| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Jenis Struktur | : | Kolonial |
| Jenis Bangunan | : | Kolonial |
| Fungsi Bangunan | : | Perkantoran |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Deskripsi Fasad | : | Mempunyai ciri khas berupa penggunaan pola-pola vertikal dan grid, secondary skin dengan penggunaan material beton yang berfungsi sebagai sunscreen. Fasad Bangunan memperlihatkan penerapan arsitektur tropis yang kuat dengan penggunaan batu alam. Pada sisi utara terlihat un-finished facade dengan material beton dan menggunakan ornamen grid dari beton. |
| Deskripsi Lantai | : | Penutup lantai yang digunakan pada Gedung Jefferson lantai 1 adalah tegel dengan ukuran 30 x 30cm. |
| Fungsi Situs | : | Perkantoran |
| Fungsi | : | Perkantoran |
| Peristiwa Sejarah | : | Kota Yogyakarta pernah menjadi Ibukota negara RI di masa perang kemerdekaan (1946-1949). Ketika menjadi Ibukota negara, berdiri beberapa perpustakaan, salah satunya Perpustakaan milik Amerika bernama “Jefferson Library†yang berlokasi di jalan Diponegoro Yogya. Perpustakaan tersebut merupakan sumbangan dari United States Information Services (USIS) sebagai bentuk kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat pada saat terjadi perebutan pengaruh antara Uni Soviet dan Amerika Serikat terhadap Indonesia. Nama Gedung Jefferson ini diambil dari nama Presiden Amerika Serikat ketiga Thomas Jefferson.Gedung Jefferson sudah beberapa kali berubah fungsi dan kepemilikan. Gedung yang semula difungsikan sebagai perpustakaan, sempat beralih fungsi sebagai tempat tahanan bagi orang-orang PKI pada tahun 1965-1966 setelah peristiwa pemberontakan G-30S-PKI. Pernah juga digunakan sebagai markas TNI dan markas polisi. Gedung ini pernah juga dimanfaatkan sebagai gudang salah satu media cetak selama sekitar sembilan tahun. |
| Nilai Sejarah | : | Bangunan Gedung Jefferson memiliki arti khusus bagi sejarah hubungan kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat. Gedung ini juga menjadi saksi sejarah pemberontakan G-30S-PKI karena gedung ini pernah dimanfaatkan sebagai rumah tahanan orang-orang PKI. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Sejarah perkembangan arsitektur di Indonesia pada umumnya dan di Yogyakarta pada khususnya. |
| Nilai Budaya | : | Mewakili kepentingan kelestarian Cagar Budaya dalam wilayah kabupaten/kota, mewakili masa gaya yang khas dengan tingkat keterancaman tinggi, jumlahnya terbatas, mewakili karya kreatif yang khas, unik rancangannya dan sedikit jumlahnya di provinsi. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Budi Setyawan SH MM dan Teguh Purbo Santoso |
| Nama Pengelola | : | Budi Setyawan SH MM dan Teguh Purbo Santoso |
| Catatan Khusus | : | koordinat di SK : 49 M 430075.85 E, 9139616.20 N |