Loading

Eks Gedung DPRDGR Sleman

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Bangunan  eks Gedung DPRDGR Sleman difungsikan sebagai kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman. Bangunan ini menghadap ke barat. Bangunan tersebut memiliki bangunan utama beratap limas dengan bagian depan yang berbentuk pelana. Bangunan ini memiliki dua sayap yang beratap limas. Bagian depan bangunan yang beratap pelana memiliki empat kolom dari beton yang memiliki bentuk seperti order doria. Dinding luar bagian bawah bangunan ditempel dengan kerikil dan dicat berwarna hitam. Bangunan memilliki jendela kaca dan di bagian atasnya diberi plat luifel untuk melindungi bukaan jendela. Dinding di atas jendela, terdapat lubang ventilasi berbentuk persegi panjang. Bangunen eks Gedung DPRDGR memiliki pintu utama berupa pintu geser. 

Bangunan eks DPRDGR Sleman memiliki denah dasar seperti salib dengan sayap di kiri dan kanan pada bagian depan. Terdapat aula, dua ruang rapat yang mengapit aula, ruang kantor, dapur, dan kamar mandi. Bagian aula dahulu digunakan sebagai ruang sidang. Dua ruang rapat yang mengapit aula kemungkinan dahulu digunakan sebagai ruang kerja pimpinan DPRDGR atau ruang sidang kecil. 

Bangunan ini menunjukkan langgam Arsitektur Tropis Modern Indonesia (Passchier, 2016) yang dicirikan dengan: 
a) Atap miring terutama dengan penutup atap genteng 
b) Teritis lebar untuk melindungi jendela dan bukaan lainnya dari curah hujan 
c) Jendela lebar dan banyak untuk ventilasi dan pencahayaan 
d) Elemen elemen geometris dominan 
e) Bahan bangunan Industrial (beton, baja dan kaca) tampil menonjol 

Ciri-ciri tersebut dijumpai pada kompleks eks-kantor Bupati sebagai berikut: 
a) Atap miring terutama dengan penutup atap genteng terdapat pada keseluruhan bangunan di kompleks tersebut dengan bentuk atap limasan dengan sudut kemiringan yang hampir sama tapi ketinggian yang berbeda-beda.  
b) Teritis lebar untuk melindungi jendela dan bukaan lainnya dari curah hujan terdapat pada keseluruhan bangunan di kompleks tersebut dengan tambahan kanopi beton pelindung pintu masuk, serta plat beton luifel untuk melindungi jendela dan bukaan lainnya. 
c) Jendela lebar dan banyak untuk ventilasi dan pencahayaan hujan terdapat pada keseluruhan bangunan di kompleks tersebut dengan proporsi melebar, panil jendela berupa bidang kaca bening dengan bingkai kayu.  
d) Elemen elemen geometris dominan berupa bidang-bidang beton, roster, pintu, jendela dan bukaan lainnya. 
e) Bahan bangunan Industrial (beton, baja dan kaca) tampil menonjol: 
f) kaca sebagai panil jendela, pintu dan bukaan lainnya,  
g) beton untuk pelat luifel yang membingkai jendela dan kanopi pelindung pintu masuk (khususnya kanopi ruang pertemuan utama yang berupa beton struktur lipat kantilever yang sangat menonjol)

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Alamat : Roro Jonggrang , Tridadi, Sleman, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.598218° S, 110.424351° E

