Loading

Deskripsi Singkat

Arca Ganesya adalah Dewa ilmu Pengetahuan dan penyingkir rintangan dalam agama Hindu. Ganesya digambarkan berbadan manusia berkepala gajah, bertangan 2 atau 4, dengan membawa atribut berupa tasbih, sangka, kapak, dan jerat. Pada kepala terdapat Ardha candra kapala dan mata ketiga di dahinya. Memakai tali kasta atau upawita dari ular dan rangkaian tengkorak, tangan depan memegang patahan gading. Tangan yang satunya membawa mangkuk, dengan belalai dimasukkan kedalam mangkuk yang mengartikan bahwa ia tidak pernah puas mencari ilmu pengetahuan dan kebijaksanaannya. Dalam kitab Suaradhana diceritakan bahwa gadingnya patah ketika berperang melawan dan membunuh Nilaludraka, yang hanya bisa dibunuh manusia dan binatang.

Status : Benda Cagar Budaya
Periodesasi : Klasik
Alamat : Jl. Yogya-Solo Km 15, Bogem , Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

SK Walikota/Bupati : SK Bupati Gunungkidul


Lokasi Penemuan : Dusun Nglemuru, Kelurahan Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul
Bahan Utama : Batu Andesit
Keterawatan : Utuh dan Terawat,Utuh /
Dimensi Benda : Panjang -
Lebar 32 cm
Tinggi 60 cm
Tebal 28 cm
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tokoh : Ganesha
Peristiwa Sejarah : Sejarah penemuan arca Ganesya secara pasti tidak diketahui, demikian juga angka tahun penemuannya. Arca tersebut diduga ditemukan bersama dengan arca Durga Mahisasuramaardhini, karena lokasi temuan yang sama, dan angka inventaris yang berurutan.Arca Ganesya adalah arca dewa yang cukup penting untuk pantheon agama Hindhu, karena Ganesya adalah putra dari Dewa Siwa dan Parvati. Dalam sebuah candi arca Ganesya ini menempati relung Barat atau Timur candi, atau bagian belakang candi, karena Ganesya ini untuk mengiringi Dewa Siwa yang berkedudukan sebagai dewa utama. Namun demikian arca ini bisa berdiri sendiri pada sebuah candi, apabaila dewa ini dipuja tersendiri, karena Ganesya juga merupakan dewa yang berfungsi sebagai penghalang rintang (Vighneswara). Di DIY, Ganesya sebagai vighneswara terlihat pada candi Gebang dan Kimpulan.
Konteks : Secara ikonografi, arca Ganesya dari Nglemuru, Jatiayu, Karangmojo digambarkan sebagai berikut:• Digambarkan anthropomorphic, berkepala gajah, berbadan manusia dan perut gendut dengan posisi duduk bersila.• Memakai mahkota Jatamakutha, yang dilengkapi dengan hiasan ardhacandrakapala, dibelakang kepala terdapat Sirascakra polos tanpa hiasan. Pada dahi terdapat Trinetra (mata ketiga).• Bertangan empat, tangan kiri membawa parasu (kapak), tangan kiri depan membawa mangkuk, belalai yang harusnya menyentuh mangkuk kondisinya patah. Tangan kanan membawa patahan gading (ekadanta), tangan kanan belakang membawa aksamala (tasbih). • Memakai tali kasta (upawita) berbentuk ular, bagian kepala ular terdapat di belakang telinga.• Memakai gelang tangan dan gelang kaki.
Nilai Sejarah : Nilai penting perkembangan sejarah masa Klasik di Gunungkidul. Artefak tersebut menunjukkan bahwa di Gunungkidul pernah berkembang agama Hindu.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Khususnya bagi ilmu arkeologi dan sejarah kebudayaan serta dapat digunakan sebagai rekonstruksi sejarah masa Klasik di Gunungkidul.
Nilai Budaya : Sebagai pembelajaran tentang kebudayaan masa lampau (masa Klasik) di daerah Gunungkidul yang sangat langka.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY (sekarang Balai Pelestarian Kebuday
Alamat Pemilik : Bogem. Jl. Yogya-Solo Km 15
Pengelolaan
Nama Pengelola : Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY (sekarang Balai Pelestarian Kebuday
Alamat Pengelola : Bogem. Jl. Yogya-Solo Km 15
Catatan Khusus : Kondisi arca terawat dan saat ini tersimpan di Balai Pelestarian Cagar Budaya DI Yogyakarta (sekarang Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X)