| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Jenis Struktur | : | Kolonial |
| Jenis Bangunan | : | Kolonial |
| Fungsi Bangunan | : | Sekolah |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Tata Letak Dalam Ruang Kawasan | : | Bangunan SDN Semin 2 berada di tengah lingkungan permukiman Ibu Kota Kapanewon Semin. Lokasi sekolah berada sejauh 50 meter ke arah timur dari Pasar Semin. Secara umum lingkungan di sekitar sekolah merupakan daerah pemukiman yang relatif padat dengan bangunan. |
| Deskripsi Jendela | : | Bentuk jendela dibuat dengan dua bentuk : jendela kaca dengan inep dan jendela kaca tanpa inep. Seluruh jendela dibuat dengan lubang angin pada sisi atas. |
| Deskripsi Pintu | : | Komponen yang terdapat pada dinding bangunan adalah pintu dan jendela. Pada masing-masing ruang terdapat sebuah pintu pada sisi utara. Material dua pintu tersebut terbuat dari bahan kayu berinep dua. Sementara itu diantara ruang kelas III A dan Kelas III B dipisah dengan sekat dinding tembok. Sebuah pintu pada sisi utara berfungsi sebagai penghubung antar ruang. Pintu tersebut terbuat dari kayu dengan inep satu. Keunikan dari ketiga pintu yang terdapat di kedua ruang adalah terdapat kerangka besi pada sisi atas dan samping. |
| Deskripsi Atap | : | Struktur atap bangunan terbuat dari konstruksi besi yang masih asli yang masih kuat bertahan hingga sekarang. Genteng sebagai penutup atap saat ini berupa genteng press sokka. Pada bagian bubungan atau wuwung ditutup dengan wuwung semen kerepus. |
| Deskripsi Lantai | : | Semula lantai berada sekitar 20 cm di bawah lantai sekarang, Permukaan lantai ditutup oleh keramik berukuran 30 cm x 30 cm berwarna putih. |
| Deskripsi Kolom/Tiang | : | Pada bagian teras terdapat struktur penyangga dari besi yang tertutup oleh cor semen. Menurut penjelasan narasumber, penyangga atap teras yang asli terbuat dari besi berdiameter bulat. Besi penyangga tersebut berjumlah 5 buah. |
| Deskripsi Plafon | : | Pada bagian dalam ruang kelas, struktur tersebut tidak terlihat karena tertutup oleh eternit. |
| Fungsi Situs | : | Sekolah |
| Fungsi | : | Sekolah |
| Peristiwa Sejarah | : | a. Sejarah Sekolah Dasar Negeri Semin 2 Sebelum Kemerdekaan. Sekolah Dasar Negeri Semin 2 semula merupakan Sekolah Kasultanan, menurut saksi sejarah yang bernama Pagiman (89 tahun). Waktu pendirian bangunan tidak diketahui dengan pasti, namun ketika tahun 1925 bangunan tersebut sudah berfungsi sebagai sekolah berdarkan kesaksian Pagiman yang menuturkan kembali keterangan dari Yahyo – mantan Carik Semin. Menurut Pagiman, Yaho Carik Semin bersekolah di tempat tersebut pada tahun 1925. Salah satu keunikan bangunan Sekolah Kasultanan karena konstruksinya yang terbuat dari besi. Karena keunikannya tersebut maka pada masa sebelum kemerdekaan, warga di daerah Semin menyebut Sekolah Dasar Negeri Semin 2 sebagai sekolah wesi atau sekolah besi. Pagiman merupakan murid Sekolah Kasultanan pada tahun 1940 atau sebelum Jepang menguasai Indonesia. Pada tahun tersebut Pagiman menuturkan bahwa terdapat dua orang guru yang bernama Marto Sukarso dan Yusman. Seragam kerja guru sehari-hari pada waktu itu adalah pakaian Jawa gaya Yogya: jarik, blebet, sorjan, blangkon, dan berselop. Siswa bersekolah dengan pakaian bebas tanpa memakai sepatu. Marto Sukarso mengajar di dua kelas yaitu kelas 1 dan 2, sementara Yusman mengajar kelas 3. Kedua guru tersebut setiap hari senin – sabtu mengajar murid sekolah yang hanya terdiri dari tiga tingkat yaitu kelas 1, 2, dan 3. Pagiman sempat berhenti sekolah sesaat yaitu pada saat