SK Walikota/Bupati : SK BUP Sleman 3.15/Kep.KDH/A/2020


Lokasi Eks Gedung DPRDGR Sleman di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Jenis Struktur : Kolonial
Dimensi Struktur
Jenis Bangunan : Kolonial
Fungsi Bangunan : Perkantoran
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tata Letak Dalam Ruang Kawasan : Bangunan ini menghadap ke barat
Deskripsi Fasad : Bangunan eks DPRDGR Sleman memiliki denah dasar seperti salib dengan sayap di kiri dan kanan pada bagian depan.
Deskripsi Konsol : Konsol pada banggunan gedung dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:Konsol dengan material kayu dengan bentuk sigitiga siku siku, konsol ini berjumlah 4 buah dan diletakkan pada bangunan sayap selatan.Konsol berbahan logam yang dipasangkan pada tiang emper masing masing sebanyak 16 buah
Deskripsi Jendela : Jendela bangunan terdiri atas:Jendela model swing (berdaun tunggal), rangka dibuat dari bahan kayu dan panil kaca memiliki ukuran sebesar 62 cm x 131,5. Jumlah jendela ini ialah sebanyak 24 buah dan ditempatkan pada ruang rapat 2, 3, dan 4. 2. Jendela model swing dibuat dari rangka kayu dan panil kaca memiliki ukuran 62,5 cm x 133 cm. Jendela model ini dipasang pada bagian aula sebanyak 16 buah. Jendela model awning dibuat dari rangka kayu dan panil kaca memiliki ukuran 60 cm x 141 cm. Jendela model ini terdapat sebanyak 4 buah. Jendela model awning dibuat dari rangka kayu dan panil kaca memiliki ukuran 82 cm x 97 cm. Jendela ini berjumlah 2 buah.Jendela model awning dibuat dari rangka kayu dan panil kaca memiliki ukuran 62 cm x 131,5, jumlah jendela ini adalah 32 buah.Jendela model awning dibuat dari rangka kayu dan panil kaca memiliki ukuran 62 cm x 133 cm. jendela ini berjumlah 8 buah.Jendela kayu model swing berbahan kayu. Jendela ini dibuat menjadi dua bukaan atas bawah. Bagian atas memiliki ragam krepyak dan bagian bawah berupa panil kayu. 
Deskripsi Pintu : Pintu bangunan terdiri atas:Pintu model lipat geser, digunakan sebagai pintu utama untuk menuju lobi. Bahan yang digunakan untuk membuatnya adalah kayu yang dicat warna putih. Pintu ini didesain menjadi pintu geser dua sisi yaitu sisi utara dan selatan. Masing masing sisi memiliki ukuran 231 cm x 296 cm, tiap sisi terdiri atas tiga daun pintu. Pintu model kupu tarung. Pintu Model ini terdapat pada sejumlah bagian yaitu:Pintu kaca model kupu tarung, digunakan pada bagian lobi. Pintu ini memiliki ukuran daun pintu sebesar 89 cm x 209 cm.Pintu kupu tarung, dibuat dengan rangka kayu dan panil kaca. Pintu ini berjumlah 6 pasang dan diletakkan pada sisi utara serta selatan dari ruang aula. Tiap tiap daun pintu memiliki ukuran sebesar 61 cm x 226 cm.Pintu kupu tarung, dibuat dengan rangka kayu, bagian atas diisi dengan panil kaca. Daun pintunya berukuran 100 cm x 222 cm. pintu ini terdapat sebanyak 1 buah.Pintu kupu tarung, dibuat dengan bahan kayu memiliki ukuran daun pintu 55 cm x 215 cm. pintu model ini terdapat sebanyak 2 buah.Pintu model kupu tarung berbahan kayu. Pintu ini memiliki ukuran daun pintu sebesar 34,5 cm x 217 cm.3.  Pintu model swing (berdaun tunggal) pada bangunan ini terdiri atas:Pintu berdaun tunggal dibuat dengan bahan kayu yang memiliki ukuran daun pintu sebesar 83 cm x 225 cm. pintu ini dipasang pada ruang rapat 2,3, dan 4. Pintu berdaun tunggal dibuat dengan bahan kayu yang memiliki ukuran daun pintu sebesar 80 cm x 212 cm. Jumlah pintu model ini ialah sebanyak 15 buah.Pintu berdaun tunggal dibuat dengan bahan kayu yang memiliki daun pintu berukuran 72 cm x 213 cm. pintu model ini terdapat sebanyak 2 buah. 4. Pintu model geser dua daun pintu, terbuat dari bahan kayu yang dicat dengan warna putih. Daun pintu memiliki ukuran 81 cm x 199 cm. pintu ini berjumlah 1 buah.5. Pintu koboi, dibuat dari bahan kayu dengan ukuran daun pintu sebesar 99 cm x 119 cm, pintu model ini berjumlah 1 buah.6. Pintu koboi, dibuat dari bahan kayu dengan ukuran daun pintu sebesar 45 cm x 102 cm, pintu model ini berjumlah 1 buah. 7. Pintu koboi berdaun tunggal, dibuat dari bahan kayu dengan ukuran daun pintu sebesar 79 cm x 119 cm, pintu model ini berjumlah 1 buah.
