Loading

Deskripsi Singkat

Makam Kyai Kategan berada di dalam kompleks Pemakaman Kenanga Mulya di barat Masjid Taqorrub Pedukuhan Kanggotan RT 07, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Makam Kyai Kategan berada di dalam pagar keliling di dalam kompleks makam. Pagar Makam Kyai Kategan berukuran 5,7 m x 5,1 m serta tinggi 1,06 m. Akses masuk dinding keliling makam berada di sebelah selatan, yakni berupa pintu tanpa daun dengan lebar 85 cm. Tebal dinding 38 cm. Di dalam pagar tersebut terdapat empat buah makam lain selain Makam Kyai Kategan. 
Makam Kyai Kategan tersusun dari beberapa balok batu andesit yang membentuk jirat. Jirat berukuran 172 cm x 39 cm, tinggi 25 cm. Nisan makam berukuran 15,5 cm x 11 cm, tinggi 46 cm. Di makam Kyai Kategan ditemukan beberapa tulisan pada nisan selatan di keempat sisinya. Tulisan pada nisan pada bagian atas sisi selatan merupakan huruf Arab Pegon yang terbaca ‘Kiyaha Katihin’ (Kyai Kategan). 

Status : Struktur Cagar Budaya
Periodesasi : Tradisional Jawa
Kawasan : Kawasan Cagar Budaya Kerta - Plered
Alamat : Padukuhan Kanggotan RT 07, Pleret, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.8704444° S, 110.3958889° E

SK Walikota/Bupati : SK BUP Bantul Nomor 388 Tahun 2023


Lokasi Makam Kyai Kategan di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tokoh : Tokoh yang berasosiasi dengan Makam Kyai Kategan adalah Kyai Kategan dan Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Peristiwa Sejarah : Dalam peta sistem keraton Mataram Islam pada masanya,Kyai Kategan adalah seorang ulama yang disimbolkan dengangajah (Liman). Artinya Linambang adalah seorang ulama yangmenekuni administrasi kebijaksanaan melalui jalur pengajaran ilmu dan menurut orang.Kyai Kategan adalah seorang Penghulu yang dimintalangsung oleh Sinuwun Sultan Agung Hanyakrakusuma.Informasi tambahan: Selain "gajah", ada simbol "Kyai Ageng"lain di Jawa, yaitu lebah (bramara) dan kadal/buaya/bajul(sarira).Keistimewaan Kyai Kategan ada disini. Ia menjadi sosokkeramat dalam karya penataan peradaban (cakramanggilingen) yang dipimpin oleh Sultan AgungHanyakrakusuma. Sebagai pembawa kendali dari Hanyarakusuma (nama roh), Sultan Agung sebenarnya untukmemperkenalkan penyatuan sistem kehidupan berdasarkanperadaban bulan (Candra) dan matahari (Surya) yangsebelumnya terpisah.Julukan “hanyakrakusuma” sendiri sebelumnya hanyaditujukan untuk Sunan Bonang yang dijuluki “Ratu Wahdat”yang berarti “pemberi urusan Muhammad” (wahdatulmuhammadiyah). Dengan demikian gerakan politik SultanAgung mewarisi tugas dari Sunan Bonang untuk mendirikanperjuangan Islam.Hingga saat ini, keagungan peradaban baru yang datangdari tangan Sultan Agung itu masih bertahan dalam banyak hal.Salah satunya adalah Kawula Jaws “Matematika Praktis(Astronomi)”. Mulai dari menghitung hasil tangkapan,memilih karir, astrologi, menafsirkan mimpi, menghitung waktu terbaik untuk bepergian hingga kawin. Semua ini diJawa tergantung pada Muhammad. Maklum, Kanjeng Nabimelihat nama dan doa-doa filantropisnya kemudian tertanamdalam budaya Jawa. Kyai Kategan adalah pusat dari karyapendiri Muhammad di tanah Jawa.Jeneng "Kategan" berasal dari bahasa Kawi. "Kategan"artinya: meninggalkan dunia (wis meninggalkan dunia). Itujuga berarti orang yang kebiasaan (mistisisme)menyempurnakan (kasutapa) dunia. Nama "Kategan" inimemiliki arti yang luas.Nama Kyai Kategan juga masih hidup dalam ceritamasyarakat Yogjakarta. Berdasarkan penuturan dari MbahJamhari, seorang lansia berusia 90 tahun yang tinggal diManisrenggo, Klaten. Mbah Jam, begitu ia biasa disapa,berkisah tentang Kyai Kategan yang setiap saat salat di Mekkah.Ketika Sultan Agung mengundangnya ke Mekkah untukshalat, Kyai Kategan sudah ada bahkan sebelum Sultanmenginjakkan kaki di Tanah Suci. Dan sebaliknya. Jika KyaiKategan mengundangnya, Sultan, pewaris Sanad SunanBonang, pasti sudah ada sebelum dia. Kyai Kategan jugatercatat sebagai orang iseng Sultan Agung. Dalam sebuahkisah yang diceritakan oleh masyarakat Mataram dan juga tercatat dalam Babad Nitik Sultan Agung, dikisahkan suatuketika Kyai Kategan diundang ke Kraton. Tapi dia ragu-ragu.Padahal dia disuruh membaca doa. Setelah beberapa panggilantelepon, dia masih menolak untuk datang. Setelah tiga kalimenolak, Sultan Agung memanggilnya melalui utusan khusus.Singkat cerita, Kyai Kategan akhirnya memberanikandiri untuk memanjatkan doa. Ketika doa baru sampai di lafal shalawat nabi, satu per satu lauk pauk yang telah dihidangkan tiba-tiba hidup kembali. Ayam, sapi, kerbau, ikan, semuanya berlompatan di atas meja hidang. Akhirnya acaranya dibatalkan. Sultan Agung, Kyai Kategan, dan para hadirin tertawa terpingkal-pingkal.
Konteks : Makam Kyai Kategan menjadi bukti keberadaan salah satu tokoh pemuka agama yang terkenal pada masa pemerintahan Sultan Agung. Kyai Kategan menyebarkan agama Islam di wilayah Bantul.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Tanah)
Alamat Pemilik : Jalan Rotowijayan No. 6 Yogyakarta
Nomer Kontak : (0274) 376795
Pengelolaan
Nama Pengelola : Trah Nitinegaran 2
Persepsi Masyarakat : Masyarakat tidak mengetahui bahwa Makam Kyai Kategan merupakan cagar budaya. Akan tetapi, banyak masyarakat yang datang untuk berziarah bahkan dari luar kota dikarenakan Kyai Kategan merupakan salah satu ulama besar.
Catatan Khusus : Ukuran:Jirat berukuran 172 cm x 39 cm x 25 cm Nisan berukuran 15,5 cm x 11 cm x 46 cm. Pagar makam berukuran 5,7 m x 5,1 m x 1, 06 m.