kelas 1 dengan alasan tidak mampu biaya sekolah. Namun pada tahun berikutnya Pagiman masuk sekolah lagi, karena diminta oleh gurunya untuk kembali bersekolah. Pagiman menyelesaikan sekolah pada tahun 1942 atau sesaat sebelum Jepang menjajah Indonsia. Menurut Pagiman lebih lanjut, pada saat itu biaya sekolah diklasifikasi berdasarkan pekerjaan orang tua. Pagiman yang orang tuanya bekerja sebagai tani, diwajibkan membayar uang sekolah sebanyak setengah kethip atau 5 sen setiap bulan. Sementara itu, salah seorang teman Pagiman yang orang tuanya bekerja sebagai mantri pamicis diwajibkan untuk membayar sekolah sebesar 4 kethip atau 40 sen setiap bulan. Bagi masyarakat Semin, uang sebesar 5 sen pada saat itu cukup besar nilainya mengingat harga beras sebanyak 1 kg setara dengan uang sebesar 5 sen. Pagiman menambahkan bahwa pada waktu itu jarang sekali orang di daerah Semin yang mampu membeli beras untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sekolah Dasar Negeri Semin 2 pada masa sebelum kemerdekaan merupakan sekolah dasar satu satunya. Setiap tahun sekolah tersebut menerima murid murid yang cukup banyak. Menurut penjelasan Pagiman, pada periode sebelum Jepang menjajah Indonesia, terdapat sebanyak 40 – 43 murid di setiap tingkatan. Untuk membagi waktu jam sekolah, kelas yang timur digunakan secara bergantian oleh kelas 1 dan 2. Kelas 3 sekolah dari pagi jam 7 sampai jam 11.30 di kelas sebelah barat. Sementara itu, guru tidak memiliki ruangan. Karena bangunan 2 kelas merupakan satu-satunya bangunan di sekolah tersebut. Berdasarkan keterangan Pagiman, bentuk bangunan Sekolah Kasultanan pada waktu itu adalah sebagai berikut : - Lantai bangunan sudah diperkeras dengan mester, - Dinding dari papan kayu, dengan ventilasi anyaman kawat pada sisi atas, - Pada bagian teras terdapat penyangga besi berpenampang bulat, - Atap bangunan ditutup dengan genteng kampung atau flam, - Pada bagian depan sekolah merupakan halaman sementara di belakang dan samping kiri kanan sekolah masih berupa lahan kosong untuk pertanian, - Pagar sekolah adalah tanaman hidup. Menurut penjelasan Pagiman, pada tahun 1947 nama sekolah berubah menjadi Sekolah Rakyat Negeri Semin 2. Pada periode waktu 1948 – 1950, Bangunan Sekolah Dasar Negeri Semin 2 sempat mengalami kerusakan karena ulah masyarakat yang pada waktu itu tidak menghendaki kedatangan Belanda di Semin. Menurut keterangan Pagiman, sejumlah orang termasuk tentara merusak seluruh bangunan pemerintah termasuk Sekolah Dasar Negeri Semin 2. Kerusakan pada bangunan terutama terjadi pada dinding yaitu papan kayu sekolah yang dilepas seluruhnya. Sehingga bangunan hanya terlihat sebagai kerangka dan genteng saja. b. Sejarah Sekolah Dasar Negeri Semin 2 tahun 1950 - 1970 Pada periode waktu antara tahun 1950 – 1960, sekolah berganti menjadi Sekolah Rakyat Negeri Semin 2. Saksi sejarah pada periode tersebut adalah Saima (73 tahun), eks murid Sekolah Rakyat Negeri Semin 2 tahun 1955 – 1960. Saima yang memiliki nomor induk siswa 321 menuturkan bahwa bangunan sekolah pada waktu itu berdinding anyaman bambu atau gedhek. Murid sekolah di setiap kelas adalah 40 orang, campur antara murid laki-laki dan perempuan. Untuk murid kelas 1 – 4 dititipkan di rumah warga, sementara murid kelas 5 dan 6 bersekolah di bangunan sekolah wesi. Berdasarkan penulusan data sejarah dari buku stamboek yang disimpan oleh pihak sekolah, diketahui bahwa pada periode tahun 1955 – 1960 sekolah memiliki murid yang begitu banyak. Berdasarkan catatan buku administrasi sekolah, pada thaun 1958 terdapat 64 murid yang