| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Jenis Struktur | : | Tradisional |
| Jenis Bangunan | : | Tradisional |
| Fungsi Bangunan | : | Religi/Keagamaan |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Tata Letak Dalam Ruang Kawasan | : | Bale Palereman (Transit) Jenazah Raja-Raja Mataram di Imogiri merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat transit bagi kendaraan jenazah Raja-Raja Mataram, Kasunanan Surakarta, dan Kasultanan Yogyakarta. Bale berdinding plesteran semi terbuka dan menghadap ke arah barat daya. |
| Deskripsi Pintu | : | Bale palereman memiliki dua pintu yang terbuka pada dinding barat daya dan timur laut. Pintu barat daya menghadap ke jalan, sedangkan pintu timur laut menghadap ke arah tangga masuk untuk menaiki Permakaman Imogiri. Kedua pintu memiliki ukuran lebar 4,87 m. |
| Deskripsi Atap | : | Bale palereman memiliki atap bertipe kampung. |
| Deskripsi Lantai | : | Lantai bangunan sebagian diplester dengan semen, sedangkan bagian tengahnya diaspal dan menyatu dengan jalan. Bagian yang diplaster semen terletak di sisi barat laut dan sisi tenggara bale, masing-masing dengan lebar 170 cm dengan peninggian 3,7 cm. Bagian tengah bale yang tidak disemen telah ditutup dengan aspal yang menyatu dengan jalan. |
| Deskripsi Kolom/Tiang | : | Bale ditopang oleh delapan buah tiang dari kayu. Tiang kayu berukuran 12 cm x 12 cm, serta tinggi 603 cm. |
| Deskripsi Ventilasi | : | Ventilasi pada bangunan ini diiletakkan pada dinding dari ruang penyimpanan. Ventilasi yang digunakan berjenis loster yang dibuat dari bahan beton sebanyak 5 buah. Ventilasi ini dipasang diatas pintu ruang penyimpanan yang berada di dinding sisi tenggaranya. |
| Interior | : | Terdapat tempat duduk dari plesteran semen dan ruang penyimpanan barang |
| Fungsi Situs | : | Religi/Keagamaan |
| Fungsi | : | Religi/Keagamaan |
| Tokoh | : | Susuhunan Pakubuwono X |
| Konteks | : | Bale Palereman (Transit) Jenazah Raja-Raja Mataram di Imogiri dibangun oleh Susuhunan Pakubuwono X. Hingga saat ini Bale Palereman (Transit) Jenazah Raja-Raja Mataram di Imogiri masih digunakan sebagai tempat parkir peziarah Makam Pajimatan Imogiri. |
| Riwayat Pengelolaan | : | Dikelola secara kolaboratif antara: Keraton Kasultanan Yogyakarta Keraton Kasunanan Surakarta Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY (sekarang Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X)Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Dinas Kebudayaan DIY. |
| Nilai Sejarah | : | Bale Palereman (Transit) Jenazah Raja-Raja Mataram di Imogiri didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono X (1889-1939). Memberikan informasi mengenai tata cara pemakaman jenazah Raja-Raja Mataram, Kasunanan Surakarta, dan Kasultanan Yogyakarta. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Bale Palereman (Transit) Jenazah Raja-Raja Mataram di Imogiri menunjukkan kemahiran rekayasa teknologi untuk konstruksi arsitektur Jawa. Memberikan informasi tentang teknologi pengolahan kayu dan plesteran yang dipergunakan untuk membangun Bale palereman. Bermanfaat untuk dijadikan objek penelitian arkeologi, teknik sipil, arsitektur, antropologi, dan sejarah. Merupakan objek konservasi bangunan kuno. |
| Nilai Pendidikan | : | Sebagai pembelajaran masyarakat umum dan peserta didik tentang filosofi yang terdapat pada bangunan kuno yang berkaitan dengan prosesi pemakaman jenazah Raja-Raja Mataram, Kasunanan Surakarta, dan Kasultanan Yogyakarta. Memberikan inspirasi bagi pendidikan lokal sebagai landasan bagi penguatan karakter bangsa. |
| Nilai Budaya | : | Memberikan informasi mengenai tradisi persinggahan sementara bagi jenazah Raja-Raja Mataram, Kasunanan Surakarta, dan Kasultanan Yogyakarta sebelum dimakamkan di Makam Pajimatan Imogiri. Tradisi persinggahan sementara bagi jenazah Raja-Raja Mataram, Kasunanan Surakarta, dan Kasultanan Yogyakarta yang bertempat di Bale Palereman dapat menguatkan kepribadian bangsa. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta |
| Nama Pengelola | : | Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta |
| Catatan Khusus | : | Koordinat pada SK Bupati Bantul: -49 M X: 433113 Y: 9124191 |