Loading

Bangunan Jalan Abu Bakar Ali Nomor 4

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Bangunan tersebut memiliki gaya arsitektur Indis, berusia lebih dari 50 tahun, dengan detail bangunan: bentuk atap pelana dan limasan dengan penutup atap genteng kodok merah bata, banyaknya ventilasi udara pada bangunan, dan terdapat plisir/penebalan plesteran pada dinding serta ornamen batu kali setinggi boven. Selain itu, unsur arsitektur Indis juga tampak pada keberadaan teras depan, penggunaan teritis sebagai atap peneduh, dan halaman depan serta samping yang ditanami bunga dan pohon buah-buahan. 



Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Nama Lainnya : Rumah Tinggal Prof.DR. Herqutanto Sosronegoro
Kawasan : Kawasan Cagar Budaya Kraton
Alamat : Jl. Abu Bakar Ali No.4 No. 4A, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.7893052517827° S, 110.37045860583° E

SK Gubernur : Keputusan Gubernur DIY Nomor 195/KEP/2019


Lokasi Bangunan Jalan Abu Bakar Ali Nomor 4 di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Deskripsi Fasad : Fasad bangunan masih asli menghadap ke arah utara dengan warna cat putih. Pemilik bangunan memiliki lukisan lama bergambar kondisi rumah pada masa lalu yang apabila dibandingkan terlihat bahwa pada awalnya terdapat beranda samping yang menghadap ke timur. Namun, saat ini bagian tersebut sudah berubah menjadi tertutup. Terdapat kanopi dengan dua tiang penyangga pada bagian beranda. Pada bagian depan pintu masuk rumah, terdapat tangga dengan balustrade beton. Terdapat ornamen tatanan batu kali pada bagian dinding luar. Bentuk atap limasan dan pelana dengan penutup genteng kodok. Pada bidang gevel terdapat timpanon dan 4 roster atau lubang angin berbentuk segi empat.
Deskripsi Jendela : Terdapat dua jenis jendela, yaitu:Jendela ganda dengan tiga lapisan Lapisan terluar berupa jendela krepyak dengan arah buka keluar. Lapisan tengah menggunakan teralis. Sedangkan jendela dalam bergaya dutch window atau terdiri dari dua bagian yang dapat dibuka pada sisi atas dan bawahnya ke arah dalam. Bagian atas berupa jendela berbahan kayu dan kaca, bagian bawah berbahan kayu. Terdapat roster berpola pada bagian atas jendela. Pada sisi bawah jendela bagian luar terdapat window box untuk meletakkan tanaman. Jendela jenis ini terdapat pada ruangan kamar dan berjumlah 4. Jendela tunggal yang berada di sisi kanan-kiri pintu masuk. Jendela ini memiliki arah buka keluar dengan panil kaca. Pada bagian dalamnya terdapat teralis besi. Pada bagian atas terdapat boven kaca yang sebagian tertutup oleh tambahan kanopi.
Deskripsi Pintu : Terdapat beberapa jenis pintu, yaitu:Pintu berdaun ganda dengan kombinasi panil kayu dan kaca. Terdapat hiasan geometris pada bagian bawahnya. Pintu berwarna putih ini terdapat pada pintu masuk bangunan rumah.Pintu berdaun ganda dengan gaya venetian door. Pintu berwarna coklat dan berbahan kayu dengan kombinasi kaca. Pada bagian atasnya terdapat boven kaca yang mengikuti bentuk ambang pintu berupa lengkungan yang bersudut. Pintu ini berada di ruang tamu dan mengarah ke ruang makan
