| Keterawatan | : | / |
| Dimensi Benda | : |
Panjang - Lebar - Tinggi - Tebal - Diameter - Berat - |
| Peristiwa Sejarah | : | Objek ini merupakan sisa komponen pabrik pengolahan tanaman nila (Indigoferasp) "Soember Nilo" yang didirikan oleh Paku Alam V. Perkebunan Soember Nilo merupakan perkebunan swasta penghasil nila berskala besar di Adikarto yang didirikan langsung oleh KGPAA Paku Alam V pada tahun 1880. Modal awal pendirian perkebunan Soember Nilo dipinjami oleh bank International Crediet-En Hendelsvereeniging Rotterdam (Internatio) di Semarang. Perkebunan Soember Nilo dikelola oleh administratur H.H. Sacre mulai tanggal 29 April 1880. Sekitar tahun 1888 Internatio memberikan tanggungjawab kepada J. Hofland untuk menggantikan H.H. Sacre karena perkebunan Soember Nilo dinilai tidak mengalami kemajuan. Areal penanaman nila di perkebunan Soember Nilo mencapai 6.304 bahu di wilayah Adikarto Barat. Perkebunan Soember Nilo memiliki 3 pabrik yang berada di Dusun Jangkaran, Dusun Nagung dan Kalurahan Tambak. Ketiga wilayah ini terletak di Distrik Sogan. Berdirinya perkebunan Soember Nilo tidak bisa terlepas dari kebijakan ekonomi KGPAA Paku Alam V antara tahun 1878-1900 dalam menanggulangi krisis ekonomi yang melanda wilayah Pakualaman. Perkebunan Soember Nilo pada akhirnya tidak mampu bersaing dengan beredarnya pewarna sintetis dari Jerman. Kebutuhan nila alami hampir tidak ada lagi. Kondisi ini dapat diterima karena pewarna sintetis memiliki beberapa kelebihan antara lain lebih praktis dalam penggunaan dan lebih tajam pewarnaannya. Kebijakan ekonomi yang cukup penting lainnya adalah pembukaan beberapa perkebunan dan pabrik pengolahaannya di wilayah Adikarto khususnya untuk perkebunan tebu (Pabrik Gula Sewu Galur) dan nila (Soember Nilo). Dari usahanya ini setelah empat tahun, Pakualaman mampu melunasi hutangnya sebesar f 100.000 kepada gubernemen Belanda. Jika melihat kebijakan-kebijakan yang ditempuhnya dan hasil yang dicapainya tidak salah jika surat kabar DeLocomotief edisi 27 September 1878 menyebut penunjukan K.P.H. Aria Suryadilaga yang kemudian bergelar Paku Alam V sebagai penerus pemerintahan di Kadipaten Pakualaman pada waktu itu dengan istilah "the right man in the right place. Perusahaan Soember Nilo adalah perusahan indigo yang didirikan Paku Alam, dihentikan operasionalnya karena kerugian finansial akibat kurangnya air. |
| Nilai Sejarah | : | Objek tersebut terkait dengan pengembangan perkebunan nila pada masa Kolonial yang didirikan oleh Paku Alam V |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Dapat digunakan menjawab permasalahan arsitektur tentang adaptasi gaya Kolonial dan pemenuhan kebutuhan setempat, serta tata ruang pabrik; permasalahan arkeologi tentang tata ruang pabrik serta dan sejarah tentang eksploitasi perkebunan di kawasan Kulon Progo pada masa Kolonial. |
| Nilai Budaya | : | Menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta tanah air dengan mempelajari sejarah dan mengetahui bahwa tanah air dianugerahi alam subur, serta mendorong kerja keras dan peduli lingkungan agar mendapatkan hasil yang baik seperti pernah dicapai di masa lalu. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Pakualaman |
| Nama Pengelola | : | Dinas Pertanian Kulon Progo |
| Catatan Khusus | : | Kondisi saat ini tidak terawat. Pada masa beroperasinya Pabrik Nila Soember Nilo, sumur difungsikan sebagai salah satu Sumber mata air untuk menunjang operasional pengolahan nila. Sumur tersebut saat ini sudah tidak difungsikan lagi |