Loading

Wadah Peripih Nomor Inventaris E.77p dan Tutup Peripih Nomor Inventaris E.77s di Penampungan Gonotir

Status : Benda Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Wadah Peripih Nomor Inventaris E. 77 p dan Tutup Peripih Nomor Inventaris E. 77 s berada di Penampungan Gonotirto. Keduanya berbahan batu putih. Wadah peripih berbentuk kotak satu kesatuan dengan tutupnya yang berfungsi sebagai tempat untuk menaruh peripih. Peripih adalah benda-benda tertentu yang ditempatkan dalam wadah tertentu (biasannya kotak dari batu, wadah gerabah, atau perunggu) untuk ditanam di beberapa tempat dalam bangunan candi. Wadah peripih merupakan komponen utama dalam bangunan suci Hindu-Buddha. Umumnya pripih diletakkan di dalam sumuran yang merupakan titik pusat bangunan candi, khususnya candi yang bercorak Hindu. Peripih pada bangunan suci mempunyai fungsi penting bagi keberadaan bangunan itu sendiri sebagai tempat ibadah. Peripih merupakan media bagi dewa merasukkan zat inti kedewaannya. Dapat dikatakan peripih merupakan roh sebuah candi.  

Wadah Peripih Nomor Inventaris E. 77 p berbentuk segi empat, patah menjadi dua bagian. Ditemukan lengkap dengan tutup peripihnya. Ditumbuhi lumut pada beberapa bagian. 

Wadah Peripih Nomor Inventaris E 77 p berukuran: 

Panjang/Lebar : 17,5 x 16,5 cm   

Tinggi : 11,5 cm 

Tebal Bibir : 3 cm 

Panjang/Lebar cekungan : 11,5 x 11,5 cm 

Panjang/Lebar lubang : 8,5 x 8,5 cm 

Kedalaman Lubang : 6 cm 

Tutup tempat peripih terdiri atas dua bentuk, badan bagian bawah dan badan bagian atas. Dua bagian tersebut menyatu. Pada badan bagian bawah berbentuk segi empat yang mengerucut ke atas, ujung arasnya terdapat badan bagian atas yang berbentuk segi empat dengan ukuran lebih kecil. Badan bagian atas berbentuk segi empat yang mengerucut lebih kecil di unjungnya. Puncak ujung kerucut sudah aus. Fragmen Tutup Peripih ini merupakan tutup dari wadah peripih dengan nomor inventaris E77 s.  

Tutup Peripih Nomor Inventaris E 77 s berukuran: 

Panjang/Lebar Badan Bawah : 8,5 x 7 cm  

Tinggi Badan Bawah : 6 cm   

Panjang/Lebar Badan Atas  : 5,5 x 5 cm   

Tinggi Badan Atas  : 2,5 cm   

Tinggi Keseluruhan          : 8,5 cm 

Status : Benda Cagar Budaya
Alamat : Padukuhan Tirto, Hargotirto, Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.8706688643175° S, 110.07465675473° E

SK Walikota/Bupati : SK BUP Kulon Progo 460/C/2023


Lokasi Wadah Peripih Nomor Inventaris E.77p dan Tutup Peripih Nomor Inventaris E.77s di Penampungan Gonotir di Peta

Keterawatan : /
Dimensi Benda : Panjang -
Lebar -
Tinggi -
Tebal -
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Tidak diketahui sejarah dan konteks peripih berada di Penampungan Gonotirto, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap. Peripih merupakan benda-benda tertentu yang ditempatkan dalam wadah tertentu (biasannya kotak dari batu, wadah gerabah atau perunggu) untuk ditanam di beberapa tempat dalam bangunan candi. Umumnya peripih terdiri atas logam mulia, batu mulia, mantra atau rajah. Di Candi Plaosan dijumpai peripih berupa biji-bijian (padi, jagung, Kopi, Jali), rempah-rempah (kemiri, kayu cendana dan jinten), serta pinang. Di Candi Selogriyo dijumpai biji-bijian (padi, jelai, dan jewawut), rempah-rempah (cengkeh dan biji pala), serta bunga-bungaan yang sudah tidak dapat didefinisikan. Di beberapa candi terdapat juga bahan bahan yang merupakan makanan pokok, bahan minuman, bahan obat-obatan serta ramuan penyedap masakan. Peripih biasanya terletak di pada bagian kaki candi, lambang dunia bawah, tempat kehidupan manusia atau bhurloka. Biasanya pada candi hindu, di bagian tengah kaki candi ada sumuran, yang ditanami peripih. Peripih pada bangunan candi mempunyai fungsi penting bagi keberadaan bangunan candi sebagai tempat ibadah. peripih merupakan media bagi dewa merasukkan zat inti kedewaannya. Dapat dikatakan peripih merupakan roh sebuah candi.
Nilai Budaya : Wadah Peripih Nomor Inventaris E 77 p dan Tutup Peripih Nomor Inventaris E 77 s berada di Penampungan Gonotirto mempunyai nilai penting sebagai bukti keberadaan agama Hindu yang pernah berkembang di Kulon Progo pada masa lampau hingga saat ini. Menguatkan sikap jati diri dan identitas budaya masyarakat serta proses perjalanan budaya bangsa Indonesia. 
Pemilik
Pengelolaan