Loading

Lokasi Kamandhungan Lor Kraton Yogyakarta

Status : Situs Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Lokasi Kamandhungan Lor merupakan kompleks bangunan yang dikelilingi pagar tembok yang merupakan bagian dari Benteng Cepuri Kraton Yogyakarta berupa dinding tembok yang terbuat dari susunan bata merah dengan perekat berupa campuran bubuk kapur, bubuk batu bata merah dan pasir dengan permukaan luar ditutup plester. Kompleks ini berada di selatan kompleks Siti Hinggil yang dihubungkan oleh Regol Brajanala dan di utara kompleks Sri Manganti yang terhubung oleh Regol Sri Manganti. Selain dua regol di sisi utara dan selatan tersebut, terdapat dua akses berupa gapura candhen (gapura tanpa atap) di sisi tembok timur dan barat halaman Kamandhungan Lor. Akses di sisi timur menuju Kampung Kemitbumen (area pemukiman warga) dan akses di barat menuju ke arah Masjid Rotowijayan. Halaman Kamandhungan Lor memiliki ukuran 106 m x 48 m.  

Lokasi ini mengandung Bangunan Cagar Budaya Bangsal Pancaniti dan Struktur Cagar Budaya Regol Brajanala

Status : Situs Cagar Budaya
Periodesasi : Tradisional Jawa
Alamat :
Koordinat:
7.806463° S, 110.363626° E

SK Gubernur : SK GUB DIY 191/KEP/2020


Lokasi Lokasi Kamandhungan Lor Kraton Yogyakarta di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Fungsi Bangunan : Pemukiman,Tempat Wisata
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tema : Kraton
Fungsi Situs : Pemukiman,Tempat Wisata
Fungsi : Pemukiman,Tempat Wisata
Peristiwa Sejarah : Lokasi Kompleks Kamandhungan Lor merupakan bagian/kelengkapan yang harus ada di Kraton Yogyakarta, yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I. Keberadaannya menerapkan filosofi tata letak Kraton Yogyakarta yang memiliki beberapa komponen ruang yang harus sepasang, yaitu: 1) Alun-alun Lor dan Alun-alun Kidul. 2) Siti Hinggil Lor dan Siti Hinggil Kidul (pada tahun 1956 Siti Hinggil Kidul mengalami perubahan bentuk dan perubahan nama menjadi “Sasana Hinggil Dwi Abad”). 3) Kamandhungan Lor dan Kamandhungan Kidul. 
Nilai Sejarah : Lokasi Kamandhungan Lor beserta beberapa bangunan dan struktur di dalamnya memiliki fungsi yang menunjukkan aktivitas penghuni/pemilik maupun masyarakat yang terkait dengan aktivitas di halaman tersebut. Bangunan bangsal Pancaniti sebagai komponen utama halaman ini, yang dulu berfungsi sebagai tempat peradilan tertinggi di Kraton Yogyakarta, dilengkapi dengan bangunan-bangunan pendukung dan struktur regol serta pagar keliling halaman yang menjamin kelangsungan fungsi dan aktivitas tersebut. 
Nilai Budaya : Lokasi Kamandhungan Lor merupakan representasi dari karya adiluhung Sultan Hamengku Buwana I  yaitu konsep penataan ruang Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari filosofi Sangkan Paraning Dumadi.Kamandhungan Lor merupakan salah satu dari hanya dua lokasi sejenis yang menjadi bagian penting dari konsep penataan ruang Kraton Yogyakarta. Keberadaannya menerapkan filosofi tata letak Kraton Yogyakarta yang memiliki beberapa komponen ruang yang harus sepasang, yaitu Kamandhungan Kidul.Berkaitan langsung dengan tradisi upacara adat dan tradisi Kraton Yogyakarta berupa Garebeg dengan penempatan peralatan dan perlengkapan Sekaten (penempatan Gamelan Sekaten Kanjeng Kyai Gunturmadu dan Nagawilaga, serta gunungan dan uba rampe hajad Dalem).
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
Pengelolaan
Nama Pengelola : Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat