Rumah tinggal milik Bapak Budi Santoso (belakang) dalam naskah ini disebut dengan Rumah Tinggal Budi Santoso 2. Lantai rumah berupa floor (plester). Dinding rumah awalnya berwujud gebyog, tapi saat ini sudah diganti dengan tembok. Atap rumah berbentuk limasan pacul gowang. Bahan penutup atap berupa genteng flaam. Rumah tersebut menghadap ke arah utara dengan ukuran lebar 861 cm dan panjang 968 cm. Rumah ini terdiri dari beberapa bagian. Deskripsi masing-masing bagian sebagai berikut:
1) Serambi/emper
Serambi/emper berbentuk segi empat berukuran 261 x 228 cm, dengan batas berupa hek atau pagar rendah berbahan kayu. Hek berada di kanan dan kiri serambi/emper. Hek dicat warna hijau dengan list warna biru. Hek berukuran masing-masing panjang 283 cm, tebal 2 cm, tinggi 90 cm. Untuk masuk ke teras melalui dua buah trap yang ada di utaranya, dengan ukuran lebar 16 cm dan panjang 300 cm. Soko emper berada di atas umpak yang terbuat dari batu. Masing-masing soko emper berukuran 14 x 14 cm, dengan tinggi 325 cm. Jarak antar tiang 272 cm. Di antara tiang bagian atas (di bawah blandar) terdapat ornamen srawing. Ornamen srawing ini berbahan kayu yang dicat warna hijau. Plafon teras berupa anyaman bambu.
2) Ruang Tengah
Ruang tengah difungsikan sebagai ruang tamu. Ruang tersebut berada di belakang serambi/emper, berdenah persegi panjang dengan ukuran 578 x 352 cm. Penyekat antara serambi/emper dan ruang tengah berupa tiga buah dinding gebyog. Dinding gebyog berbahan kayu dan dicat warna biru. Pada dinding tengah terdapat pintu kupu tarung dengan dua pasang daun pintu. Daun pintu luar berukuran 210 x 123 cm berupa panel kayu yang dicat warna biru dengan lis warna hijau dan kuning. Daun pintu dalam berukuran 210 x 123 cm, bagian bawah berbahan kayu yang dicat warna kuning gading dengan lis warna hijau dan kuning. Pada bagian atasnya terdapat empat buah panel kaca dengan lis warna biru. Bagian atas pintu terdapat ventilasi panel kayu berwarna biru berlis kuning.
Bagian gebyog kiri dan kanan memiliki model dan ukuran yang sama. Masing-masing berbahan kayu dengan cat warna biru berlis hijau dan kuning. Pada masing-masing gebyok terdapat daun jendela kupu tarung. Daun jendela terdiri dari daun jendela inep luar dan daun jendela inep dalam. Daun jendela inep luar berupa panil kayu dengan cat warna biru berlis hijau dan kuning, berukuran 93 x 81 cm. Daun jendela inep dalam berukuran 93 x 81 cm, berupa dua panil kaca. Pada bagian atas jendela terdapat ventilasi berupa panil kayu. Dinding barat ruang tengah terdapat jendela kayu dengan dua panil kaca berukuran 91 x 84 cm. Jendela kayu tersebut dicat dengan warna kuning gading berlis biru. Pada bagian atas jendela terdapat ventilasi panil kayu. Langit-langit bagian ruang tengah berupa eternit dengan ukuran 100 x 100 cm.
Ruang tengah di bagian timur disekat gebyog dengan pintu bermodel kupu tarung dengan ukuran 210 x 123 cm. Daun pintu berupa kombinasi panil kayu dan kaca (bagian bawah daun pintu berupa kayu, sedangkan bagian atas berupa kaca). Di atas pintu terdapat ventilasi besi berwarna hijau dengan ornamen sulur. Dinding sisi timur ruang tengah terdapat pintu butulan (baru) bermodel kupu tarung berwarna biru, dengan ukuran 210 x 123 cm. Di atas pintu terdapat ventilasi rooster. Langit-langit kamar berupa eternit berukuran 100 x 100 cm.
3) Senthong
Di belakang ruang tengah terdapat senthong yang berfungsi sebagai tempat tidur dengan sekat gebyog. Gebyog memiliki pintu model kupu tarung berukuran 123 x 210 cm. Di atas pintu terdapat ventilasi berbahan besi berornamen sulur, dicat wana hijau. Pada dinding sebelah barat senthong terdapat jendela kaca (baru) berukuran 83 x 48 cm. Pada dinding selatan senthong terdapat tiga jendela bermodel kupu tarung, masing-masing berukuran 91 x 89 cm. Langit-langit masing-masing berupa eternit dengan ukuran 100 x 100 cm.