Loading

Situs Cagar Budaya Makam Ratu Malang - Plered

Status : Situs Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Lokasi Makam Ratu Malang di Gunung Kelir merupakan lokasi kompleks permakaman istri Sunan Amangkurat I, lokasi ini sebagai salah satu komponen kerajaan Mataram Islam Abad XVII (periode Amangkurat I pada masa pemerintahan tahun 1646–1677). Saat ini lokasi makam tersebut merupakan bagian dari Dusun Gunungkelir, Desa Pleret, Kecamatan Pleret. 

Lokasi Makam Ratu Malang berada di wilayah yang ditandai dengan toponimi Gunung Kelir (nama ini dikenal pula dengan sebutan Gunung Geber Wayang) yang terletak di puncak Gunung Sentono dengan ketinggian 99 mdpl. Material komponen makam adalah balok-balok batu putih (batu kapur). Lokasi ini berupa bukit yang difungsikan sebagai tegalan, tidak terdapat hunian tetapi memiliki beberapa tinggalan arkeologis. 

Berdasarkan Babad ing Sangkala dan Babad Momana, permakaman ini didirikan pada tahun 1571 J (1649 M). Terdapat dua struktur yaitu kompleks makam dan sendang. Tidak ditemukan sisa yang menunjukkan adanya bangunan beratap pada lokasi ini. 

Tokoh utama yang dimakamkan di tempat ini selain Ratu Malang, menurut keterangan penduduk setempat adalah mantan suaminya (sebelum Ratu Malang menjadi istri Amangkurat I) yang bernama Ki Dalang Panjang Mas (dikenal pula dengan nama: “Ki Panjangmas” atau “Kiai Dalem”). Kedua makam tokoh tersebut beserta 22 (dua puluh dua) makam lainnya berada di satu dataran, dikelilingi tembok dengan bagian paling utuh setinggi 2 m dan tebal 58 cm. 

Di lokasi ini terdapat balok batu andesit yang memiliki dua tonjolan pada kedua ujungnya yang menurut folklor setempat merupakan kotak wayang milik tokoh Ki Dalang Panjang Mas tersebut. Di belakang makam terdapat Sendang Moyo yaitu dua kolam yang berfungsi untuk menampung air hujan. Kolam ini memiliki ukuran 3,5 m x 5 m dan dikelilingi tembok setinggi 3 m dengan ketebalan tembok 210 cm. Selain itu, terdapat kolam lainnya memiliki ukuran 6 m x 6 m dan berada di luar tembok Sendang Moyo, Dorpel (architrave/lintel; balok bagian atas pada ambang pintu gerbang); makam kuno yang berkaitan dengan tokoh-tokoh kerajaan Mataram Islam di Plered. 

Status : Situs Cagar Budaya
Periodesasi : Tradisional Jawa
Tahun : 1668
Alamat :

SK Gubernur : Nomor 194/KEP/2019


Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Lokasi Makam Ratu Malang di Gunung Kelir disebut juga sebagai Makam Ratu Malang merupakan sebuah kompleks makam salah satu istri Amangkurat I. Menurut Babad Momana pada tahun 1588 J (1655 M) Ratu Malang meninggal dan dimakamkan di Gunung Kelir, tiga tahun kemudian (1668 M) kompleks yang dinamai Antakapura ini selesai dibangun.  Tokoh Ratu Malang ini tercatat dalam beberapa babad dan sumber-sumber tertulis Belanda sebagai permaisuri Amangkurat I. Menurut beberapa sumber tertulis tersebut kematian tokoh ini dengan berbagai macam spekulasi penyebabnya memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kebijakan-kebijakan Amangkurat I selanjutnya. Menurut sumber-sumber tertulis, peristiwa ini merangkai peristiwa-peristiwa berikutnya yang berupa hukuman-hukuman eksekusi oleh perintah raja terkait kematian Ratu Malang ini.  
Riwayat Pelestarian : 1) Tahun 1976, Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta melakukan survei di daerah Kota Gede, Karta, dan Plered. 2) Tahun 1978, Proyek Penelitian dan Penggalian Purbakala Yogyakarta bekerja sama dengan berbagai instansi melakukan penelitian di situs Pleret dan Karta. Penelitian yang dilakukan antara lain kegiatan ekskavasi yang disertai dengan survei arkeologi, geologi, dan toponimi.  3) Tahun 1985, telah dilakukan penelitian oleh Balai Arkeologi Yogyakarta dibantu dengan Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta. 4) Tahun 2014, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kegiatan Revitalisasi Situs Purbakala di DIY (Survei dan Pemetaan Kawasan Pleret) 5) Tahun 2016, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kegiatan Perencanaan Situs Pleret 6) Tahun 2016, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kegiatan Konstruksi Penataan Situs Pleret 7) Tahun 2016, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kegiatan Konstruksi Pemagaran Situs di Kawasan Pleret 8) Tahun 2017, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kegiatan Review Perencanaan Situs Pleret 
Nilai Sejarah : Lokasi Makam Ratu Malang di Gunung Kelir mengandung tinggalan arkeologis keberadaan ibukota Mataram Islam yang mewakili karya yang khas dalam wilayah provinsi dan sedikit jumlahnya di provinsi. 
Nilai Budaya :
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Kasultanan Yogyakarta
Pengelolaan
Nama Pengelola : Kasultanan Yogyakarta