Loading

Rumah Dinas III Kepolisian Sektor Wates

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Pada kompleks Polsek Wates terdapat lima buah bangunan rumah dinas yang berada di pinggir jalan umum, yaitu berada di tepi utara pekarangan. Kelima bangunan tersebut menghadap kearah barat laut. Empat di antaranya memiliki gaya arsitektur yang mirip. Dua bangunan berada di sebelah timur dan tiga bangunan rumah di sebelah barat, dipisahkan oleh kantor Polsek Wates. 

Deskripsi ini berkait dengan rumah dinas urutan ketiga dari timur, yang diberikode ‘III’. Bangunan yang terletak di sebelah barat kompleks gedung Polsek ini berarsitektur Kolonial dengan ciri-ciri khas yang menonjol berupa bangunan yang tinggi, jendela dan pintu tinggi, langit–langit tinggi, serta atap berbentuk limas. Dinding adalah tembok bata dengan spesi bligon, berlepa. 

Bangunan rumah dinas ini terdiri dari bangunan induk dan ruang belakang yang dihubungkan dengan doorloop. Rumah induk terdiri atas 2 (dua) ruang yang berada di sisi kiri (timur) dan kanan (barat) bangunan. Pada bagian depan ruang sebelah barat terdapat teras. Dari teras terdapat satu pintu berada di sisi yang berseberangan dengan pintu teras, pintu ini menuju ruang sisi barat. Daun pintu tersebutterbuat dari kayu berbentuk kupu tarung. Pada ruang barat terdapat jendela di sisi barat dinding, sementara pada ruang timur terdapat dua jendela, yaitu masing-masing pada sisi utara dan sisi timur. Daun jendela ketiganya berbentuk krepyak dan bertipe kupu tarung. Sebuah pintu menghubungkan antara ruang timur dan ruang barat. Sebuah pintu yang lain menghubungkan ruang barat dengan bangunan belakang.  

Bangunan ini tidak mempunyai lubang angin (ventilasi), hal itu mungkin disebabkan karena bangunannya yang tinggi, sehingga sudah dianggap cukup penghawaannya. 

Rumah Dinas III ini telah mengalami beberapa perubahan. Pada bagi anatap terjadi penggantian genting menjadi genting tipe jatiwangi (genting gerabah datar) dan lantai menjadi berpenutup keramik. Teras diberi daun pintu dan jendela kaca sehingga menjadi ruang tertutup. Pada bagian depan diberi teras tambahan, dengan atap panggangpe berbahanas bes. 

Status : Bangunan Cagar Budaya
Alamat : Jl. Bhayangkara , Wates, Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.856738475577° S, 110.1596331909° E

SK Walikota/Bupati : SK Bupati Kulon Progo


Lokasi Rumah Dinas III Kepolisian Sektor Wates di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Menurut peta Topografische Dienst (peta dari dinas topografi) tahun 1935 Bangunan Polsek Wates Kulon Progo dulunya merupakan bangunan Kazerne Veldpolitie . Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pernah membentuk satu unit pasukan para militer yang disebut sebagai Veldpolitie atau polisi lapangan. Kazerne Veldpolitie artinya barak/tangsi polisi lapangan. Pada masa kolonial, Veldpolitie merupakan sebuah unsure dalam kepolisian yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta meredam segala konflik dengan tetap menjunjung tinggi hokum sipil. Veldpolitie merupakan kekuatanan andalan dari pemerintah kolonialwaktuitu. Hal ini terjadi terutama karena pemerintah colonial memiliki kebijakan untuk mengurangi kehadiran militer. Veldpolitie ini merupakan cikal bakal dari Brigade Mobil (Brimob) di Indonesia. Berdasarkan peta Topografische pada waktu itu bangunan hanya berupa bangunan induk, bangunan rumah dinas dan bangunan tangsi.
Nilai Sejarah : Merupakan bukti sejarah keberadaan kepolisian di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Merupakan bagian monumen sejarah perkembangan kepolisian di Kabupaten Kulon Progo.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Dari sisi ilmu arsitektur, bangunan merupakan arsitektur khas daerah tropis, antara lain: dengan adanya bentuk atap limas dengan lebihan pada bagian pinggir bangunan. Dari sisi ilmu arkeologi, bangunan ini dapat digunakan untuk mengetahui teknologi masa lalu, yaitu penggunaan bahan spesi dan plesteran bligon. 
Nilai Pendidikan : Dapat digunakan untuk memberikan pendidikan tentang konservasi bangunan Kolonial.
Nilai Budaya : Dapat menjadi identitas/penanda kawasan Kulon Progo lama.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Kepolisian Republik Indonesia
Pengelolaan
Nama Pengelola : Kepolisian Sektor Wates