (saptaresi) yang banyak disebutkan dalam kitab Weda.
Bahan Utama | : | Batu Andesit |
Keterawatan | : | Utuh dan Terawat,Utuh / Rusak Ringan, |
Dimensi Benda | : |
Panjang - Lebar 32 Tinggi 61 Tebal 17 Diameter - Berat - |
Peristiwa Sejarah | : | Arca Agastya ditemukan di sekitar Kompleks Sendang Kasihan. Tidak diketahui secara pasti tahun dan lokasi penemuan arca. Arca kemudian ditempatkan di dekat pintu masuk kompleks sendang bersebelahan dengan Arca Ganesha yang ditemukan di kompleks yang sama. Saat ini Arca Agastya masih dikeramatkan oleh warga. |
Riwayat Penemuan | : | Arca Agastya ditemukan di sekitar Kompleks Sendang Kasihan. Tidak diketahui secara pasti tahun dan lokasi penemuan arca. |
Nilai Sejarah | : | Arca Agastya menjadi bukti berkembangnya Agama Hindu di Jawa |
Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Arca Agastya memberikan informasi tentang teknologi pengolahan batu andesit pada masa silam yang dipergunakan untuk kepentingan religiusArca Agastya menunjukkan kemahiran pemahat membuat arca sesuai dengan aturan ikonografi dewa yang berlakuArca Agastya memberikan informasi tentang pemilihan jenis batu yang digunakan untuk membuat arca dewa pada abad VIII-XArca Agastya bermanfaat untuk dijadikan objek penelitian arkeologi, sejarah dan seni pahatArca Agastya merupakan objek konservasi arca |
Nilai Agama | : | Arca Agastya diidentifikasi sebagai sarana untuk kegiatan pemujaan dalam Agama Hindu |
Nilai Budaya | : | Sebagai bukti masuknya pengaruh kebudayaan India di Indonesia pada umumnya dan Pulau Jawa pada khususunya |
Nama Pemilik Terakhir | : | Pemerintah RI (BPCB DIY) |
Nama Pengelola | : | Yudaryanto, pemilik Sendang Kasihan |
Catatan Khusus | : | Arca ditempatkan di udara terbuka sehingga permukaannya banyak ditumbuhi lumut dan jamur kerak. |