| Tahun Perolehan | : | 1976 |
| Lokasi Penemuan | : | Dusun Nglemuru, Kelurahan Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul |
| Bahan Utama | : | Batu Andesit |
| Keterawatan | : | Utuh dan Terawat,Utuh / |
| Dimensi Benda | : |
Panjang - Lebar 29 cm Tinggi 68 cm Tebal 19 cm Diameter - Berat - |
| Tokoh | : | Durga Mahisasuramaardhini |
| Peristiwa Sejarah | : | Informasi sejarah penemuan Arca Durga Mahisasuramaardhini dari Nglemuru, Jatiayu, Karangmojo ini memang tidak diketahui secara pasti. Hanya berdasar buku Katalog Koleksi Arca Batu, terbitan BPCB DIYogyakarta, arca ini ditemukan tahun 1976. Namun bagaimana proses penemuannya tidak diceritakan, kemungkinan karena sudah terjadi lebih 40 tahun yang lalu. |
| Konteks | : | Arca Durga adalah arca dewi dalam agama Hindhu. Durga Mahisa-suramaardhini merupakan salah satu aspek dari sakti atau istri Dewa Siwa. Sebenarnya Durga adalah aspek ugra (marah) dari Parwati. Aspek muncul Durga ini karena harus mengalahkan raksasa (Asura), dan sapi (Mahisa). Durga umumnya digambarkan bertangan 4, 6, 8 atau lebih, dan mempunyai mata ke 3 di dahinya. Biasanya Durga ini digambarkan dengan sikap berdiri Tribanga, dengan membawa atribut komplit seperti sangkha, perisai, busur, memegang rambut asura untuk tangan kiri. Memegang cakra, pedang (khadga), anak panah, dan ekor lembu Mahisa. Sebagi contoh arca Durga Mahisasuramardhini yang ada di candi Siwa Prambanan.Jika ditinjau dari aspek sejarahnya, arca Durga ini mempunyai sejarah yang panjang, karena dapat menunjukkan perkembangan agama Hindhu di daerah tertentu, karena biasanya arca Durga merupakan bagian dari sebuah bangunan candi. Arca Durga ini menempati bilik atau relung utara pada sebuah candi, contoh, arca Durga di Candi Prambanan dan Sambisari. Ditinjau dari ikonografinya, Durga dari Nglemuru, Jatiayu, Karangmojo ini digambarkan sebagai Dewi, memakai mahkota berupa Karandha Makutha, dan memakai perhiasan yang lengkap, yaitu gelang (kankana), kalung (keyura). Ikat dada, kelat bahu. Dan berkain yang dilengkapi sampur, penggambaran semuan perhiasan tampak mewah. Durga ini digambarkan bertangan 8, dengan penggambaran ikonografi sebagai berikut:1. Tangan kiri belakang (1) memegang Sangka (terompet kerang), tangan ke-2 memegang padma, tangan ke-3 memegang seperti bunga, tangan ke 4 diatas perisai yang dibawa Asura (raksasa)2. Tangan kanan belakang (1) memegang cakra (roda), tangan ke-2 dan ke-3 seperti tangan kiri memegag bunga, tangan ke 4 memgang ekor Mahisa (lembu) 3. Asura yang dikalahkan membawa perisai dan gadha4. Durga sendri berdiri dengan sikap Samabanga, dan berada di atas Mahisa5. Memakai mahkota Jatamakutha, memakai anting-anting, kalung, kelat bahu, upawita, gelang tangan dan kaki. Berbusana kain bawah yang dipakai semata kaki, dengan pelengkap ikat pinggang, uncal, dan sampur. |
| Riwayat Penemuan | : | Arca Durga Mahisasuramaardhini berasal dari Nglemuru, Jatiayu, Karangmojo, Gunung Kidul. Berdasar buku Katalog Koleksi Arca Batu, terbitan BPCB DIYogyakarta, arca ini ditemukan tahun 1976. |
| Riwayat Pengelolaan | : | Saat ini disimpan dan dikelola oleh Museum Taman Wisata Candi Prambanan |
| Nilai Sejarah | : | Arca ini menggambarkan perkembangan sejarah agama Hindu di Gunungkidul, dengan adanya arca Durga ini maka di Gunungkidul inipun dahulu juga pernah berkembang agama Hindu. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Khususnya bagi ilmu arkeologi dan sejarah kebudayaan serta dapat digunakan sebagai rekonstruksi sejarah masa klasik di Gunungkidul. Sehingga ditemukannya arca Durga di Nglemuru, dimungkinkan di daerah tersebut terdapat bangunan candi yang sampai sekarang belum ditemukan.Arca Durga ini menjadi artefak yang istimewa di Gunungkidul karena temuan arca dari masa Hindu ini sangat langka, apalagi arca yang dibuat dengan material batu andesit. Seperti diketahui bahwa kebanyakan artefak di Gunungkidul adalah berasal dari periode Prasejarah, dan menggunakan material batu putih. Untuk arca dari masa kalsik Jawa Tengah dan dengan material batu andesit sangat jarang ditemukan |
| Nilai Budaya | : | Sebagai pembelajaran tentang kebudayaan masa lampau (masa klasik) di daerah Gunungkidul yang sangat langka. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (sekarang Ba |
| Nama Pengelola | : | Museum Taman Wisata Candi Prambanan |
| Alamat Pengelola | : | Jalan Jogja-Solo Km.16, Kranggan |
| Catatan Khusus | : | Kondisi Saat Ini: Kondisi arca terawat dan saat ini tersimpan di Museum Taman Wisata Candi Prambanan. |