Deskripsi Atap : Atap bangunan gedung terbagi menjadi dua model, yaitu:Atap tipe pelana, atap ini digunakan pada konstruksi atap gedung Puspaga dan juga atap bagian depan gedung utama. Atap tipe limas, atap ini digunakan sebagai penutup atap bagi bangunan utama, bangunan sayap utara (kecuali gedung Puspaga), dan bangunan sayap selatan. Penutup atap yang digunakan ialah genteng keramik. 
Deskripsi Lantai : Lantai yang digunakan pada bangunan saat ini menggunakan dua tipe keramik berbeda, yaitu: Keramik dengan ukuran 60 cm x 60 cm, berwarna putih. Keramik ini dipasang pada bangunan utama yang meliputi lobi, aula, dan ruang kepala dinas.Keramik dengan ukuran 40 cm x 40 cm. keramik ini memiliki warna kecoklatan dan dipasang di seluruh ruangan.
Deskripsi Kolom/Tiang : Memiliki empat kolom dari beton yang memiliki bentuk seperti order doria.
Deskripsi Ventilasi : Ventilasi pada bangunan gedung terbagi menjadi dua tipe, yaitu:Ventilasi model kaca bouven, ventilasi ini dipakai pada bangunan sektor tengah dan berjumlah sebanyak 40 buah.Ventilasi model roster, ventilasi ini digunakan pada bangunan yang ada pada sektor sayap utara, selatan, dan timur. Model ventilasi roster yang digunakan memiliki bentuk persegi dan juga model persegi dengan lingkaran di tengahnya. 
Fungsi Situs : Perkantoran
Fungsi : Perkantoran
Konteks : Pada tahun 1916, Sultan Hamengkubuwono VII melakukan reorganisasi pemerintah Yogyakarta melalui Rijksblad Kasultanan no 11. Rijksblad yang berisi tentang pembagian administratif di wilayah Kasultanan Yogyakarta menjadi tiga kabupaten. Ketiga kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Kalasan, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman. Kabupaten Sleman terdiri atas empat Kepanjen atau distrik, yakni Mlati, Klegung, Godean, dan Jumeneng. Ketika Sleman dinyatakan sebagai Kabupaten sejak 1916, tidak ada sumber yang menyebut nama bupati yang menjabat di kabupaten, hanya disebutkan jenis jabatan dan gajinya. Tahun 1927, Kabupaten Kalasan dan Kabupaten Sleman dihapus dan diturunkan statusnya menjadi distrik. Pada 8 April 1945, distrik Sleman ditingkatkan kembali statusnya menjadi Kabupaten yang terdiri dari tujuh belas kapanewon. Ketika menjadi Kabupaten pada saat sebelum Jepang masuk, ibukota Kabupaten Sleman berada di Desa Triharjo, Sleman utara (sebelah selatan Pasar Sleman). Infrasturktur yang dimiliki ibukota lama masih sederhana, dimana ibukota Sleman lama hanya memiliki gedung pusat pemerintahan, pasar, masjid, dan stasiun kereta api. Sedang infrastruktur lain sebagai syarat ibukota tidak dimiliki seperti alun-alun, tempat pengadilan, penjara, dan tempat pendidikan. Pada zaman Revolusi, para pejabat meninggalkan ibukota untuk ikut bergerilya. Karena dalam keadaan kosong, maka ibukota lama dijarah. Ibukota kemudian dipindah ke Pesanggrahan Ambarukmo pada tahun 1947. Walau demikian, peran Pesanggrahan Ambarukmo tidak lebih dari pusat perkantoran pemerintah daerah, bukan sebagai ibukota.Pada tanggal 3 Februari 1960, kepala daerah DIY Sri Sultan Hamengkubuwono IX melantik kepala daerah swatantra tingkat II Kulonprogo, Kotapraja Yogyakarta, dan Sleman. Karena pada masa itu Sleman belum memiliki gedung DPRD, maka anggota DPRD dilantik di pesanggrahan Ambarukmo yang saat itu menjadi gedung pusat pemerintah daerah Sleman.Pada masa KRT Moerdodiningrat (tepatnya bulan Mei tahun 1964), atas ijin dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, ibukota dipindah ke bekas Pabrik Gula Beran di Desa Tridadi. Beberapa gedung perkantoran ada yang memanfaatkan bekas bangunan pabrik gula, namun ada juga yang dibangun baru seperti gedung DPRD Sleman. Pada saat persemian, gedung tersebut bernama “Gedung DPRDGR Dating. II Sleman”. Nama DPRD GR merujuk pada Penpres No.5 Tahun 1960 dimana DPRD diubah statusnya menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong.
Nilai Sejarah : Sebagai penanda dipindahkannya pusat pemerintahan kabupaten Sleman dari Pesanggrahan Ambarukmo ke Beran pada tahun 1964.
Nilai Budaya : Bangunan yang mencerminkan jatidiri daerah, yaitu daerah Kabupaten Sleman. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Pemerintah Daerah Sleman
Pengelolaan
Nama Pengelola : Pemerintah Daerah Sleman
Catatan Khusus : Koordinat pada NR penetapan: 49 M, X : 436502.35, Y : 9160077.17