Loading

Rumah Singgah Soedirman

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Rumah Singgah Soedirman menghadap ke selatan. Halaman depan berupa pekarangan yang cukup luas. Pekarangan ini dibatasi pagar dari pasangan bata berplesteran semen. Bangunan hanya tersisa bagian pendopo dengan atap limasan dan sisa struktur teras. Di samping kiri pendopo terdapat bangunan dengan atap kampung. Di belakang pendopo dulunya terdapat bangunan dalem (rumah induk) yang roboh ketika terjadi gempa 27 Juni 2006 yang menyisakan struktur dinding berplester yang saat ini difungsikan sebagai dapur.

Di bagian belakang ditemukan paving batu andesit, lumpang batu dan komboran jaran (tempat makan-minum untuk kuda) terbuat dari batu andesit. Sisa pagar keliling mempunyai ukuran keliling 15, 96 m x 19, 02 m, tebal dinding 0, 28 m, serta tingginya 1, 6 m. Di bagian timur laut pagar keliling terdapat pintu berukuran 230 cm x 115 cm.

Struktur Teras

Struktur teras lantai berupa plesteran semen dengan ukuran teras 8,53 m x 3,20 m. Di depan teras terdapat dua undakan tangga. Undakan pertama dari bawah ukuran panjang 8,53 m, lebar 0,34 m dengan tinggi 0,19 m. Sedangkan undakan kedua ukuran panjang 8,53 m, lebar 0,30 m dengan tinggi 0,19 m.

Pendopo

Pendopo berbentuk Limasan Gajah Njerum mempunyai delapan buah soko. Ukuran Pendopo 12 m x 9,55 m. Dinding pendopo tingginya 2,77 m. Pendopo memiliki yang masing-masing didirikan di atas umpak. Soko berukuran 14 cm x 15 cm, serta tingginya 311 cm. Umpak soko berukuran 17 cm x 17 cm di bagian atas, 28 cm x 26 cm di bagian bawah, serta tingginya 29 cm. Umpak soko didirikan di atas plesteran semen yang ditinggikan 10 cm. Pendopo telah diberi dinding dari pasangan bata dan plesteran semen. Di bagian depan pendopo terdapat sebuah pintu dan dua buah jendela. Pintu masuk tidak diberi daun pintu. Kusen pintu berukuran 190 cm x 214 cm. Jendela berada di sebelah kanan dan kiri pintu, keduanya ditutup dengan seng. Ukuran jendela tersebut ialah: 194 cm x 186 cm.

Dalem (Rumah Utama)

Dalem roboh pada saat gempa 27 Juni 2006. Sisa Struktur dinding dalem yang masih tampak ialah sisa struktur dinding bagian utara. Struktur dinding tersebut memiliki ukuran tinggi 188 cm, serta tebalnya 27 cm. Lebar dinding belum dapat diketahui karena tertutup oleh dinding dapur. Bekas dalem pada saat ini difungsikan sebagai dapur oleh penghuni.

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Pasca Kemerdekaan
Tahun : 1949
Alamat : Padukuhan Piyungan RT 01, Srimartani, Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
8.0110573173481° S, 110.32142867785° E

SK Walikota/Bupati : Keputusan Bupati Bantul No 697 Tahun 2020


Lokasi Rumah Singgah Soedirman di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Rumah Singgah Soedirman merupakan tempat singgah Soedirman terakhir saat melakukan strategi geriliya sebelum Soedirman kembali ke Yogyakarta pada masa perjuangan mempertahankan kemerdakaan pada 10 Juli 1949.
Nilai Sejarah : Rumah Singgah Soedirman memiliki nilai sejarah yang tinggi karena pernah digunakan sebagai tempat persinggahan Jendral Soedirman dan pasukannya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Menggunakan model arsitektur tradisional Jawa yang tampak dari tipe bangunan limasan gajah njerum. Tipe bangunan tersebut memiliki teknologi khusus dalam proses pembangunannya.Arah hadap bangunan ke selatan mengikuti kepercayaan masyarakat Jawa. Pola tata letak bangunan tersusun simetris mengikuti prinsip tata letak sesuai sumbu utara-selatan dan memiliki nilai kesakralan yang semakin meningkat ke arah belakang.
Nilai Pendidikan : Rumah Singgah Soedirman di Piyungan memberikan pemahaman dan inspirasi nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda yang ditunjukkan oleh perjuangan Jendral Soedirman.
Nilai Budaya : Rumah Singgah Soedirman di Piyungan pernah digunakan sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan sosial, antara lain rapat peringatan acara 17 Agustus, sebagai sanggar, napak tilas jalur gerilya Jendral Soedirman.Rumah Singgah Soedirman di Piyungan menunjukkan bahwa nenek moyang kita telah memiliki kemampuan tinggi untuk membangun rumah yang khas.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : -
Pengelolaan
Nama Pengelola : Mas Sigit
Catatan Khusus : Rumah Singgah Soedirman Di Padukuhan Piyungan, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul  merupakan salah satu bukti jejak sejarah pada waktu mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang perlu dilestarikan.Koordinat SK : -49 X:442101 Y:933794