| Bahan Utama | : | Batu Andesit |
| Keterawatan | : | / |
| Dimensi Benda | : |
Panjang 85 Lebar 85 Tinggi 64 Tebal 15 Diameter - Berat - |
| Tokoh | : | Tokoh yang terkait dengan Umpak ini adalah Sultan Agung dikarenakan Umpak ini berada di area Situs Kerta (Kraton Kerto) yang dibangun oleh Sultan Agung |
| Peristiwa Sejarah | : | Umpak Kerto ditemukan di Dusun Kerto, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Umpak Kerto saat ini tinggal dua buah dari jumlah aslinya yang empat buah. Satu buah umpak lain telah dipindah dan digunakan menjadi umpak penyangga tiang Masjid Saka Tunggal Taman Sari, sedangkan satu umpak yang lain belum diketahui keberadaannya. Umpak Kerto merupakan peninggalan Kraton Kerto masa pemerintahan Sultan Agung.Menurut Babad Momana dan Babad ing Sakala, pembangunan Kraton Kerto dilaksanakan atas perintah Sultan Agung. Kraton ini dibangun secara bertahap. Diawali dengan penyiapan lahan di Dusun Kerto untuk menjadi kraton pada tahun 1617 M, pembangunan kedaton kraton selesai pada tahun 1618 M sehingga dapat segera ditempati oleh Sultan Agung. Kraton Kerto mengalami beberapa penambahan bangunan, di antaranya: pembangunan Balai Prabayaksa pada tahun 1620 M, dan pembangunan Siti Hinggil pada tahun 1625 M. Siti Hinggil merupakan bangunan terakhir yang didirikan di Kompleks Kraton Kerto.Pembangunannya disebutkan karena terinspirasi dari bangunan Siti Hinggil Kraton Kasepuhan Cirebon. Umpak Kerto yang saat ini terletak di Dusun Kerto diperkirakan merupakan bagian dari Siti Hinggil Kraton Kerto. Dugaan ini didasarkan toponim lemah dhuwur yang digunakan masyarakat Dusun Kerto untuk menyebut lahan Umpak Kerto. Lemah dhuwur merupakan kosa kata Bahasa Jawa ngoko yang artinya ‘tanah tinggi’. Toponim ini sesuai dengan siti hinggil, kosa kata dalam Bahasa Jawa krama inggil, yang artinya juga ‘tanah tinggi’. |
| Konteks | : | Umpak ini berasosiasi dengan Sultan Agung dan Kraton karena diperkirakan merupakan bagian dari Siti Hinggil Kraton Kerto yang pembangunannya dilaksanakan atau diperintah oleh Sultan Agung. |
| Riwayat Penemuan | : | Berdasarkan Naskah Rekomendasi Penetapan Umpak Kerto Sebagai BCB Peringkat Kabupaten dan wawancara dengan juru pelihara Situs Cagar Budaya Kerta Plered, batu umpak bernomor inventaris C.15 ditemukan di area struktur Lemah Dhuwur Kraton Kerto. |
| Riwayat Pengelolaan | : | Umpak dikelola oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Terdapat juru pelihara yang bertugas merawat dan menjaga umpak. |
| Riwayat Pemanfaatan | : | Sebelumnya Umpak Kerto dimanfaatkan sebagai landasan tiang penyangga atau pilar dari bagian bangunan Siti Hinggil Kraton Kerto. Akan tetapi, saat ini Umpak Kerto dimanfaatkan sebagai objek edukasi atau penelitian mengingat lokasi dari umpak ini disimpan atau dikelola di Situs Kerta. |
| Riwayat Penelitian | : | Naskah Rekomendasi Penetapan Umpak Kerto sebagai BCB Peringkat Kabupaten. TACB Bantul. |
| Riwayat Perlindungan | : | Selain ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2018, dilakukan pengatapan dan pemagaran pada area Umpak Kerto. Pembersihan berkala juga dilakukan pada umpak. |
| Nilai Sejarah | : | Umpak Kerto menjadi bukti pernah berdirinya Keraton Kerto dari Kesultanan Mataram Islam yang terletak di Kabupaten Bantul. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | 1) Umpak Kerto menunjukkan kemahiran pemahat batu membuat umpak berukir dengan ukuran yang sesuai. 2) Umpak Kerto memberikan informasi tentang pemilihan jenis batu yang digunakan untuk pembangunan keraton abad ke-17 M. 3) Umpak Kerto bermanfaat untuk dijadikan objek penelitian arkeologi, sejarah, dan seni pahat batu. 4) Umpak Kerto merupakan objek konservasi umpak andesit kuno. |
| Nilai Pendidikan | : | 1) Sebagai pembelajaran masyarakat umum dan peserta didik tentang filosofi yang terdapat pada bangunan keraton Jawa. 2) Memberikan inspirasi bagi pendidikan lokal sebagai landasan bagi penguatan karakter bangsa. |
| Nilai Budaya | : | Umpak Kerto menunjukkan masuknya pengaruh Islam di Pulau Jawa pada umumnya dan Kabupaten Bantul pada khususnya. Pengaruh Islam terlihat pada motif hias umpak yang menggunakan Huruf Arab mim, ha, dan dal. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat |
| Alamat Pemilik | : | Jalan Retowijayan No 6 Yogyakarta |
| Nomer Kontak | : | (0274) 376795 |
| Nama Pengelola | : | Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Alamat Pengelola | : | Jalan Cendana 11 Yogyakarta 55166 |
| Nomer Kontak | : | (0274) 562628 |
| Catatan Khusus | : | Koordinat UTM SK : 49- X 433548 Y9129864 Untuk umpak ini sudah tidak in situ karena sudah mengalami pemindahan sebanyak 3 kali namun masih di area Situs KertaKondisi Umpak Kerto masih baik dan utuh. Permukaan umpak ditumbuhi lumut dan jamur kerak. Dimensi keseluruhan : Panjang : 85 cmLebar : 85 cm Tinggi : 64 cm Lubang umpak (panjang x lebar) : 22 x 22 cm Kedalaman lubang umpak : 15 cm |