Loading

Makam KGBRAA Paku Alam VI di Kompleks Makam Girigondo

Status : Benda Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Makam Kanjeng Gusti Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam VI selanjutnya dalam naskah ini disebut dengan KGBRAA Paku Alam VI berada di teras I, yaitu teras paling tinggi di kompleks Makam Girigondo. Tempat tersebut dikelilingi tembok dan pagar besi berukuran tinggi 2,4 meter. Gapura masuk berupa gapura paduraksa dengan pintu gerbang berupa jeruji besi. Pada pagar gapura paduraksa terdapat simbol Pakualaman, berbentuk mahkota dan padi yang di dalamnya terdapat tulisan “PA V”. Di bawah tulisan tersebut terdapat inskripsi beraksara Jawa yang alih aksaranya adalah “Girigondo”. Di sebelah kiri pintu masuk terdapat tulisan angka tahun 1900 Masehi dan di sebelah kanan pintu masuk terdapat tulisan aksara Jawa yang alih aksaranya adalah 1830 Jawa, yaitu tahun Jawa yang kalau dikonversi ke Masehi menunjukkan angka tahun 1900 masehi. Teras I berbentuk segi empat dengan ukuran 32 m x 21,55 m. 

Makam KGBRAA Paku Alam VI berbahan batu marmer berwarna abu-abu kehitaman. Di bagian nisan sisi utara bagian dalam terdapat inskripsi berhuruf dengan bacaan “Allah”. Di bagian nisan sisi selatan terdapat kaligrafi huruf Arab yang dibaca Muhammad. Di bagian atas jirat terdapat tulisan Jawa berbunyi, “Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam Kaping VI, surud dalem nalika dinten malem Selasa Wage tanggal kaping 26 Sapar tahun Alip 1859, utawi surya kaping 13 Agustus 1928” 

Makam tersebut berukuran: 

Ukuran Nisan: 

Tinggi : 76 cm 

Lebar : 40 cm 

Tebal : 5 cm 

Ukuran Jirat:  

Panjang : 160 cm 

Lebar : 60 cm 

Tinggi : 35 cm 

Makam KGBRAA Paku Alam VI berdampingan dengan makam KGPAA Paku Alam VI. Kedua makam tersebut dinaungi krobongan berbahan kayu dengan empat tiang penyangga. dengan ukuran panjang 323 cm, lebar 237 cm, dan ketinggian 165 cm (tinggi tanpa ornamen). Tiang berbentuk membulat di sisi tengah dan segi empat pada unjung atas dan bawahnya. Masing-masing tiang berukuran diameter ± 10 cm x 10 cm,  

Status : Benda Cagar Budaya
Alamat : Dusun Girigondo, Kaligintung, Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.8700721734771° S, 110.09004065293° E

SK Walikota/Bupati : SK Bupati Kulon Progo


Lokasi Makam KGBRAA Paku Alam VI di Kompleks Makam Girigondo di Peta

Keterawatan : /
Dimensi Benda : Panjang -
Lebar -
Tinggi -
Tebal -
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tokoh : KGBRAA Paku Alam VI
Peristiwa Sejarah : Kompleks Makam Girigondo terletak terletak di atas bukit. Teras tertinggi di kompleks makam tersebut, yaitu teras I dimakamkan KGPAA Paku Alam V, KGPAA Paku Alam VI, KGPAA Paku Alam VII, dan KGPAA Paku Alam VIII. KGPAA Paku Alam I hingga KGPAA Paku Alam IV dimakamkan di Kompleks Makam Kotagede. Dikarenakan lokasi Kompleks Makam Kotagede sudah penuh, KGPAA Paku Alam V berinisiatif untuk mencari permakaman baru. Orientasi pemilihan lokasi makam yang baru adalah di daerah Kulon Progo. Hal tersebut berkaitan erat dengan asal-usul KGPAA Paku Alam V yang merupakan putra KGPAA Paku Alam II dari garwa (istri) Ampeyan bernama Raden Ayu Resminingdiah yang berasal dari daerah Trayu, Kulon Progo. Sebelum menentukan Girigondo sebagai lokasi yang dipilih, KGPAA Paku Alam V melakukan perjalanan ke beberapa tempat yang memungkinkan digunakan sebagai makam Pakualaman. Ketika perjalanan sampai di Girigondo, beliau mencium bau yang harum. Menurutnya, lokasi yang berbau harum tersebut mempunyai kharisma tersendiri. Pada akhirnya KGPAA Paku Alam V menetapkan tempat itu sebagai lokasi pemakamannya, yang kemudian disebut dengan Girigondo (Sosrosoedarmo, R.M.P., 1931) Makam Girigondo pertama kali dibangun pada tahun 1900, hal tersebut dapat dilihat dari inskripsi yang terdapat di gapura makam teras I. Di bagian kanan gapura paduraksa terdapat angka tahun 1900 dan di bagian kiri terdapat angka Jawa tahun 1830 J atau sama dengan tahun 1900. Angka tahun 1900 M atau 1830 J menunjukkan tahun pembuatan kompleks makam Girigondo. Di bagian atas pintu gerbang terdapat tulisan Jawa yang dibaca “Girigondo”.  Berdasarkan inskripsi beraksara dan berbahasa Jawa yang berada di jirat makam KGBRAA Paku Alam VI, diketahui bahwa KGBRAA Paku Alam VI meninggal pada 13 Agustus 1928, kemudian dimakamkan di Kompleks Makam Girigondo. 
Konteks :
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Puro Pakualaman
Pengelolaan
Nama Pengelola : Puro Pakualaman
Catatan Khusus : Makam KGBRAA Paku Alam VI di Kompleks Makam Girigondo dalam kondisi terawat