masuk di kelas 1. Saat ini buku stamboek yang tertua yang masih disimpan di sekolah adalah buku dengan nomor induk siswa 755 – 1451. Bukti sejarah yang lain dari periode tersebut adalah Surat Tanda Tamat Belajar yang diterbitkan pada tahun 1960, siswa atas nama Saima. Menurut penjelasan Pagiman, pada tahun 1968 nama Sekolah Rakyat berubah menjadi Sekolah Negeri. Antara tahun 1959 – 1960 Pagiman kembali ke sekolah tersebut sebagai guru. Pada periode waktu 1965 terjadi krisis guru di sekolah tersebut mengingat sebagian besar guru (dan seorang penjaga sekolah) diciduk pemerintahan Orde Baru karena PKI. Pagiman menjadi salah satu dari 3 orang guru yang tersisa mengajar di sekolah tersebut. Karir pagiman berlangsung terus hingga tahun 1980. Beliau kemudian menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut hingga tahun 1984. Namun kemudian berpindah-pindah menjadi kepala sekolah di SD lain hingga beliau pensiun tahun 1998 di SDN Semin 4. |
| Konteks | : | Menurut penjelasan Sumiyem - Kepala Sekolah saat ini, sekolah Bangunan Sekolah Dasar Negeri Semin 2 dibangun pada masa kolonial yang didirikan pada awal abad ke 20 atau sekitar tahun 1920-an. Bangunan utama SDN Semin 2 terletak pada sisi selatan menghadap utara atau berada di selatan halaman sekolah. Bangunan tersebut terdiri dari dua buah ruang kelas yang saat ini berfungsi sebagai ruang kelas III A, dan III B. Bangunan Sekolah Dasar Negeri Semin 2 yang dibangun pada masa pra kemerdekaan semula merupakan bangunan 2 ruang dengan model los yang lazim digunakan untuk bangunan publik seperti sekolahan, dan pasar. Atap bangunan ini berbentuk limasan, dan memiliki teras pada sisi depan. Saat ini terbagi atas tiga ruang, yakni dua ruang asli yang berfungsi sebagai kelas dan penambahan ruang pada sisi barat yang berfungsi sebagai dapur. Sejak didrikan pada tahun 1920-an, sekolahan ini telah mengalami beberapa kali pemugaran maupun perbaikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pagiman diketahui bahwa pembangunan yang pertama kali terjadi adalah tahun 1957. Pembangunan yang pertama kali adalah mengganti dinding enyaman bambu menjadi tembok. Pembangunan berikutnya terjadi sepuluh tahun kemudian,yaitu tahun 1967. Pada waktu itu terjadi penambahan bangunan kelas baru di sebelah timur bangunan yang pertama. Lalu pada tahun 1970-an terjadi renovasi kembali pada sejumlah bangunan, terutama pada bagian lantai dan atap. Atnara tahun 1980 – 2000 tidak diketahui secara rinci pembangunan yang terjadi, mengingat banyak guru dan kepala sekolah yang dirotasi pada periode tersebut. Perbaikan lantai menjadi keramik dan perbaikan atap terjadi di atas tahun 2010. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Bangunan SDN Semin 2 bisa digunakan sebagai materi pembelajaran untuk ilmu arkeologi, arsitektur, dan teknik sipil. |
| Nilai Pendidikan | : | Menjadi bukti bahwa pendidikan di wilayah Semin GK sdh ada sejak masa sebelum kemerdekaan. Bangunan tersebut sejauh ini masih difungsikan sebagai sekolah dasar. |
| Nilai Budaya | : | Bangunan SDN Semin 2 menjadi bukti bahwa padaawal abad ke-20 di Gunungkidul telah berdiri sekolah modern pada masa itu yang didirikan untuk masyarakat umum. Sekolah tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Gunungkidul secara umumnya dan masyarakat Semin secara khususnya. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Bangunan milik Pemerintah. Lahan milik Sultan Ground |
| Nama Pengelola | : | Pemerintah |
| Catatan Khusus | : | Koordinat pada NR: 7°52’00” Selatan; 110°44’13” Timur Ketinggian: 196 meter DPA |