Loading

Masjid Gedhe Kraton Yogyakarta

Status : Situs Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Lokasi ini sebagai salah satu komponen utama kelengkapan tata ruang ibu kota/kuthanegara dari empat komponen lainnya sebagai pembentuk tata ruang ibu kota yaitu keraton, alun-alun, dan pasar, lokasi ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I setelah pembangunan Kraton Yogyakarta selesai. Lokasi ini merupakan tempat peribadatan untuk sultan dan rakyat Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Lokasi berada di sebelah barat laut keraton, tepat di tepi barat alun-alun utara. Keberadaan empat komponen yang terdiri atas alun-alun yang dikelilingi bangunan pusat pemerintahan di selatannya, masjid di sisi barat, dan pasar di bagian utara. 
a. Lokasi ini mengandung Warisan Budaya/Cagar Budaya terdiri atas: 
1. Bangunan Masjid dan Serambi 
2. Mimbar dan Maksurah 
3. Pawestren dan Pabongan 
4. Kolam keliling 
5. Bangunan Pagongan 
6. Bangunan Pajagan 
7. Regol dan Pagar 
8. Kompleks makam 
9. nDalem Pengulon 

b. Lokasi ini merupakan bagian dari tempat penyelenggaraan tradisi dan upacara adat Keraton Yogyakarta, serta sebagai tempat peradilan khusus agama bagi masyarakat Yogyakarta (Peradilan Surambi Mahkamah al Kabirah)

Status : Situs Cagar Budaya
Periodesasi : Islam
Tahun : 1773
Alamat :

SK Menteri : PM.89/PW.007/MKP/2011
SK Gubernur : SK GUB Nomor 181/KEP/2020


Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Lokasi ini dibangun 18 tahun setelah pendirian Kraton Yogyakarta yaitu pada tanggal 27 Juni 1773 setelah Sri Sultan Hamengku Buwana I selesai membangun Kraton Yogyakarta. Lokasi ini merupakan kompleks bangunan peribadatan untuk sultan dan rakyat Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keberadaannya sekaligus sebagai komponen utama dalam kelengkapan kota sebagai ibukota/kuthanegoro saat itu yang terdiri atas alun-alun, kompleks keraton, masjid, dan pasar merupakan komponen yang selalu ada pada kota tradisional di Jawa sejak masa Kesultanan Demak.
Nilai Budaya : Lokasi Masjid Gede Kraton Yogyakarta merupakan salah satu komponen utama kelengkapan tata ruang ibukota/kuthanegara, yang merupakan ciri tata kota Islam lama. Komponen lainnya sebagai pembentuk tata ruang ibukota adalah keraton, alun-alun, dan pasar. Keberadaannya merupakan perwujudan konsep filosofi raja sebagai pemimpin agama tertinggi. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
Pengelolaan
Nama Pengelola : Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat