Masjid Muamalah merupakan masjid tradisional Jawa, beratap tajuk tumpang dua dan terdapat serambi di bagian depan. Pada masjid ini juga terdapat tempat wudu. Serambi terletak di timur ruang utama dan tempat wudu terletak di selatan ruang utama. Bagian-bagian masjid tersebut telah mengalami renovasi. Bagian yang masih bertahan dari tahun 1920 hingga saat ini adalah saka guru, sebagian dinding, dan denah bangunan.
Di barat masjid terdapat kompleks makam yang dikelilingi pagar. Pendiri Masjid Muamalah dimakamkan pada kompleks masjid dan makam ini.
Berikut deskripsi Masjid Muamalah:
1) Serambi Masjid
Serambi masjid berdenah segi empat dengan ukuran 900 x 664 cm. Atap serambi berbentuk limasan yang ditutup dengan genteng jenis flam. Kedudukan lantai lebih tinggi 54 cm dari permukaan tanah. Pada bagian depan terdapat tiga trap/undak, yang masing-mas mempunyai tinggi 18 cm. Batas bagian utara dan selatan serambi berupa dinding tembok. Bagian barat terdapat tiga pintu menuju ruang utama masjid, sedangkan bagian timur tidak terdapat pintu ataupun jendela. Masing-masing pintu di bagian barat berukuran 140 x 200 cm. Pada dinding utara terdapat satu jendela, dan pada sisi selatan terdapat pintu dan jendela.
2) Ruang Utama
Ruang utama masjid berdenah segi empat dengan atap berbentuk tajuk bertumpang dua. Ukuran ruang ini adalah 900 x 900 cm, dengan dinding tembok tebal “satu bata”. Pada dinding utara dan selatan terdapat tiga jendela, dan bagian barat terdapat mihrab. Ukuran mihrab telah diubah dari ukuran awal. Di tengah ruang utama terdapat empat saka guru berukuran 18 x 18 cm, dengan ketinggian yang tampak (hingga plafon) 500 cm. Jarak antar saka guru adalah 400 cm. Umpak yang tampak di permukaan berukuran 25 x 35 cm, dengan ketinggian 14 cm.
3) Tempat Wudu
Tempat wudu terletak di sebelah selatan ruang utama, merupakan bangunan beratap pelana dengan ukuran 716 x 712 cm. Bagian tersebut telah mengalami perubahan dari bentuk asalnya.
| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Peristiwa Sejarah | : | Berdasarkan informasi dari juru kunci makam (Bapak Dulkamid) dan cucu Kiai Jumari (Bapak Furqon), masjid Muamalah didirikan oleh Kiai Jumari, seorang tokoh agama Islam wilayah itu. Bangunan awal berupa masjid saka tunggal dan dilakukan renovasi tahun 1920. Pada saat renovasi tersebut, saka tunggal diganti dengan empat saka guru. Bekas tiang saka tunggal dikubur di ruang utama, yaitu di sebelah timur mihrab. |
| Nilai Sejarah | : | Masjid tersebut berkaitan dengan sejarah Kiai Jumari, yang mengembangkan Islam di wilayah Kabupaten Kulon Progo pada awal abad ke-20. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Dapat digunakan untuk menjawab permasalahan arsitektur bergaya lokal/Jawa dan tata ruang, serta menjawab permasalahan arkeologi dan sejarah tentang persebaran Islam di kawasan wilayah Kabupaten Kulon Progo. |
| Nilai Agama | : | Bangunan yang masih dipertahankan sesuai fungsi awal, yaitu sebagai tempat ibadah. |
| Nilai Budaya | : | Menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta tanah air dengan mempelajari sejarah, mendidik sikap religius dan toleransi antarumat beragama. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Milik masyarakat Padukuhan Kularan. |
| Nama Pengelola | : | - |
| Catatan Khusus | : | Koordinat SK : UTM 405250.585 E, 9127587.91 N, 49 M Lat/Long: -7.891603707933276, 110.14045536518097 |