Loading

Bangunan Eks Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Bekas Dinkes Wates merupakan kompleks bangunan pada sebidang tanah dengan akses utama di sisi timur, berseberangan dengan Alun-alun. Bangunan pada kompleks ini terdiri atas bangunan sisi luar yang membentuk letter 'O', satu bangunan di tengah, dan bangunan-bangunan tambahan di bagian selatan halaman. Bangunan-bangunan ini umumnya saling terhubung dengan selasar atau doorlop.

Bangunan-bangunan tersebut dibangun dalam beberapa masa, dan bangunan lama diindikasikan dari atap (bentuk, materi), komponen struktur (bentuk dan materi tiang dan balok-balok lain), serta pintu dan jendela (bentuk dan materi).

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Alamat : Jl. Suparman No. 1 Desa Terbah, Wates, Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.859229° S, 110.156267° E

SK Walikota/Bupati : Keputusan Bupati Kulon Progo


Lokasi Bangunan Eks Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Jenis Struktur : Kolonial
Dimensi Struktur
Jenis Bangunan : Kolonial
Fungsi Bangunan : Perkantoran
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Fungsi Situs : Perkantoran
Fungsi : Perkantoran
Peristiwa Sejarah : Pada tahun 1906, pemerintah Belanda menetapkan peraturan yang mengatur bantuan keuangan dari kas pemerintah. Dengan adanya peraturan tersebut, Rumah Sakit Petronella semakin berkembang. Pengelola rumah sakit tersebut, Dr. H.S. Pruys, beranggapan bahwa upaya memperkenalkan cara pengobatan modern dapat berhasil apabila dilakukan secara massal dan ditangani oleh juru rawat terdidik yang berasal dari desa daripada menggunakan dokter dari Barat. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, dibangun rumah sakit pusat (di Yogyakarta) yang didukung oleh rumah sakit pembantu yang berada di daerah (di Wates, Randu Gunting, Wonosari, Medari, dan Patalan). Rumah Sakit Petronella Wates didirikan oleh Dr. H.S. Pruys di sebelah barat Alun-alun Wates dan diresmikan tahun 1908. Saat itu, RS Petronella Wates merupakan satu-satunya institusi di Kulon Progo yang fokus menangani kesehatan masyarakat. Kraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman berharap RS Petronella Wates mampu menunjang kesejahteraan masyarakat seperti yang diupayakan kerajaan. Hal ini dibuktikan dengan pembiayaan rumah sakit yang disubsidi oleh pihak keraton. Dalam Arsip GKJ Wates dicatat bahwa RS Petronella Wates semakin berkembang setelah dr. D. Bakker memberi pelatihan kepada para mantri dan juru rawat. Pelatihan tersebut menjadikan pekerja di rumah sakit jauh lebih berkompeten dalam melayani pasien. Pada 1934 seorang warga pribumi, yakni dr. Soenoesmo Prawirohoesodho, ditugaskan di RS Petronella Wates. Ia adalah salah satu pejabat di Rumah Sakit Petronella Yogyakarta. Pada tahun 1935, setelah Soenoesmo bergabung, bangunan RS Petronella Wates dirombak. Beberapa ruang ditambahkan, seperti ruang belajar, ruang radiologi, dan ruang operasi. Saat itu juga dipertimbangkan untuk menambahkan beberapa ruang seperti kamar VIP, kamar untuk menampung pasien menular, dan kamar untuk ibu hamil. Sebelum berobat, para pengunjung rumah sakit dan pasien diminta untuk mendengarkan Firman Tuhan terlebih dahulu. Begitu juga dengan para pekerja rumah sakit itu sendiri. Karena penyampaian Injil melalui media rumah sakit semakin maju serta dengan didukung pendidikan Kristen dan media cetak, maka terbentuklah Jemaah Kristen Jawa. Pada 1927, jemaah itu berubah menjadi Jemaah Gereja Dewasa namun belum memiliki tempat ibadah dan masih menumpang di Rumah Sakit Wates. Untuk menampung jemaat gereja, Dr. Pos selaku pendeta konsulen waktu liburan meminta bantuaan kepada jemaat di Belanda untuk pembangunan gereja, yang sekarang menjadi Gereja Kristen Jawa Wates di sebelah timur laut Alun-Alun. 
Konteks : Bangunan Eks  Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Prono dahulu merupakan bangunan Rumah Sakit Petronella Wates milik zending (pekabaran Injil) Belanda yang bergerak dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Rumah sakit tersebut merupakan cabang dari Rumah Sakit Petronella yang berada di Yogyakarta (sekarang Rumah Sakit Bethesda). Rumah Sakit Petronella Yogyakarta dirintis di Bintaran, berawal dari klinik pada bangunan bambu sederhana yang dibangun dr. J.G. Scheurer di samping rumahnya yang beroperasi mulai 1 Juli 1897. Klinik tersebut menjadi wujud upaya Scheurer melayani masyarakat di bidang kesehatan sesuai misi zending untuk membantu sesama manusia.
Nilai Sejarah : Berkaitan dengan perkembangan sarana kesehatan pada masa Kolonial dan penyebaran agama Kristen di Kulon Progo.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Memberikan pengetahuan tentang fasilitas kesehatan pada masa Kolonial, dan sebagai referensi bagi pengembangan ilmu arsitektur (bangunan)
Nilai Budaya : Meropidan perkembangan arsitektur yang menunjukkan akulturasi budaya dan perlu dilestarikan. Mengubah tradisi budaya pengobatan tradisional ke pengobatan modern
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo
Pengelolaan
Nama Pengelola : Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo