Pasar Tepus atau Pasar Dongsari merupakan pasar milik pemerintah yang berada di wilayah paling selatan Kabupaten Gunungkidul. Pasar Tepus terletak sejauh 8 kilometer di sebelah selatan Kantor
Kapanewon Tepus. Lokasi ini berada hanya sejauh 4 kilometer di sebelah utara Pantai Pok Tunggal. Akses menuju lokasi tersebut saat ini relatif lebih mudah. Semenjak pembangunan Jalan atau Jalur Lintas Selatan (JLS), akses menuju Pasar Tepus menjadi lebih cepat. Mengingat jarak menuju lokasi tersebut hanya sejauh 700 meter di utara JLS.
Lokasi Pasar Tepus terletak di sebelah selatan jalan desa yang beraspal dan menghadap ke utara. Lahan Pasar Tepus berada di lokasi yang agak ke bawah, sehingga posisi pasara lebih rendah daripada jalan. Terdapat sejumlah bangunan yang berada di dalam lahan pasar yakni : 10 buah los pedagang dan sebuah bangunan kantor untuk petugas pasar. di tepi jalan antara Pantai Selatan Jawa, tepatnya di Padukuhan Tepus I, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus. Pasar tersebut menghadap ke utara dan menempati sebidang lahan milik negara seluas 1.815 m² yang dikelola oleh Dinas Perdagangan. Pasar Tepus menempati sebidang tanah yang berkedudukan lebih rendah dari Jalan Raya yang berada di sebelah utara Pasar. Di Pasar tersebut terdapat 12 los pasar yang terdiri dari sebuah los besi dan 11 los beton. Los Besi merupakan los yang paling tua di pasar tersebut, atau menjadi los pertama pasar tersebut. Pasar ini disebut pula sebagai Pasar Dongsari yang buka hanya pada hari pasaran Wage. Secara arsitektural, los besi merupakan tipe bangunan pasar tradisional Jawa bergaya arsitektur Indis. Los tersebut memiliki batur ditinggikan dari permukaan tanah setinggi 60 cm. Permukaan tanah di sekeliling Batur ditutup dengan paving semen. Denah los besi berbentuk persegi panjang. Denah tersebut terdiri atas denah batur dan denah atap. Untuk ukuran luas denah batur adalah 11,8 m x 3,1 m = 36,58 m². Sementara ukuran luas denah atap Luas denah atap 4,1 m x 12,8 m = 52,48 m². Seluruh permukaan batur Los Pasar Tepus ditutup dengan tegel berukuran 25 x 25 cm. Struktur pada los besi Pasar Tepus menggunakan tiang tunggal di tengah tengah batur yang berderet sejajar dengan jumlah empat. Struktur tiang dan kuda-kuda merupakan satu kesatuan. Struktur semacam ini dalam Ilmu arsitektur disebut dengan struktur modular.
Struktur tersebut merupakan pabrikan yang masingmasing komponen memiliki bentuk ukuran yang sama sehingga bisa dibongkar pasang dengan sistem mur baut dan pelat baja sebagai panel pengikat (pengunci). Pada masing-masing tiang terdapat umpak yang terbuat dari pasangan batu dan semen. Umpak berbentuk trapesium terpenggal berukuran tinggi 100 cm dari permukaan lantai batur. Sementara tinggi tiang adalah 365 cm. Struktur atap los besi Pasar Tepus berupa kuda-kuda yang menyatu dengan tiang besi rangkap berjajar empat baris (lihat lampiran gambar). Ke-4 kuda-kuda tersebut diikat dengan nok dan gording. Nok dan gording sebagai struktur utama untuk menumpu usuk dan reng. Sistem ikatan dari masing-masing komponen tersebut menggunakan mur baut dan pelat baja. Material kerangka struktur bangunan semua menggunakan material besi baja berejenis UNP. Material tersebut memiliki bentuk atau profil “C”, siku “L”, dan “H” atau “I”.
Atap los besi menggunakan penutup genteng press merk “Mitsubishi”. Pada bagian ujung terdapat tidak terdapat tutup keong yang biasanya berbentuk segitiga dengan bahan seng gelombang. Pada bagian tersebut berlubang, dengan penyangga yang sudah aus. Tutup keong diletakkan pada bagian kuda-kuda paling tepi, tepat berada di bawah atap, di atas besi penyangga. Usuk terdiri atas 28 usuk besi dan 28 usuk kayu glugu. Reng berjumlah 26, dibuat dari bahan kayu jati. Pada tepi kuda kuda disangga oleh tiang cor beton sejumlah 8 buah. Bubungan ditutup dengan krepus. Konstruksi bangunan Los Besi Pasar Tepus memiliki kesamaan dengan los besi yang terdapat di pasar pemerintah seperti yang ada di kabupaten Sleman, Bantul dan Kulon Progo. Dengan demikian sejauh ini di wilayah Kabupaten Gunungkidul telah ditemukan 14 Pasar Pemerintah yang di dalamnya masih terdapat Los Besi peninggalan Belanda.