Deskripsi Atap : Atap berbentuk limasan dan pelana dengan penutup genteng kodok. Terdapat lisplang kayu dan voorschot segitiga polos. Pada bidang gevel terdapat ornamen garis lurus dan 4 roster atau lubang angin berbentuk segi empat. Terdapat lubang talang air pada bagian bawah atap berbentuk rangkaian setengah lingkaran.
Deskripsi Lantai : Terdapat 3 jenis lantai, yaitu:Tegel merah pada lantai ruang tamu. Tegel ini berukuran 20 x 20 cm. Tegel abu-abu berukuran 20 x 20 cm yang terdapat pada ruangan kamar.Keramik bata halus pada beranda rumah
Deskripsi Kolom/Tiang : Terdapat dua tiang penyangga kanopi dengan gaya corinthian
Deskripsi Ventilasi : Ventilasi pada bangunan ini berupa roster berpola yang berada di atas jendela dan roster polos pada bidang gevel
Deskripsi Plafon : Plafon masih asli berbahan gypsum dengan rangka kayu berpola yang membentuk grid.
Jenis Ragam Hias : Terdapat ornamen pilaster berbentuk segi 4 yang menempel pada dinding ruang tamu dan berdekatan dengan pintu menuju ruang makan
Tokoh : Bangunan rumah memiliki keterkaitan dengan tokoh Mr. Johannes Latuharhary yang pernah menghuninya. 
Peristiwa Sejarah : Bangunan di Kelurahan Kotabaru merupakan salah satu bagian dari permukiman Kotabaru dengan konsep Garden City setelah wilayah Loji Kecil dan Bintaran sudah tidak mencukupi lagi. Bangunan pada umumnya menampilkan gaya
Konteks : Menurut informasi lain, bangunan rumah pernah digunakan sebagai kapel sebelum ada gereja. 
Riwayat Pelestarian : Pada tahun 1972 dilakukan renovasi berupa pemisahan antara bangunan utama dan paviliun dengan tembok pembatas dan penambahan pagar besi pada bagian depan rumah.Pasca gempa tahun 2006, dilakukan perbaikan pada 120 genteng dan 10 eternit. 
Riwayat Pemanfaatan : Pada tahun 1920 awalnya digunakan oleh orang Belanda.Pada zaman RIS, seiring dengan berpindahnya ibukota ke Yogyakarta, rumah ini pernah ditinggali oleh Mr. Johannes Latuharhary dan menjadi kantor perwakilan Ambon sekitar tahun 1947.Pada tahun 1950 menjadi rumah dinas dan ditempati oleh Bapak Sosronegoro.Setelah Bapak Sosronegoro wafat, rumah diserahkan pada anaknya dan dan resmi menjadi hak milik atas nama Bapak Herqutanto Sosronegoro pada tahun 1990.
Riwayat Rehabilitasi : Pada tahun 1972 dilakukan renovasi berupa pemisahan antara bangunan utama dan paviliun dengan tembok pembatas. Pada tahun yang sama dilakukan juga penambahan pagar besi pada bagian depan rumah. Pasca gempa tahun 2006, dilakukan perbaikan pada 120 genteng dan 10 eternit. 
Nilai Sejarah : Lokasi tempat dimana bangunan tersebut berada  merupakan lokasi peristiwa bersejarah yaitu peristiwa perebutan senjata pada tahun 1945 antara pejuang Indonesia dengan tentara Jepang di gedung Asrama Kompi Kotabaru. Bangunan ini merupakan perpaduan budaya Eropa dangan Jawa (gaya arsitektur Indis), bangunan ini dapat digunakan sebagai contoh untuk referensi pendidikan arsitektur.
Nilai Budaya : Bangunan  Jl. Abu Bakar Ali No. 4, merupakan salah satu contoh bangunan dengan gaya arsitektur Indis dengan variannya. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Prof.DR. Herqutanto Sosronegoro
Alamat Pemilik : Jl. Abu Bakar Ali No. 4
Pengelolaan
Nama Pengelola : Prof.DR. Herqutanto Sosronegoro
Alamat Pengelola : Jl. Abu Bakar Ali No. 4
Persepsi Masyarakat : Masyarakat sekitar mengetahui bangunan ini merupakan bangunan lama
Catatan Khusus : Koordinat UTM SK : 49M X: 430604 Y: 9138948