Bangunan Gardu ANIEM di Jalan Abu Bakar Ali merupakan salah satu bekas bangunan sarana kelistrikan yang dibangun di kota-kota besar Hindia-Belanda. Bangunan ini dibuat untuk melindungi rangkaian transformator listrik yang diletakan di dalamnya. Bangunan gardu di Kota Yogyakarta ini dikenal oleh penduduk kota dengan sebutan Babon ANIEM. Kata ‘babon’ berarti induk, sedangkan ANIEM merupakan singkatan dari Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij, nama perusahaan swasta Belanda yang menangani kelistrikan di Yogyakarta dan kota-kota lainnya di Hindia-Belanda.
Saat ini tersisa 3 (tiga) bangunan Babon ANIEM di kota Yogyakarta, masing-masing di Kota Baru (Jl. Faridan M. Noto), Jalan Abubakar Ali (dekat kawasan Malioboro), dan di Pasar Kotagede. Jaringan listrik di Yogyakarta yang terbangun sejak 1917 diperuntukkan bagi keraton dan rumah residen, kemudian berkembang untuk bangunan niaga dan kawasan rumah tinggal.
Bangunan Gardu ANIEM di Jalan Abu Bakar Ali ini memiliki denah persegi panjang dan badan bangunan terbentuk dari gubahan masa yang terdiri dari bentuk balok. Bangunan memanjang timur barat dan terletak di tengah pertigaan jalan dengan bidang halaman yang mengelilinginya. Lokasi keberadaan bangunan ini berada dekat dengan Stasiun Kereta Api Tugu dan kawasan niaga Jalan Malioboro serta dekat dengan kawasan permukiman Kota Baru.
Secara keseluruhan bangunan berbahan pasangan bata dengan ditutup plester pada permukaannya. Bentuk atap datar (dak beton) dengan teritis ±40 cm menjorok di keempat sisi. Bagian depan bangunan (sisi utara) terdapat 7 lubang ventilasi berbentuk segi empat, 3 jendela persegi panjang berdaun ganda dengan penutup kaca dengan terali di sisi dalam yang menampakkan seperti jaring (grid), serta 2 pintu panel besi berdaun ganda dengan lubang yang ditutup kisi-kisi (louvre/krepyak) pada bagian bawah masing-masing panel. Terdapat 3 lubang persegi di bagian bawah dinding yang menghubungkan permukaan lantai pada interior. Sisi selatan memiliki 7 lubang roster dan 5 jendela dengan bentuk yang sama seperti di sisi utara serta 1 pintu daun tunggal panel besi louvre/krepyak di bidang bawah. Terdapat 4 lubang di bagian bawah dinding, masing-masing 2 di samping pintu. Pada sisi timur dan barat masing-masing terdapat dua lubang ventilasi dan sebuah jendela berdaun ganda bahan panel kayu dengan kantilever di ambang atasnya. Tepat di bawah lubang roster dan di bawah jendela terdapat moulding berupa lis (garis tepi) menonjol di permukaan dinding berbentuk horizontal menyerupai bingkai memanjang di bidang permukaan dinding di keempat sisi.
Pada depan bangunan (sisi utara) terdapat tulisan angka “29” di permukaan dinding tepat di atas jendela tengah. Pada pintu sisi utara bagian barat, daun pintu sisi kanan terdapat pelat besi berisi tulisan peringatan bahaya. Isi peringatan tersebut berbahasa melayu bertuliskan ”AWAS ELESTRIK”, dan tulisan Jawa yang berbunyi “sing ng?mèk mati” (yang menyentuh [akan] meninggal) dan di baris paling atas terdapat tulisan latin: “LEVENSGESVAAR” (Bahasa Belanda: “SANGAT BERBAHAYA”) sudah dihilangkan namun bekas huruf masih terlihat), serta simbol petir bagi yang buta huruf. Tulisan tersebut dicetak timbul pada sebuah pelat timah hitam yang ditempel pada daun pintu.