Bangunan berupa tipikal rumah-toko ( shophouse) gaya arsitektur Cina. Berdasarkan data foto Pasar Beringhaijo oleh Kassian Chepas tahun 1890 terlihat bangunan ini telah berdiri. Bangunan rumah-toko ini memiliki denah empat persegi panjang berukuran 16,65 m x 5,75 m. Bangunan ini merupakan bagian timur dari rumah kopel (couple house) berpasangan dengan bangunan Jalan Lor Pasar Beringhaijo Nomor 39 di sebelah baratnya. Kedua bangunan ini memiliki denah dalam satu atap, fasad dan bentuk bangunan identik. Bangunan ini terbagi menjadi dua dengan status kepemilikan yang berbeda.
Bangunan beratap pelana ( gable roof/ ngang shan) dengan penutup atap berupa genting kodok wama natural berbahan tanah liat. Di bagian atas atap terdapat balok tembok bubungan ( roof ridge) yang merupakan salah satu ciri komponen arsitektur Cina. Bubungan atap pelana sejajar dengan orientasi
jalan di depan bangunan.
Pada ujung atas gable sisi timur terdapat bagian yang menjorok ke atas ( gable end). Pada permukaan dinding gable terdapat elemen konstruksi atap berupa anchor plate berbahan besi untuk menguatkan balok bubungan, balok gelagar (purlin/ gording), dan balok gelagar kayu lantai dua yang menempel di permukaan sisi dalam dinding Dinding tembok bangunan sisi timur terdapat tiga buah buttress berupa pilaster tinggi 5,70 m yangmenempel di permukaan dinding sebagai perkuatan struktur dinding tembok sisi kanan/ timur bangunan. Bangunan ini berlantai dua tanpa teras/ balkon ini merupa kan tipe awal dari tipologi arsitektur rumah-toko Cina di Asia Tenggara.
Bangunan terdiri atas dua lantai, pada lantai pertama denah ruang depan berukuran 2.75 m x 5.75 m, dinding timur model kotangan (bawah tembok dan atas kayu). Dinding kayu pada ruang bagian depan ini sekaligus berfungsi sebagai pintu dan jendela. Ruangan depan ini berfungsi sebagai tempat bemiaga. Pintu berupa rangkaian pintu panil kayu berukuran 2,58 m x 5,20 m menghadap ke arah selatan, dengan daun pintu beijumlah 11 buah (masing-masing berukuran 2,58 m x 0,44 m. Jendela panel kayu di dinding kotangan sisi timur dan barat masing-masing beijumlah panel kayu berukuran1.52 m x 0,44 m) yang masing-masing pada ambang atas kosen jendela terdapat terali enam jeruji besi.
Ruang tengah berfungsi sebagai ruang tamu berukuran 5,25 m x 5,3 m, antara ruang tengah dan ruang belakang dibatasi sekat panil kayu sekaligus merupakan kamar tidur keluarga. Kamar berukuran 4,4 m x 4 m melalui akses pintu di dinding sisi timur. Di antara dinding timur kamar dan dinding timur bangunan terdapat lorong lebar 1,3 m menuju ruangan belakang. Di bagian lorong terdapat tangga kayu lebar 0,65 m menuju lantai atas. Ruang belakang yang berukuran 9 m x 5,20 m digunakan sebagai bagian dapur, sumur yang digunakan bersama-sama dengan penghuni bangunan di sisi barat, kamar mandi, dan toilet. Pada bagian belakang ruangan ini juga terdapat tangga naik berbahan kayu yang menghubungkan dengan ruangan lantai dua. Tangga menempel di dinding tembok utara bangunan dengan bentuk tangga balik ( half-space stair) .
Pada ruang belakang bagian timur dari ruang sumur, dan kamar mandi terdapat sekat ruang untuk bangunan niaga yang ditambahkan kemudian. Ruang ini berukuran 6,75 m x 2 m dan memiliki akses sendiri di sisi timur dinding tembok yang berhadapan langsung dengan jalan. Di lantai dua bangunan terdapat ruang depan digunakan sebagai tempat penyimpanan barang dagangan sehingga di bagian lantai terdapat katrol barang untuk ke lantai bawah. Dinding depan (sisi selatan) terdapat satu jendela lebar 1,10 m.
Ruang tengah digunakan sebagai kamar tidur dengan dinding kayu. Pada dinding sisi timur terdapat jendela berukuran 1,25 m x 2 m terali besi bulat. Bentuk jendela rangkap (sisi luar panel kayu dan sisi dalam panel kaca) dengan daun ganda ( kupu tarung). Di atas ambang kosen terdapat bovenlicht
sebagai ventilasi dengan terali besi stilir bunga. Ruang belakang terdapat meja altar persembahan terbuat dari kayu berukir. Dinding sisi timur terdapat jendela bentuk identik dengan jendela di ruang tengah. Seluruh permukaan lantai kedua ditutup plester.