Bangunan Kapanewon lendah yang dimaksud dalam naskah ini adalah bangunan eks Kapanewon Lendah. Bangunan tersebut saat ini berada di kompleks Kapanewon Lendah yang masih dimanfaatkan sebagai kantor kapanewon. Bangunan Kapanewon Lendah masih digunakan sebagai ruang untuk pertemuan dan kantor. Bangunan terdiri atas tiga bagian, yaitu bangunan bagian depan atau barat (pendopo), bangunan bagian belakang atau timur (bangunan induk), dan bangunan di selatan bangunan depan (pendopo).
Bangunan Bagian Depan
Bangunan bagian depan berupa bangunan berdenah segi empat dengan ukuran 800 cm x 670 cm. Atap berupa atap piramida (dalam bangunan tradisional jawa disebut dengan atap tajuk) dengan penutup genteng vlaam (genteng baru). Bagian bangunan depan telah dirombak dengan cara dinaikkan ± 100 cm. Kondisi eksisting dinding berupa kombinasi bata berplester dengan panil kayu dan kaca di 2/3 sisi atas dinding. Pintu terdapat di bagian depan (barat), dan samping selatan. Pintu depan (barat ) berupa kupu tarung dengan panil kayu bagian bawah berkombinasi dengan panil kaca sisi atasnya. Lantai merupakan lantai baru berupa keramik berwarna putih. Di bagian tengah bangunan terdapat empat soko guru masing-masing berukuran 12 cm x 12 cm, dengan ketinggian ± 350 cm (tinggi tiang kayu). Tiang tersebut ditinggikan ± 80 cm di bagian bawahnya dengan tambahan berbahan cor semen. Empat tiang kayu masing-masing berjarak 370 cm.
Bagian timur (belakang) disambung dengan emper bangunan, sehingga denah ruang menjadi persegi panjang. Emper tersebut berukuran panjang 670 cm (sesuai ukuran panjang pendopo) dan lebar 120 cm.
Bangunan Bagian Belakang
Bangunan bagian belakang terdiri atas bangunan induk dan bangunan sepen yang sebelah timur bangunan induk (melekat di bagian timur bangunan induk sisi utara). Bangunan induk berdenah segi empat dengan ukuran 900 cm x 1.110 cm. bangunan sepen berukuran 1.300 cm x 350 cm. Kedua bangunan tersebut menyatu menjadi satu bangunan.
Bangunan induk beratap limas dengan genteng vlaam. Dinding bangunan berupa tembok dinding bata berplester. Lantai berupa plester. Denah bangunan tersebut terdiri atas empat ruangan, yaitu dua ruangan di sisi barat dan dua ruangan di sisi timur. Dua ruangan di sisi timur dipisahkan oleh sebuah lorong.
Dua ruangan di sisi barat terdiri atas ruang sisi utara dan selatan. Ruang sisi utara berukuran 450 cm x 630 cm. Pintu berada di dinding selatan menuju ruang sisi selatan dan di dinding timur menuju lorong. Ruang sisi selatan berukuran 450 cm x 450 cm. Pintu berada di dinding selatan menuju halaman luar.
Dua ruangan di sisi timur terdiri atas ruang sisi utara dan selatan. Ruang sisi utara berukuran 450 cm x 450 cm. Pintu berada di dinding selatan menuju lorong. Ruang sisi selatan berukuran 450 cm x 450 cm. Pintu berada di dinding utara menuju lorong. Lorong berukuran 450 cm x 150 cm. Pintu lorong berada di sisi barat menuju ruang sebelah barat dan sisi timur menuju teras belakang bangunan.
Bangunan sepen menempel dengan bangunan induk. Bangunan tersebut menempel di belakang (timur) bangunan induk, memanjang di sisi utara. Bangunan tersebut berdenah segi empat dengan atap model kampung dan genteng Vlaam. Bangunan sepen berukuran 1.300 cm x 350 cm, yang terdiri atas empat sekat utama ruangan. Tiga sekat ruangan berjajar di sisi barat, masing-masing berukuran 300 cm x 350 cm, dengan pintu berada di dinding selatan menuju halaman luar. Sekat ruangan paling timur berukuran 400 cm x 350 cm. Ruangan tersebut disekat-sekat menjadi ruangan yang difungsikan sebagai toilet.
Bangunan Bagian Selatan
Bangunan bagian selatan berdenah segi empat, dengan atap bermodel kampung, dan bergenteng vlaam. Dinding bangunan berupa bata berplester. Bangunan ini berukuran 870 cm x 1.000 cm. Bagian dalam bangunan telah mengalami perombakan.